INVERSI.ID – Sahdan Arya, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta, mencatat sejarah sebagai ketua RT termuda di lingkungannya, Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara. Di usia 20 tahun, Sahdan resmi dilantik sebagai Ketua RT 07 RW 08 setelah terpilih melalui proses demokratis yang melibatkan warga setempat. Kisah inspiratif ini menjadi bukti nyata bahwa generasi Z peduli masyarakat, bukan sekadar “kaum rebahan” seperti stigma yang sering dilekatkan pada mereka.
Sahdan dikenal warga sebagai sosok muda yang solutif, kreatif, dan cepat tanggap terhadap masalah di wilayahnya. Gaya kepemimpinannya yang segar mendapat apresiasi dari banyak pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube @KangDediMulyadiChannel, Dedi memuji semangat Sahdan sebagai contoh positif generasi muda yang ikut andil dalam pembangunan berbasis komunitas.
“Saya salut dengan semangat anak muda seperti Sahdan. Generasi Z ternyata punya cara sendiri untuk melayani masyarakat,” ujar Dedi.
Dalam kesempatan itu, Dedi juga memberikan masukan tentang pentingnya sistem darurat terintegrasi di tingkat RT yang berbasis data dan teknologi.
Kepemimpinan Muda Berbasis Komunitas
Dilantik di usia yang terbilang sangat muda untuk jabatan Ketua RT, Sahdan membawa angin segar dalam kepemimpinan lingkungan. Ia menegaskan bahwa keaktifannya adalah wujud komitmen generasi Z untuk ikut membangun wilayah tempat tinggalnya.
“Pesan saya untuk anak-anak muda, ayo kita sama-sama membangun wilayah. Kita hapus stigma buruk tentang Gen Z. Karena menurut saya, Gen Z bukan kaum rebahan, tapi kaum yang solutif dan kreatif,” tegas Sahdan saat diwawancarai.
Langkahnya menjadi Ketua RT menunjukkan bahwa anak muda bisa berperan langsung dalam pelayanan publik tanpa harus menunggu “mapan”. Warga sekitar menyebutnya sebagai figur pemimpin yang mudah diajak berdiskusi dan selalu terbuka dengan ide-ide baru.
Pemanfaatan Teknologi dalam Pelayanan RT
Salah satu gagasan yang muncul dalam perbincangan dengan Dedi Mulyadi adalah penerapan sistem darurat berbasis teknologi di lingkungan RT. Dedi mencontohkan adanya database warga yang lengkap dan sistem panggilan darurat otomatis untuk kondisi-kondisi tertentu seperti kematian atau bencana.
“Jadi ke Pak RT langsung ada panggilan berbunyi, ada yang meninggal dengan nomor HP yang terdata,” ungkap Dedi dalam kanal YouTube-nya.
Menurut Dedi, pendataan warga yang akurat sangat penting untuk mendukung pelayanan masyarakat yang cepat dan tepat.
Menanggapi ide itu, Sahdan menjelaskan bahwa wilayah yang dipimpinnya sudah menerapkan komunikasi digital melalui grup WhatsApp warga. Melalui grup tersebut, informasi penting bisa disampaikan secara cepat dan tepat.
“Di RT kita sudah ada grup WhatsApp, jadi kalau ada berita apa-apa langsung disampaikan di sana. Ini cara yang sederhana tapi efektif untuk menjaga komunikasi,” jelasnya.
Inspirasi Bagi Generasi Muda
Kisah Sahdan menjadi inspirasi bagi anak muda lain untuk tidak ragu mengambil peran dalam membangun komunitasnya. Menurutnya, anak muda memiliki energi, kreativitas, dan perspektif baru yang sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman.
Sebagai Ketua RT, ia ingin menunjukkan bahwa menjadi pemimpin lingkungan bukan hanya soal mengurus administrasi, tetapi juga tentang membangun solidaritas, menjaga ketertiban, dan memastikan warga saling mendukung.
“Kalau bukan kita yang peduli dengan lingkungan kita, siapa lagi? Jangan tunggu tua untuk mulai berkontribusi,” pesan Sahdan.
Tantangan Gen Z di Mata Publik
Tak bisa dipungkiri, generasi Z kerap mendapat stigma sebagai generasi yang malas, hanya sibuk dengan gawai, dan kurang peduli pada lingkungan sekitar. Namun Sahdan membuktikan bahwa hal itu tidak sepenuhnya benar. Dengan langkah kecil namun nyata, ia menunjukkan bahwa anak muda bisa menjadi agen perubahan.
“Kita harus ubah persepsi orang tentang kita. Gen Z punya ide, punya semangat, dan bisa bikin perubahan,” tegasnya.
Ia pun berharap akan ada lebih banyak lagi anak muda di lingkungannya maupun daerah lain yang mengikuti jejaknya untuk aktif di komunitas, baik di level RT, RW, hingga organisasi sosial lain.
Bukti Nyata Anak Muda Bisa Memimpin
Kepemimpinan Sahdan Arya sebagai Ketua RT termuda di Rawa Badak Selatan menjadi bukti bahwa generasi Z punya peran penting dalam membangun masyarakat. Dengan pendekatan kreatif, pemanfaatan teknologi, dan semangat kolaborasi, anak muda bisa menjadi pemimpin yang membawa dampak nyata.
Cerita Sahdan menginspirasi bahwa tidak ada kata terlalu muda untuk memulai. Anak muda hanya perlu keberanian untuk melangkah dan keyakinan untuk membawa perubahan positif.***