By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Jangan Cuma Salahkan Sawit! APKASINDO Tantang Greenpeace Turun Langsung Mitigasi Bencana
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Jangan Cuma Salahkan Sawit! APKASINDO Tantang Greenpeace Turun Langsung Mitigasi Bencana

EkonomiTerkini

Jangan Cuma Salahkan Sawit! APKASINDO Tantang Greenpeace Turun Langsung Mitigasi Bencana

Nicholas
By
Nicholas
2 months ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menilai narasi Greenpeace yang terus menyudutkan sawit justru tidak membantu penyelesaian masalah lingkungan secara nyata. (Foto, generateAI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Kritik keras Greenpeace Indonesia terhadap program swasembada energi berbasis sawit dan biodiesel B50 mendapat serangan balik dari kalangan petani. Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia menilai narasi yang terus menyudutkan sawit justru tidak membantu penyelesaian masalah lingkungan secara nyata.

Ketua Umum APKASINDO, Gulat ME Manurung, menegaskan bahwa aktivis lingkungan seharusnya tidak hanya aktif mengkritik dari jauh, tetapi juga ikut terlibat dalam mitigasi bencana dan perbaikan tata kelola lingkungan di lapangan.

“Jika bencana Sumatra dijadikan acuan mereka, kami menyaksikan sendiri bahwa tidak ada satu batang pun pohon sawit terhanyut banjir. Jadi bukan di kebun sawit masalahnya, tapi di hulu,” ujar Gulat dari Kampus Instiper Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Pernyataan itu muncul setelah Greenpeace mengkritik rencana pengembangan sawit dan bioenergi di Papua untuk mendukung swasembada energi nasional. Koordinator Kampanye Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, sebelumnya menyebut pembukaan lahan besar-besaran berpotensi memicu bencana lingkungan.

“Program pembukaan lahan dalam skala besar terbukti menjadi bencana,” kata Iqbal saat mengkritik rencana pengembangan sawit untuk energi, Desember 2025 ketika bencana hidrometeorologi terjadi di Sumatera.

Namun APKASINDO menilai tudingan yang terus diarahkan kepada sawit terlalu menyederhanakan persoalan. Gulat justru menyebut kerusakan daerah aliran sungai (DAS), illegal logging, dan lemahnya pengawasan kawasan hutan menjadi faktor yang lebih relevan dalam banyak kasus banjir besar di Sumatera dan Aceh.

“Mari kita bicara fakta — jangan nanti yang sakit di mana, yang diobati di mana,” tegas Gulat sembari mengajak semua penggiat lingkungan fokus pada mitigasi pasca bencana alam.

Ia juga menjelaskan, saat melihat rekaman ulang drone dari lokasi banjir Sumatera, dirinya tidak menemukan kebun sawit di area DAS yang meluap. Sebaliknya, menurut dia, justru terlihat banyak kayu hasil pembalakan yang terbawa arus sungai.

Dalam konteks energi nasional, APKASINDO menilai biodiesel B50 merupakan bagian penting dari strategi Indonesia mengurangi impor BBM dan memperkuat kemandirian energi. Presiden Prabowo Subianto sendiri sebelumnya menegaskan bahwa sawit dapat menjadi sumber energi strategis untuk menekan impor bahan bakar.

Baca Juga :

Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2025: Daftar Lengkap Pemenang dan Sorotan Malam Anugerah Film Indonesia
Prestasi Membanggakan, MAN 7 Jakarta Kuasai Bulutangkis Tingkat Provinsi

“Dengan demikian kita akan menghemat ratusan triliun untuk subsidi, ratusan triliun untuk impor BBM dari luar negeri,” ujar Prabowo terkait pemanfaatan sawit untuk energi nasional.

Karena itu, APKASINDO meminta perdebatan soal sawit tidak berhenti pada stigma negatif semata. Menurut mereka, solusi lingkungan harus dibangun lewat pengawasan teknis, rehabilitasi DAS, penindakan illegal logging, dan kolaborasi nyata di lapangan—bukan hanya kampanye menyalahkan sawit setiap kali terjadi bencana.

“Nggak perlu ilmu tinggi dan uji laboratorium untuk membuktikan itu. Sekali lagi stop menyudutkan perkebunan sawit, mari kita fokus membantu dan mitigasi dampak bencana alam,” pungkas Gulat.

You Might Also Like

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook
Resmi Besok Dijual! Pakar ITB Ungkap Keuntungan Ganda Biosolar B50
Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Menguat, Investor Mulai Lirik Aset Emerging Market
Sayonara Jepang! Pengalaman Seleção Jadi Penentu di Menit-Menit Akhir
TAGGED:APKASINDOB50Energi berbasis sawitGreenpeace
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Stop Obral Tambang! Menteri Bahlil Siapkan Aturan Baru, IUP Harus Untungkan Negara
Next Article Foto : Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang (Sumber : https://bgn.go.id/) BGN Instruksikan SPPG Jawa Timur Tingkatkan Menu Telur Tiga Kali
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Gas Industri Dipangkas, Jurus Bahlil Selamatkan Jutaan Pekerja dari Ancaman PHK

Menteri ESDM Libatkan Kampus Garap Bioetanol E20, Negara Siap Serap 4 Juta KL

Pedagang Marketplace Bersiap, Pemerintah Segera Terapkan Kewajiban PPN

Putusan MK: Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tetap Dilakukan Secara Langsung

B50 Resmi Meluncur 1 Juli. Tiga Keunggulan Ini Siap Ubah Masa Depan Energi Indonesia

28 Tahun Mandek Akhirnya Mega Proyek Blok Masela Mulai Dibangun 2027

Zonder Keluar Uang! CNG 3 Kg Siap Gantikan LPG, Tabung Baru Disiapkan Pemerintah

Muak Impor! Bahlil Siapkan 3 Jurus Besar Demi Dongkrak Produksi Minyak RI

Mini LNG Rp1,1 Triliun di Tuban Resmi Beroperasi, Impor LPG Siap Dipangkas

Kontrak Batu Bara 134 Juta Ton Sudah Aman, Kok PLN Malah Kekurangan? Bahlil Gandeng APH

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Gol Dramatis Eustáquio Antar Kanada Ukir Sejarah ke 16 Besar Piala Dunia 2026

2 days ago
OlahragaTerkini

Pecah! Tim Voli Putra Indonesia Ukir Sejarah Baru Rebut Gelar Juara Asia

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Kolombia Tahan Imbang Raksasa Eropa, Sikat Status Juara Grup K Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Austria dan Aljazair Kompak Lolos ke 32 Besar, Tuduhan ‘Main Mata’ Langsung Merebak

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index