By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Kisah Warga Badui Korban Gigitan Ular Berbisa, Cenat-cenut Kalau Ada Korban Baru
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kisah Warga Badui Korban Gigitan Ular Berbisa, Cenat-cenut Kalau Ada Korban Baru

Terkini

Kisah Warga Badui Korban Gigitan Ular Berbisa, Cenat-cenut Kalau Ada Korban Baru

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
5 Min Read
SHARE

Kasus warga Badui terkena gigitan ular memang cukup tinggi. Keterbatasan akses rumah sakit, minimnya Serum Anti Bisa Ular (SABU) dan biaya mahal yang membuat warga Badui Dalam korban gigitan ular terkesan memilih pengobatan tradisional.

Nip, warga Badui Dalam masih terlihat pincang saat berjalan masuk menuju ruang meeting PWI Pusat, Jumat (16/2/2024). Nip hadir di Kantor PWI PUsat dalam acara Bakti Sosial Pemberian Serum Anti Bisa Ular dari Rumah Sakit Siloam Hospitals Grup. Ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024.

Pria yang mengenakan pakaian khas adat Badui Dalam menceritakan pengalaman terkena gigitan ular di kaki. Saat itu, ia harus menempuh jarak yang lumayan jauh untuk mendapatkan pengobatan.

Setidaknya, butuh waktu tiga sampai empat jam dari ladang tempat bekerja ke puskesmas terdekat. “Rata-rata kejadiannya itu di kebun saat buka lahan baru,” ujar Nip di Kantor PWI Pusat, Jumat (16/2/2024).

Nip menguraikan setiap kali warga terkena gigitan ular itu mendapat penanganan pertama dengan cara adat. Yakni tokoh adat atau jaro memberikan ramuan obat tradisional racikan sendiri dari dedaunan serta membaca rapal tertentu.

Masyarakat juga tidak mudah untuk mendapatkan akses ke rumah sakit guna melakukan pengobatan. Jalan pengobatan ke rumah sakit ini harus melalui persetujuan dari tokoh adat.

Baca juga: Penampilan Erina Gudono saat Nyoblos, Pakai Tas Dior Puluhan Juta

Selain persetujuan, faktor biaya pun menjadi kendala bagi warga yang akhirnya memilih menempuh pengobatan secara tradisional. “Beruntung sekarang sudah kenal sama pak Arif dari sahabat relawan jadi diusahakan,” ujarnya.

Nip juga mengungkapkan kekhasan dari ular yang menyerang warga Badui itu. Ia menyebutkan setiap ular menyerang warga Badui pasti akan diikuti dengan korban lain di tempat berbeda.

Baca Juga :

Tim Perintis Presisi Polres Jakarta Pusat Tangkap Enam Pemuda Hendak Tawuran di Sawah Besar
Tangis Bahagia Warga Blora! Sumur Minyak Rakyat Kini Legal Mengalir ke PERTAMINA

Selain itu, korban terkena gigitan ular ini juga bisa merasakan jika ada warga baduy dalam lain yang bernasib serupa terserang gigitan ular. “Jadi kalau ada orang yang terkena gigitan ular, kita terasa cenat-cenut,” ujarnya.

Nip juga menuturkan satu lagi yang berbahaya pada ular berbisa ini. Yakni bangkai ular berbisa ini tidak boleh dibiarkan karena jika terinjak maka bisa dan tulangnya itu lebih berbahaya jika terkena badan. “Makanya kita kubur kalau sudah mati,” ujarnya.

12Next Page

You Might Also Like

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Biodata dan Profil Park Solomon, Pemeran Utama Branding in Seongsu
Next Article Hasil Perolehan Suara Sementara Calon DPD RI Asal Sumut
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

3 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Mo Salah Antar Mesir Puncaki Grup! Selangkah Lagi ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index