By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kemenkeu Gandeng Malaysia, Jepang & Australia untuk Kejar Wajib Pajak Nakal
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kemenkeu Gandeng Malaysia, Jepang & Australia untuk Kejar Wajib Pajak Nakal

Ekonomi

Kemenkeu Gandeng Malaysia, Jepang & Australia untuk Kejar Wajib Pajak Nakal

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
8 months ago
Share
5 Min Read
Dirjen Pajak, Bimo Wijayanto dalam memberi pemaparan APBN Kita di Kantor kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, (22/9/2025). (Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Dirjen Pajak, Bimo Wijayanto dalam memberi pemaparan APBN Kita di Kantor kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, (22/9/2025). (Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
SHARE

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan membuat gebrakan baru dalam penegakan pajak lintas negara. Pemerintah menjalin kerja sama internasional dengan negara‐negara seperti Malaysia, Jepang, dan Australia untuk mempersempit ruang gerak wajib pajak yang nakal atau melakukan penghindaran pajak skala besar. Langkah ini dipandang sebagai jawaban atas dinamika ekonomi global dan praktik perpajakan yang semakin lintas batas.

Contents
Kerja Sama dengan Negara MitraMalaysiaJepang dan Australia

Menurut rilis resmi dari DJP yang dilansir media, “Kerja sama dengan Malaysia, Jepang dan Australia dilakukan untuk pertukaran informasi perpajakan, penelusuran aset luar negeri serta pemantauan wajib pajak grup yang beroperasi lintas negara.” Langkah ini menunjukkan bahwa otoritas pajak Indonesia tidak hanya fokus di dalam negeri, tetapi juga mengambil pendekatan global.

Pajak selama ini menjadi tantangan karena banyak pelaku usaha atau individu yang menggunakan skema lintas negara untuk menghindar dari kewajiban mereka. Arus modal, transaksi digital, layanan keuangan global, serta grup perusahaan multinasional membuat pengawasan tradisional menjadi kurang memadai. Pemerintah Indonesia menyadari kondisi ini dan memilih untuk memperluas jaringannya.

Beberapa alasan utama di balik kerja sama ini adalah:

  • Pertukaran informasi keuangan antar negara agar negara asal bisa melacak wajib pajak yang “kabur” ke yurisdiksi lain.
  • Penelusuran aset luar negeri karena banyak kasus wajib pajak besar yang menyimpan aset di luar negeri atau melalui perusahaan cangkang asing.
  • Pemantauan wajib pajak grup dan korporasi multinasional yang beroperasi di beberapa negara sehingga wilayah kewajiban pajak menjadi kabur.
  • Penggunaan teknologi dan intelijen perpajakan bersama negara mitra untuk mendeteksi pola penghindaran dan penggelapan pajak.

Salah satu pejabat DJP mengatakan:

“Kita harus mempersempit ruang gerak yang dulunya lebar. Kalau wajib pajak bisa pindah­pindah yurisdiksi, maka kita mesti bekerjasama dengan negara lain agar kewajiban mereka tetap terpantau.”

Kerja sama ini diharapkan bisa meningkatkan penerimaan negara dan mengurangi unfair‐competition antara wajib pajak yang patuh dan yang tidak.

Kerja Sama dengan Negara Mitra

Malaysia

Kerja sama dengan Malaysia terutama ditujukan untuk industri yang beroperasi di kedua negara seperti kelapa sawit, ekspor‐impor, dan perusahaan grup yang menggunakan struktur perusahaan di kedua negara. DJP menyebut bahwa “pertukaran data dengan Malaysia akan memperkuat monitoring terhadap grup usaha yang selama ini sulit dilacak secara domestic.”

Langkah ini penting mengingat banyak perusahaan sawit atau agro‐industri Indonesia yang memiliki anak perusahaan atau jaringan bisnis di Malaysia.

Baca Juga :

Serial Swedia ‘The Glass Dome’, Trauma Masa Lalu & Penculikan Misterius yang Bikin Mikir
Fakta-Fakta Han So Hee Ngaku Pacaran dengan Ryu Jun-yeol, Ini Poin Klarifikasinya

Jepang dan Australia

Sedangkan kerja sama dengan Jepang dan Australia lebih luas karena melibatkan pertukaran informasi keuangan, pemantauan aset, serta diskusi teknologi perpajakan modern. DJP memanfaatkan pengalaman negara maju dalam penggunaan data besar (big data), analitik pajak, dan struktur perpajakan multinasional.

Sumber menyebut bahwa “dengan Jepang dan Australia kita akan belajar bagaimana mem‐track aset luar negeri dan struktur perusahaan multinasional agar tidak ada yang slip dari pengawasan”.

Bagi wajib pajak, terutama perusahaan multinasional atau grup korporasi yang beroperasi lintas negara, pesan yang jelas adalah: jangan coba‐coba menghindar dengan memindahkan aset atau kegiatan ke luar negeri tanpa transparansi. Karena otoritas pajak Indonesia kini punya aliansi yang lebih kuat dan data yang lebih bisa saling dihubungkan antar negara.

Bagi publik dan pembayar pajak patuh, ini adalah kabar baik. Karena dengan pengawasan yang lebih luas dan kerja sama internasional, ada harapan bahwa beban pajak harusnya semakin adil. Jika semua wajib pajak besar ikut berkontribusi dengan benar, maka beban pemerintahan bisa lebih merata.

Kolaborasi antara Kementerian Keuangan dan negara mitra seperti Malaysia, Jepang, serta Australia menandai era baru dalam penegakan pajak di Indonesia. Tidak sekadar dalam negeri, tetapi lintas batas negara dengan tujuan mempersempit ruang gerak wajib pajak nakal dan memperkuat keadilan perpajakan di Tanah Air.

Jika langkah‐langkah ini dijalankan dengan sungguh‐sungguh, Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara lain dalam pengelolaan perpajakan global. Bagi wajib pajak, ini adalah sinyal bahwa era “main tiket” pajak sudah makin sulit. Dan bagi publik, ini adalah kabar baik bahwa pemerintah makin serius memastikan setiap rupiah pajak benar‐benar digunakan untuk kepentingan bersama.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
TAGGED:EkonomiKemenkeuPajak
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Petugas mengamankan terduga pelaku peredaran narkotika saat melakukan penggerebekan di kawasan Berland, Jalan Kesatrian, Matraman, Jakarta, Selasa (25/11/2025). (Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Penggerebekan Hebat di Jakarta Timur: Tentara dan BNN Bongkar Sarang Narkoba di Kampung Berlan
Next Article Erick Thohir Ke Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/11/2025). (Foto: CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana) Prabowo dan Erick Thohir Bahas Nasib Sepak Bola RI dan Membawa Kabar Baik untuk Masa Depan Garuda
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum

6 days ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

7 days ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

7 days ago
EkonomiTerkini

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index