By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Makna Hari Kartini di Mata Gen Z: Masih Relevan atau Mulai Terlupakan?
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Makna Hari Kartini di Mata Gen Z: Masih Relevan atau Mulai Terlupakan?

Terkini

Makna Hari Kartini di Mata Gen Z: Masih Relevan atau Mulai Terlupakan?

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Setiap April, Indonesia mengenang perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan. Namun, di tengah gempuran teknologi dan perubahan sosial, gaung Hari Kartini yang jatuh pada 21 April kini terasa lebih sunyi dibanding masa lalu. Apakah semangat Kartini masih hidup di kalangan generasi muda?

Contents
RA Kartini di Era Digital: Masih Dikenal, Tapi Lebih KritisKesetaraan Gender: Masih Banyak PR

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, lembaga riset StatsMe melakukan survei terbatas pada 9–15 April 2025 dengan melibatkan 109 responden dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Mayoritas responden berasal dari Jawa Timur (80%) dan mewakili kelompok Generasi Z (Gen Z), yang dikenal dekat dengan dunia digital.

“Kami fokus pada Gen Z karena mereka adalah generasi yang paling vokal dan aktif dalam isu-isu sosial, termasuk kesetaraan gender,” ujar Direktur StatsMe, Lussi Agustin, Sabtu (19/4).

RA Kartini di Era Digital: Masih Dikenal, Tapi Lebih Kritis

Hasil survei menunjukkan bahwa RA Kartini masih dikenali oleh Gen Z. Sebanyak 82,57% responden menyebut masih mengingat bahwa 21 April adalah Hari Kartini. Mayoritas mengaitkan emansipasi dengan isu kesetaraan gender (58%), kemandirian perempuan (18%), dan perjuangan umum kaum perempuan (24%).

“Makna emansipasi kini tak lagi terbatas pada akses pendidikan. Gen Z memahami emansipasi sebagai hak perempuan untuk menentukan masa depan, baik dalam pendidikan, karier, maupun peran di masyarakat,” jelas Lussi.

Meski semangatnya tetap diingat, sebagian besar responden (63%) mengaku terakhir kali mengikuti peringatan Hari Kartini saat masih sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan memainkan peran penting dalam menjaga nilai-nilai perjuangan Kartini tetap relevan.

“Kegiatan seremonial seperti lomba, memakai baju adat, dan pembacaan surat Kartini ternyata efektif menjaga memori kolektif tentang sosok RA Kartini,” tambah Lussi.

Kesetaraan Gender: Masih Banyak PR

Meski banyak kemajuan, kesenjangan gender masih menjadi isu serius di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Ketimpangan Gender (IKG) pada 2024 menurun menjadi 0,447 dari 0,459 pada tahun sebelumnya. Namun, penurunan ini dinilai belum cukup signifikan.

Sebanyak 52,29% responden menyebut budaya patriarki sebagai hambatan utama dalam mewujudkan kesetaraan. Sementara itu, 36,7% responden menyoroti ketimpangan kesempatan kerja sebagai tantangan besar bagi perempuan.

Baca Juga :

Soal Piala Dunia U-20, Jokowi Minta Jangan Saling Menyalahkan
Pemprov DKI Pilih Buka Taman hingga Malam daripada Kirim Anak Nakal ke Barak Militer

“Perempuan masih sering dianggap tidak perlu mengejar karier tinggi, atau bahkan dinilai lebih rendah saat mengambil peran dominan dalam keluarga maupun pekerjaan,” ujar Lussi.

Ia menambahkan bahwa perubahan pandangan masyarakat terhadap perempuan membutuhkan proses panjang dan keterlibatan semua pihak—mulai dari pemerintah, media, hingga masyarakat sipil.

“Perjuangan emansipasi saat ini bukan hanya soal perempuan yang berdaya, tapi bagaimana sistem sosial juga turut berubah mendukung mereka,” pungkasnya.***

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:gen zHari Kartini
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Geneksis Exhibition 2025: Kreativitas Gen Z SMK Sahid Ramaikan Perpusnas
Next Article TikTok Dianggap Ancaman Serius, Zuckerberg Akui Meta Melambat Sejak 2018
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

13 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

14 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index