By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kisah Warga Badui Korban Gigitan Ular Berbisa, Cenat-cenut Kalau Ada Korban Baru
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kisah Warga Badui Korban Gigitan Ular Berbisa, Cenat-cenut Kalau Ada Korban Baru

Terkini

Kisah Warga Badui Korban Gigitan Ular Berbisa, Cenat-cenut Kalau Ada Korban Baru

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
5 Min Read
SHARE

Terbentur Aturan Adat

Muhamad Arif Kirdiat, Koordinator Sahabat Relawan Indonesia yang mendampingi masyarakat Badui Dalam mengatakan lima kasus kesehatan yang menimpa masyarakat adat Banten tersebut. Yakni gigitan ular berbisa, penyakit kulit, kasus kematian ibu dan anak, TBC dan ISPA.

Arif menceritakan awal mula melakukan pendampingan kepada warga Badui Dalam ini sangat sulit lantaran terbentur aturan adat. Mereka yang terkena gigitan ular ini harus mendapat izin dari pemangku adat. Namun belakangan, setelah melakukan pendekatan saat ini warga yang terkena gigitan ular bisa dibawa ke rumah sakit Serang.

Namun ada faktor kekhawatiran masyarakat untuk mengobati luka akibat gigitan ular terutama soal biaya. Sehingga mereka memilih membiarkan luka yang kian membengkak. “Alasannya kekhawatiran biaya dan administrasi yang merepotkan,” ujar Arif Kirdiat.

Arif menjelaskan kasus gigitan ular berbisa ini biasanya kerap terjadi saat pembukaan lahan baru. Makanya, kasus yang banyak menimpa warga saat berangkat ke ladang itu menimpa tangan dan kaki. Kejadian klinis pada korban gigitan ular ini pun unik, yakni terjadi pembengkakan dan berwarna hitam.

Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun mengapresiasi partisipasi RS Siloam Hospitals dalam memberikan perhatian kepada masyarakat melalui PWI. “Serum ini sangat dibutuhkan warga Badui, karena kasus gigitan ular di sana cukup banyak,” ujar Hendry Ch Bangun.

Head of Public Relation Rumah Sakit Siloam Hospitals Jimmy Rambing mengatakan pihaknya memberikan sumbangan Serum Anti Bisa Ular (SABU) sebanyak 5 fiul. RS Siloam Hospitals memiliki enam fiul SABU dan hanya satu yang tersedia di rumah sakit.

Jimmy menyerahkan teknis penggunaan serum pada tenaga medis setempat. “Kami berharap ini bisa membantu masyarakat yang terkena gigitan ular,” ujar Jimmy.

Jimmy menambahkan ke depan pihaknya berharap bisa kembali memberikan kontribusi terhadap masyarakat Badui Dalam.

Previous Page12

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Biodata dan Profil Park Solomon, Pemeran Utama Branding in Seongsu
Next Article Hasil Perolehan Suara Sementara Calon DPD RI Asal Sumut
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index