INVERSI.ID – Japanese Walking tengah menjadi tren kebugaran baru yang ramai dibicarakan di media sosial, terutama TikTok. Metode berjalan ini dianggap mampu meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh, mulai dari jantung, metabolisme, hingga kekuatan otot, tanpa perlu alat olahraga khusus atau biaya mahal. Berkat kesederhanaannya, Japanese Walking kini jadi pilihan populer bagi anak muda maupun orang dewasa yang ingin bugar dengan cara praktis.
Popularitas Japanese Walking tidak datang begitu saja. Disebut juga Interval Walking Training (IWT), metode ini pertama kali dikembangkan oleh peneliti Jepang dengan tujuan memperbaiki kesehatan kardiometabolik masyarakat modern. Konsepnya sederhana: bergantian berjalan cepat dan lambat dalam interval tertentu. Kombinasi ini terbukti lebih efektif daripada berjalan santai biasa karena mampu meningkatkan kapasitas aerobik sekaligus memberi waktu pemulihan yang cukup bagi tubuh.
Lebih jauh, Japanese Walking menjadi menarik karena cocok untuk berbagai kalangan. Baik anak muda yang ingin menjaga kebugaran, pekerja sibuk yang jarang olahraga, hingga lansia yang membutuhkan aktivitas fisik rendah risiko, semua bisa menerapkannya. Bahkan, metode ini disebut-sebut mampu membantu menurunkan berat badan dan mengurangi risiko penyakit kronis, sehingga relevan dengan gaya hidup sehat masa kini.
Bagaimana Cara Melakukan Japanese Walking?
Metode olahraga ini dilakukan dengan pola interval sederhana. Satu sesi biasanya berlangsung 30 menit dengan kombinasi:
- Pemanasan (5–10 menit)
Mulai dengan berjalan santai agar tubuh siap menghadapi latihan. - Berjalan cepat (3 menit)
Tingkatkan kecepatan hingga sekitar 70 persen dari kapasitas maksimal. Pada tahap ini detak jantung naik dan tubuh mulai membakar kalori lebih banyak. - Berjalan lambat (3 menit)
Turunkan kecepatan hingga 40 persen untuk memberi waktu tubuh memulihkan tenaga. - Ulangi siklus
Kombinasi cepat–lambat ini diulang lima kali sehingga total durasi mencapai 30 menit. - Pendinginan (5–10 menit)
Akhiri dengan berjalan santai atau peregangan ringan agar detak jantung kembali normal.
Keunggulan metode ini adalah fleksibilitasnya. Kamu bisa melakukannya di taman, trotoar, atau bahkan di treadmill. Tidak perlu peralatan tambahan, cukup sepatu yang nyaman.
Manfaat Japanese Walking untuk Kesehatan
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Japanese Walking memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan tubuh, antara lain:
- Meningkatkan kapasitas aerobik
Tubuh jadi lebih efisien menggunakan oksigen selama beraktivitas sehingga tidak cepat lelah. - Menurunkan tekanan darah dan gula darah
Cocok bagi mereka yang ingin mencegah hipertensi atau diabetes. - Menguatkan otot paha dan meningkatkan keseimbangan
Membantu tubuh lebih stabil, terutama bagi lansia. - Membakar kalori lebih efektif
Interval cepat-lambat membantu metabolisme tetap aktif sehingga mendukung manajemen berat badan. - Mengurangi risiko cedera
Karena intensitasnya rendah hingga sedang, latihan ini lebih aman dibandingkan olahraga berat.
Dengan sederet manfaat ini, tidak heran jika Japanese Walking cepat populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Awal Mula Japanese Walking
Japanese Walking, atau Interval Walking Training (IWT), pertama kali diperkenalkan pada tahun 2007 oleh Profesor Hiroshi Nose dan Dr. Shizue Masuki dari Universitas Shinshu, Jepang. Mereka melakukan penelitian untuk mencari metode olahraga sederhana namun efektif yang bisa dilakukan masyarakat luas.
Dalam studinya, peserta diminta berjalan dengan interval tiga menit cepat dan tiga menit lambat selama total 30 menit, setidaknya empat kali seminggu. Hasilnya mengejutkan: kapasitas aerobik meningkat signifikan, tekanan darah menurun, otot paha lebih kuat, dan mobilitas tubuh lebih baik dibandingkan hanya berjalan santai tanpa interval.
Temuan ini kemudian menyebar luas dan dikenal sebagai Japanese Walking. Popularitasnya kian meningkat setelah pelatih kebugaran asal Australia, Eugene Teo, membuat video penjelasan metode ini di TikTok. Video tersebut viral dengan lebih dari 10 juta penonton, menjadikan Japanese Walking tren global.
Mengapa Japanese Walking Cocok untuk Anak Muda?
Bagi generasi muda yang sering sibuk dengan sekolah, kuliah, atau pekerjaan, olahraga sering kali sulit dimasukkan ke rutinitas harian. Japanese Walking menawarkan solusi karena:
- Tidak butuh waktu lama – hanya 30 menit per sesi.
- Bisa dilakukan di mana saja – jalan di sekitar rumah atau kampus pun bisa.
- Cocok untuk pemula – tidak perlu skill khusus, cukup kemampuan berjalan normal.
- Mendukung gaya hidup sehat – membantu menjaga berat badan, energi, dan mood tetap stabil.
Selain itu, tren ini juga “Instagrammable” dan “TikTokable”. Banyak anak muda mendokumentasikan rutinitas mereka melakukan Japanese Walking, baik di taman kota, pantai, maupun treadmill, lalu membagikannya sebagai konten sehat yang inspiratif.
Japanese Walking vs Jalan Santai Biasa
Sekilas, Japanese Walking mungkin terlihat sama dengan jalan kaki biasa. Namun perbedaan utamanya terletak pada pola interval cepat dan lambat. Jalan santai kontinu hanya membakar kalori dalam intensitas rendah, sedangkan Japanese Walking memberi variasi intensitas sehingga tubuh lebih tertantang.
Dengan metode interval ini, pembakaran kalori meningkat, detak jantung lebih terlatih, dan tubuh mendapat jeda pemulihan. Kombinasi inilah yang membuat manfaatnya lebih maksimal dalam waktu yang relatif singkat.
Tips Agar Japanese Walking Lebih Efektif
- Gunakan sepatu olahraga yang nyaman untuk menghindari cedera kaki.
- Pilih lokasi yang aman seperti taman, jalur pejalan kaki, atau treadmill.
- Konsisten lakukan 3–5 kali seminggu untuk hasil optimal.
- Gabungkan dengan pola makan sehat agar manajemen berat badan lebih efektif.
- Dengarkan tubuhmu – jika merasa pusing atau terlalu lelah, kurangi intensitas.
Japanese Walking bukan sekadar tren viral di TikTok, tetapi metode olahraga ilmiah yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Dengan pola sederhana tiga menit berjalan cepat, tiga menit berjalan lambat, diulang selama 30 menit—latihan ini mampu meningkatkan kapasitas aerobik, menurunkan tekanan darah, hingga membantu menjaga berat badan.
Dikembangkan oleh Profesor Hiroshi Nose dan Dr. Shizue Masuki di Jepang, Japanese Walking kini mendunia dan menjadi pilihan olahraga favorit anak muda maupun orang dewasa yang ingin sehat tanpa ribet. Mudah, murah, dan efektif, inilah olahraga yang bisa kamu lakukan kapan saja, di mana saja.