By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: ‘Japanese Walking’ Olahraga yang Viral di TikTok Bikin Sehat Tanpa Ribet
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » ‘Japanese Walking’ Olahraga yang Viral di TikTok Bikin Sehat Tanpa Ribet

Olahraga

‘Japanese Walking’ Olahraga yang Viral di TikTok Bikin Sehat Tanpa Ribet

Jack
By
Jack
10 months ago
Share
7 Min Read
Japanese walking
SHARE

INVERSI.ID – Japanese Walking tengah menjadi tren kebugaran baru yang ramai dibicarakan di media sosial, terutama TikTok. Metode berjalan ini dianggap mampu meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh, mulai dari jantung, metabolisme, hingga kekuatan otot, tanpa perlu alat olahraga khusus atau biaya mahal. Berkat kesederhanaannya, Japanese Walking kini jadi pilihan populer bagi anak muda maupun orang dewasa yang ingin bugar dengan cara praktis.

Contents
Bagaimana Cara Melakukan Japanese Walking?Manfaat Japanese Walking untuk KesehatanAwal Mula Japanese WalkingMengapa Japanese Walking Cocok untuk Anak Muda?Japanese Walking vs Jalan Santai BiasaTips Agar Japanese Walking Lebih Efektif

Popularitas Japanese Walking tidak datang begitu saja. Disebut juga Interval Walking Training (IWT), metode ini pertama kali dikembangkan oleh peneliti Jepang dengan tujuan memperbaiki kesehatan kardiometabolik masyarakat modern. Konsepnya sederhana: bergantian berjalan cepat dan lambat dalam interval tertentu. Kombinasi ini terbukti lebih efektif daripada berjalan santai biasa karena mampu meningkatkan kapasitas aerobik sekaligus memberi waktu pemulihan yang cukup bagi tubuh.

Lebih jauh, Japanese Walking menjadi menarik karena cocok untuk berbagai kalangan. Baik anak muda yang ingin menjaga kebugaran, pekerja sibuk yang jarang olahraga, hingga lansia yang membutuhkan aktivitas fisik rendah risiko, semua bisa menerapkannya. Bahkan, metode ini disebut-sebut mampu membantu menurunkan berat badan dan mengurangi risiko penyakit kronis, sehingga relevan dengan gaya hidup sehat masa kini.

Bagaimana Cara Melakukan Japanese Walking?

Metode olahraga ini dilakukan dengan pola interval sederhana. Satu sesi biasanya berlangsung 30 menit dengan kombinasi:

  1. Pemanasan (5–10 menit)
    Mulai dengan berjalan santai agar tubuh siap menghadapi latihan.
  2. Berjalan cepat (3 menit)
    Tingkatkan kecepatan hingga sekitar 70 persen dari kapasitas maksimal. Pada tahap ini detak jantung naik dan tubuh mulai membakar kalori lebih banyak.
  3. Berjalan lambat (3 menit)
    Turunkan kecepatan hingga 40 persen untuk memberi waktu tubuh memulihkan tenaga.
  4. Ulangi siklus
    Kombinasi cepat–lambat ini diulang lima kali sehingga total durasi mencapai 30 menit.
  5. Pendinginan (5–10 menit)
    Akhiri dengan berjalan santai atau peregangan ringan agar detak jantung kembali normal.

Keunggulan metode ini adalah fleksibilitasnya. Kamu bisa melakukannya di taman, trotoar, atau bahkan di treadmill. Tidak perlu peralatan tambahan, cukup sepatu yang nyaman.


Manfaat Japanese Walking untuk Kesehatan

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Japanese Walking memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan tubuh, antara lain:

  • Meningkatkan kapasitas aerobik
    Tubuh jadi lebih efisien menggunakan oksigen selama beraktivitas sehingga tidak cepat lelah.
  • Menurunkan tekanan darah dan gula darah
    Cocok bagi mereka yang ingin mencegah hipertensi atau diabetes.
  • Menguatkan otot paha dan meningkatkan keseimbangan
    Membantu tubuh lebih stabil, terutama bagi lansia.
  • Membakar kalori lebih efektif
    Interval cepat-lambat membantu metabolisme tetap aktif sehingga mendukung manajemen berat badan.
  • Mengurangi risiko cedera
    Karena intensitasnya rendah hingga sedang, latihan ini lebih aman dibandingkan olahraga berat.

Dengan sederet manfaat ini, tidak heran jika Japanese Walking cepat populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Awal Mula Japanese Walking

Japanese Walking, atau Interval Walking Training (IWT), pertama kali diperkenalkan pada tahun 2007 oleh Profesor Hiroshi Nose dan Dr. Shizue Masuki dari Universitas Shinshu, Jepang. Mereka melakukan penelitian untuk mencari metode olahraga sederhana namun efektif yang bisa dilakukan masyarakat luas.

