INVERSI.ID – Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama alias Uya Kuya, menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus gagal ginjal di kalangan anak muda, serta masalah tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. Pernyataan tersebut ia sampaikan usai melakukan kunjungan kerja ke RSUP Dr. Mohammad Hoesin, Palembang, Sumatera Selatan.
Dalam kunjungannya bersama anggota Komisi IX lainnya, Uya Kuya meninjau langsung fasilitas ruang hemodialisis (cuci darah) di rumah sakit tersebut. Ia mengaku terkejut melihat jumlah pasien muda yang menjalani perawatan rutin akibat gagal ginjal.
“Kita lihat alatnya sudah lengkap, tapi yang mengejutkan, banyak anak muda usia 16, 22, hingga 30 tahun yang sudah terkena gagal ginjal,” ujarnya, Jumat (18/4).
Gaya Hidup Buruk Jadi Pemicu Utama
Uya menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, sebagian besar pasien muda tersebut memiliki riwayat konsumsi minuman energi dan minuman kemasan berpewarna buatan sejak usia dini. Hal ini dianggap sebagai faktor risiko tinggi yang perlu diwaspadai generasi muda saat ini.
“Saat saya tanya, rata-rata mereka dulunya sering konsumsi minuman energi dan minuman botolan yang penuh pewarna,” ujar politisi dari Fraksi PAN itu.
Ia menegaskan pentingnya edukasi mengenai gaya hidup sehat di kalangan generasi muda, terutama terkait pola konsumsi yang tidak disadari bisa memicu gangguan kesehatan serius seperti gagal ginjal.
BPJS Kesehatan Dinilai Perlu Benahi Sistem Pembayaran
Uya juga mengapresiasi peran BPJS Kesehatan dalam meringankan beban biaya pengobatan pasien gagal ginjal. Namun, ia mengkritisi sistem pembayaran paket yang dinilai tidak cukup untuk menutup biaya operasional rumah sakit.
“Harus ada koordinasi yang lebih baik antara rumah sakit dan BPJS. Masalah ketegangan antara dua pihak ini bukan hanya di Sumsel, tapi juga terjadi di banyak daerah lain,” jelas Uya Kuya.
Ia mendorong pemerintah untuk segera mengevaluasi sistem pembayaran BPJS dan mencari solusi yang adil bagi semua pihak, agar pelayanan kesehatan tetap berjalan maksimal tanpa membebani fasilitas kesehatan.
“Sistem paket sekarang ini tidak mencukupi kebutuhan operasional rumah sakit. Pemerintah harus segera cari jalan tengahnya,” tegasnya.
Edukasi dan Reformasi Sistem Kesehatan Jadi Kunci
Lonjakan kasus gagal ginjal di usia muda menjadi sinyal penting bagi semua pihak, terutama dalam membangun kesadaran hidup sehat dan reformasi sistem jaminan kesehatan. Uya Kuya berharap ke depan pemerintah dapat lebih serius dalam mengantisipasi gaya hidup berisiko dan memperkuat dukungan untuk fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.***