By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kerja Remote Vs WFO: Apa Pengaruhnya ke Mental dan Life Balance?
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kerja Remote Vs WFO: Apa Pengaruhnya ke Mental dan Life Balance?

Terkini

Kerja Remote Vs WFO: Apa Pengaruhnya ke Mental dan Life Balance?

Jack
By
Jack
10 months ago
Share
4 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Pandemi COVID-19 telah mengubah banyak hal, termasuk cara kita bekerja. Salah satu dampak paling nyata adalah munculnya sistem kerja jarak jauh atau remote working, yang kemudian terus bertahan bahkan setelah situasi membaik. Tapi ketika sebagian perusahaan mulai kembali ke sistem kerja dari kantor (work from office/WFO), muncul pertanyaan penting, bagaimana kedua pola kerja ini memengaruhi kesehatan mental dan keseimbangan hidup?

Contents
Kerja Remote: Fleksibel, Tapi Bisa MenyendiriKerja di Kantor: Lebih Teratur, Tapi Rentan Stres KomuterLife Balance Bukan Soal Lokasi, Tapi Soal Batasan

Di balik fleksibilitas kerja remote dan rutinitas kerja kantor, masing-masing sistem ternyata memiliki dampak berbeda pada kondisi psikologis dan gaya hidup para pekerja, terutama anak muda yang kini mendominasi angkatan kerja.

Kerja Remote: Fleksibel, Tapi Bisa Menyendiri

Bekerja dari rumah memberikan keleluasaan yang belum tentu ditemukan di kantor. Waktu yang biasanya habis di perjalanan bisa digunakan untuk olahraga, memasak, atau bahkan tidur lebih lama. Banyak pekerja merasa lebih produktif karena bisa menciptakan suasana kerja yang nyaman di rumah.

Namun, di balik semua kemudahan itu, kerja remote juga menyimpan risiko. Batas antara jam kerja dan waktu pribadi menjadi kabur. Tak sedikit yang justru merasa terus bekerja karena notifikasi tak kenal waktu. Rasa sepi dan isolasi juga menjadi isu serius, terutama bagi mereka yang tinggal sendiri.

Studi dari American Psychiatric Association pada 2023 menyebutkan bahwa pekerja remote cenderung mengalami kesepian dan kelelahan emosional lebih tinggi dibanding mereka yang bekerja di kantor. Interaksi sosial yang terbatas membuat mental rentan tertekan tanpa disadari.

Kerja di Kantor: Lebih Teratur, Tapi Rentan Stres Komuter

Bagi sebagian orang, kembali ke kantor memberi rasa stabil dan struktur yang membantu. Waktu kerja lebih jelas, istirahat bisa dilakukan bersama rekan kerja, dan diskusi langsung membuat pekerjaan lebih lancar. Lingkungan kerja yang kondusif juga bisa meningkatkan motivasi dan memperkuat rasa memiliki terhadap perusahaan.

Namun, tekanan bisa datang dari hal lain, seperti kemacetan saat berangkat dan pulang kantor, atau keharusan mengikuti ritme kerja yang kadang tak fleksibel. Pekerja muda yang punya kegiatan atau tanggung jawab di luar pekerjaan formal—misalnya membangun bisnis sampingan atau merawat keluarga—sering kali merasa WFO membuat waktu mereka terkuras habis.

Selain itu, tekanan dari atasan atau budaya kantor yang kompetitif dapat memengaruhi kesehatan mental, seperti munculnya rasa cemas, burnout, bahkan depresi ringan yang sering diabaikan.

Life Balance Bukan Soal Lokasi, Tapi Soal Batasan

Pada akhirnya, baik kerja remote maupun kerja kantor memiliki tantangan masing-masing terhadap mental dan life balance. Kunci utamanya ada pada kemampuan individu dalam mengelola waktu, menetapkan batasan, dan membangun rutinitas yang sehat.

Baca Juga :

Bawaslu Ungkap Dampak Kendala Jaringan Internet Jadi Indikator 36.236 TPS Rawan
Fakta-fakta Pembunuh Eks Casis Bintara Terancam Hukuman Mati, Libatkan Warga Sipil

Pekerja yang tahu kapan harus berhenti, mampu memisahkan ruang kerja dan ruang pribadi (meski hanya simbolis), serta rutin melakukan aktivitas yang menyenangkan di luar pekerjaan, biasanya lebih tahan terhadap tekanan, apapun sistem kerja yang diadopsi.

Bagi perusahaan, penting untuk menyediakan ruang diskusi soal kesehatan mental dan mendukung karyawan dengan kebijakan yang fleksibel. Karena dunia kerja modern bukan lagi tentang “datang jam berapa, pulang jam berapa,” tapi tentang bagaimana pekerjaan tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas hidup.***

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:Kerja RemoteMentalWFO
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Cara Menghadapi Tekanan untuk Selalu Produktif dan Tampil Sempurna di Media Sosial
Next Article Mengenal Gaya Hidup Solo Hangout dan Self-Date yang Makin Populer di Kalangan Anak Muda
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index