TORONTO — Pelatih Kanada Jesse Marsch mengakui dirinya gagal mempersiapkan tim secara maksimal setelah Kanada hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina pada laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026.
Bermain di hadapan lebih dari 43.000 pendukung di Toronto Stadium, Kanada sempat tertinggal lebih dulu lewat sundulan Jovo Lukić pada menit ke-21. Tuan rumah baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-78 melalui gol pemain pengganti Cyle Larin. Hasil tersebut sekaligus menjadi poin pertama Kanada sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Usai pertandingan, Marsch mengaku tidak puas dengan performa timnya di babak pertama. “Saya merasa tidak melakukan cukup banyak untuk mempersiapkan mereka menghadapi babak pertama. Namun respons yang kami tunjukkan di babak kedua dan beberapa pesan saat turun minum membantu kami bangkit,” kata Marsch dalam konferensi pers usai laga.
Pelatih berusia 52 tahun itu menilai para pemain tampil terlalu hati-hati dan kurang percaya diri sejak awal pertandingan. “Kami harus memiliki lebih banyak kepercayaan diri dan keyakinan. Jika kami bermain seperti di babak kedua sepanjang pertandingan, saya yakin kami akan menang,” ujarnya.
Marsch juga memberikan pujian kepada Larin yang masuk dari bangku cadangan dan langsung memberi dampak besar. Sebelumnya, striker Southampton tersebut dikabarkan kecewa karena tidak masuk susunan pemain utama.
“Dia siap ketika dibutuhkan dan langsung melakukan apa yang kami harapkan: masuk ke kotak penalti, mencari peluang, dan mencetak gol,” kata Marsch.
Sejumlah media menilai perubahan pemain di babak kedua menjadi titik balik Kanada. The Guardian menyebut masuknya Larin berhasil menghidupkan permainan tuan rumah, sementara Associated Press mencatat gol tersebut tercipta hanya beberapa menit setelah sang striker masuk lapangan.
Meski gagal meraih kemenangan, hasil imbang ini tetap bersejarah bagi Kanada. Sebelum laga ini, mereka selalu kalah dalam enam pertandingan Piala Dunia sebelumnya pada edisi 1986 dan 2022.
Marsch berharap timnya bisa belajar dari hasil tersebut. Ia bahkan menyinggung perjalanan Argentina di Piala Dunia 2022 yang sempat kalah dari Arab Saudi sebelum akhirnya menjadi juara dunia.
“Penting bagi kami menggunakan pengalaman ini untuk menjadi lebih baik, lebih kuat, dan lebih siap menghadapi pertandingan berikutnya,” tegas Marsch.
Kanada kini akan menghadapi Qatar pada laga kedua Grup B di Vancouver pada 18 Juni, dalam pertandingan yang bisa menjadi penentu peluang mereka lolos ke babak gugur.
Grup B
| # | Tim | MN | M | S | K | +/- | P | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kanada | 1 | 0 | 1 | 0 | 0 | 1 | |
| 2 | Bosnia & Herzegovina | 1 | 0 | 1 | 0 | 0 | 1 | |
| 3 | Qatar | 1 | 0 | 1 | 0 | 0 | 1 | |
| 4 | Swiss | 1 | 0 | 1 | 0 | 0 | 1 |