Dalam studinya, peserta diminta berjalan dengan interval tiga menit cepat dan tiga menit lambat selama total 30 menit, setidaknya empat kali seminggu. Hasilnya mengejutkan: kapasitas aerobik meningkat signifikan, tekanan darah menurun, otot paha lebih kuat, dan mobilitas tubuh lebih baik dibandingkan hanya berjalan santai tanpa interval.

Baca Juga :

Waspada Banjir Rob: 9 Kelurahan di Pesisir Jakarta Berpotensi Terdampak pada 21-29 Mei 2024
Laut Dua Warna di Pantai Baron, Fenomena Langka yang Bikin Takjub

Temuan ini kemudian menyebar luas dan dikenal sebagai Japanese Walking. Popularitasnya kian meningkat setelah pelatih kebugaran asal Australia, Eugene Teo, membuat video penjelasan metode ini di TikTok. Video tersebut viral dengan lebih dari 10 juta penonton, menjadikan Japanese Walking tren global.

Mengapa Japanese Walking Cocok untuk Anak Muda?

Bagi generasi muda yang sering sibuk dengan sekolah, kuliah, atau pekerjaan, olahraga sering kali sulit dimasukkan ke rutinitas harian. Japanese Walking menawarkan solusi karena:

  • Tidak butuh waktu lama – hanya 30 menit per sesi.
  • Bisa dilakukan di mana saja – jalan di sekitar rumah atau kampus pun bisa.
  • Cocok untuk pemula – tidak perlu skill khusus, cukup kemampuan berjalan normal.
  • Mendukung gaya hidup sehat – membantu menjaga berat badan, energi, dan mood tetap stabil.

Selain itu, tren ini juga “Instagrammable” dan “TikTokable”. Banyak anak muda mendokumentasikan rutinitas mereka melakukan Japanese Walking, baik di taman kota, pantai, maupun treadmill, lalu membagikannya sebagai konten sehat yang inspiratif.


Japanese Walking vs Jalan Santai Biasa

Sekilas, Japanese Walking mungkin terlihat sama dengan jalan kaki biasa. Namun perbedaan utamanya terletak pada pola interval cepat dan lambat. Jalan santai kontinu hanya membakar kalori dalam intensitas rendah, sedangkan Japanese Walking memberi variasi intensitas sehingga tubuh lebih tertantang.

Dengan metode interval ini, pembakaran kalori meningkat, detak jantung lebih terlatih, dan tubuh mendapat jeda pemulihan. Kombinasi inilah yang membuat manfaatnya lebih maksimal dalam waktu yang relatif singkat.

Tips Agar Japanese Walking Lebih Efektif

  1. Gunakan sepatu olahraga yang nyaman untuk menghindari cedera kaki.
  2. Pilih lokasi yang aman seperti taman, jalur pejalan kaki, atau treadmill.
  3. Konsisten lakukan 3–5 kali seminggu untuk hasil optimal.
  4. Gabungkan dengan pola makan sehat agar manajemen berat badan lebih efektif.
  5. Dengarkan tubuhmu – jika merasa pusing atau terlalu lelah, kurangi intensitas.

Japanese Walking bukan sekadar tren viral di TikTok, tetapi metode olahraga ilmiah yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Dengan pola sederhana tiga menit berjalan cepat, tiga menit berjalan lambat, diulang selama 30 menit—latihan ini mampu meningkatkan kapasitas aerobik, menurunkan tekanan darah, hingga membantu menjaga berat badan.

Dikembangkan oleh Profesor Hiroshi Nose dan Dr. Shizue Masuki di Jepang, Japanese Walking kini mendunia dan menjadi pilihan olahraga favorit anak muda maupun orang dewasa yang ingin sehat tanpa ribet. Mudah, murah, dan efektif, inilah olahraga yang bisa kamu lakukan kapan saja, di mana saja.

You Might Also Like

Klasemen MotoGP 2026 Usai GP Ceko: Bezzecchi Masih Memimpin, Marc Marquez Kian Mengancam
Marc Marquez Tak Terbendung di Brno, Kemenangan Kedua Beruntun Bikin Rival Waspada
Miguel Almiron Jadi Pemain Pertama Kena Aturan Prestianni di Piala Dunia 2026
Langkah Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
Alex Marquez Prioritaskan Pemulihan, Absen di Sprint dan Race GP Ceko
TAGGED:Japanese WalkingTikTokViral
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article ‘Tired Girl Makeup’ Tren Riasan Gen Z yang Melawan Standar Kecantikan
Next Article Drama Menegangkan! SMA Sang Timur Juara AZA 3X3 Competition
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Olahraga

Cetak Brace Perdana di Piala Dunia, Cunha Bawa Brasil Makin Percaya Diri

4 days ago
Olahraga

Ronaldinho Dikabarkan Gabung Ravenna FC, Siap Kembali ke Dunia Sepak Bola di Usia 46 Tahun

4 days ago
Olahraga

Siapkan Generasi Emas, Pemerintah Dorong Pembinaan Atlet Sejak Usia 8 Tahun

4 days ago
Olahraga

Herdman Bidik Gelar FIFA ASEAN, Timnas Indonesia Harus Jadi Raja Asia Tenggara

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index