By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Jangan Remehkan Obesitas, Ini Bahaya untuk Anak Muda
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Jangan Remehkan Obesitas, Ini Bahaya untuk Anak Muda

Kesehatan

Jangan Remehkan Obesitas, Ini Bahaya untuk Anak Muda

Jack
By
Jack
9 months ago
Share
6 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Obesitas pada anak muda bukan lagi sekadar masalah penampilan, melainkan penyakit kronis yang membawa risiko kesehatan serius. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena banyak remaja dan orang tua masih menyepelekannya, menganggap obesitas hanya sebagai fase sementara atau sekadar “gemuk” biasa. Padahal, menurut para ahli, obesitas di usia muda adalah “bom waktu” yang dapat memicu berbagai komplikasi metabolik berbahaya, bahkan sebelum seseorang memasuki usia 30 tahun.

Contents
Komplikasi Obesitas di Usia MudaPeran Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih SangiangKapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Obesitas pada anak muda juga perlu dipahami sebagai diagnosis medis, bukan sekadar penilaian kasat mata. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih Sangiang, dr. Ahmad Mekkah, Sp.PD., M.Sc., M.Kes, menegaskan bahwa penumpukan lemak berlebih yang tidak terkendali bisa meningkatkan risiko penyakit serius. Ia menambahkan, obesitas ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Pada orang Asia Pasifik, IMT ≥ 25 sudah masuk kategori overweight hingga obesitas. Sayangnya, tanda-tanda awal sering diabaikan, terutama oleh anak muda.

Obesitas pada anak muda juga bisa dikenali dari sejumlah gejala awal. Misalnya munculnya bercak gelap di lipatan kulit (acanthosis nigricans), cepat lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat, mendengkur akibat sleep apnea, serta nyeri sendi dini karena kelebihan beban tubuh. Tanda-tanda ini sering dianggap remeh, padahal menjadi sinyal adanya gangguan metabolik serius.

Komplikasi Obesitas di Usia Muda

Salah satu risiko terbesar dari obesitas pada anak muda adalah percepatan munculnya penyakit yang seharusnya dialami di usia lanjut. Menurut dr. Ahmad Mekkah, komplikasi akibat penyakit ini bisa muncul lebih cepat, mulai dari gangguan metabolik hingga kerusakan organ vital.

  1. Diabetes Tipe 2 Dini
    Obesitas adalah penyebab utama resistensi insulin. Kondisi ini memaksa pankreas bekerja ekstra, hingga akhirnya banyak anak muda obesitas didiagnosis diabetes tipe 2 pada usia 20-an, bahkan remaja. Tanpa penanganan tepat, komplikasi diabetes dapat merusak ginjal, jantung, hingga mata dalam waktu singkat.
  2. Hati Berlemak (Fatty Liver)
    Penumpukan lemak juga terjadi pada hati. Kondisi ini dikenal sebagai NAFLD (Non-Alcoholic Fatty Liver Disease) yang bisa berkembang menjadi peradangan, sirosis, bahkan kanker hati. Fenomena ini kini semakin banyak ditemukan pada anak muda obesitas.
  3. Risiko Jantung dan Stroke
    Obesitas berhubungan erat dengan hipertensi (tekanan darah tinggi) dan dislipidemia (gangguan kolesterol). Kedua kondisi ini merusak pembuluh darah secara bertahap, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke pada usia produktif.
  4. Gangguan Hormonal dan Reproduksi
    Pada wanita, obesitas sering menimbulkan sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang mengganggu siklus menstruasi dan menurunkan tingkat kesuburan.

Peran Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih Sangiang

Obesitas.

Menurunkan berat badan tidak cukup hanya dengan diet mandiri. Di sinilah peran dokter spesialis penyakit dalam seperti dr. Ahmad Mekkah menjadi sangat penting, khususnya bagi anak muda yang sudah mengalami komplikasi atau berisiko tinggi.

Beberapa langkah penanganan komprehensif yang dilakukan di RS Sari Asih Sangiang meliputi:

  1. Skrining Metabolik Mendalam
    Melalui tes darah, dokter dapat mengevaluasi kadar gula, kolesterol, dan fungsi hati. Langkah ini penting untuk mendeteksi apakah komplikasi metabolik sudah mulai berkembang.
  2. Terapi Farmakologi (Obat-obatan)
    Jika diperlukan, pasien obesitas diberikan obat untuk mengontrol komplikasi seperti diabetes dan hipertensi. Selain itu, dokter juga dapat mempertimbangkan terapi obat penurun berat badan dengan pengawasan medis ketat.
  3. Pendekatan Tim Multidisiplin
    Penanganan obesitas melibatkan berbagai disiplin ilmu, termasuk Spesialis Gizi Klinik untuk mengatur pola makan, Spesialis Kedokteran Fisik untuk menyusun program olahraga, hingga Psikiater/Psikolog jika pasien mengalami emotional eating.

Menurut dr. Ahmad, penanganan obesitas bukan hanya soal menurunkan angka di timbangan. Yang lebih penting adalah memperbaiki fungsi organ tubuh dan meningkatkan kualitas hidup pasien.


Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Banyak anak muda menunda konsultasi dengan alasan masih merasa sehat. Padahal, obesitas pada anak muda bisa menimbulkan kerusakan organ tanpa gejala jelas. Segera temui dokter penyakit dalam jika Anda atau kerabat mengalami kondisi berikut:

  • Memiliki riwayat keluarga diabetes, hipertensi, atau stroke.
  • IMT sudah di atas batas overweight atau obesitas meskipun sudah mencoba diet mandiri.
  • Muncul gejala seperti mendengkur, kelelahan berlebih, atau bercak hitam di lipatan kulit.

Konsultasi sejak dini akan membantu mencegah komplikasi lebih lanjut. Obesitas bukan hanya masalah penampilan, tetapi ancaman serius terhadap kesehatan jangka panjang.

Baca Juga :

Putin-Xi Kompak Bunyikan Alarm Dunia: Perdamaian Global Terancam ‘Hukum Rimba’
Profil dan Biodata Garren Lumoindong, Anak Pendeta Gilbert

Obesitas pada anak muda adalah tantangan kesehatan yang nyata dan tidak boleh diremehkan. Komplikasi seperti diabetes, hati berlemak, hingga penyakit jantung bisa muncul lebih cepat pada generasi muda dengan gaya hidup tidak sehat. Peran dokter spesialis penyakit dalam sangat penting dalam memberikan penanganan komprehensif, mulai dari pemeriksaan metabolik, pemberian obat, hingga kolaborasi dengan berbagai tenaga medis lain.

Anak muda harus mulai melihat obesitas sebagai masalah medis serius, bukan sekadar urusan fisik. Dengan kesadaran, edukasi, dan dukungan tenaga medis profesional, risiko komplikasi bisa ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:Anak MudaObesitas
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Unik, Para Tokoh Nasional Ini Nyanyikan Lagu Wonderful Indonesia di Momen Pernikahan, Alasannya Jempol Abis!
Next Article Opera SMA 3 Jakarta, Kreativitas Pelajar yang Memukau di Gedung Kesenian
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index