By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: MARKET MOVE: Strategi De-Globalisasi Starbucks di China
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » MARKET MOVE: Strategi De-Globalisasi Starbucks di China

Ekonomi

MARKET MOVE: Strategi De-Globalisasi Starbucks di China

Adrian
By
Adrian
8 months ago
Share
3 Min Read
MARKET MOVE: Strategi De-Globalisasi Starbucks di China
MARKET MOVE: Strategi De-Globalisasi Starbucks di China
SHARE

Halo Inversi! Kabar mengejutkan datang dari Starbucks. Raksasa kedai kopi global ini melakukan manuver massive dengan menjual 60% kendali operasi bisnisnya di China kepada perusahaan investasi lokal, Boyu Capital, dalam kesepakatan yang menilai bisnis tersebut seharga US$4 miliar.

Contents
BOYU CAPITAL ADVANTAGE: BUKAN HANYA MODALTHE YOUNG TYCOON: ALVIN JIANG DI BALIK LAYAR

Langkah ini adalah salah satu divestasi unit China terbesar oleh perusahaan konsumen global dalam beberapa tahun terakhir, dan merupakan respons strategis terhadap competitive landscape yang brutal di Tiongkok. Di sana, pesaing lokal seperti Luckin dan Cotti menawarkan kopi dengan harga super-agresif (hanya sepertiga harga Starbucks).

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Boyu Capital akan memegang hingga 60% saham perusahaan patungan baru, sementara Starbucks mempertahankan 40% saham sambil terus melisensikan merek dan hak kekayaan intelektualnya.

BOYU CAPITAL ADVANTAGE: BUKAN HANYA MODAL

Dana segar dari Boyu akan menjadi bantuan vital bagi Starbucks untuk:

  • Mendorong pertumbuhan di kota-kota tingkat bawah (ekspansi geografis).
  • Membuat toko yang sudah ada menjadi lebih hemat biaya (cost-efficient).

Langkah ini menunjukkan bahwa untuk sukses di pasar China, perusahaan global seringkali perlu menggandeng mitra lokal yang memiliki deep insight dan koneksi yang kuat. Meskipun Starbucks telah menciptakan pasar kopi di China sejak 1999, pangsa pasarnya anjlok dari 34% (2019) menjadi 14% tahun lalu. Kerja sama dengan Boyu diharapkan dapat mengembalikan market share tersebut.

THE YOUNG TYCOON: ALVIN JIANG DI BALIK LAYAR

Di balik Boyu Capital adalah sosok Alvin Jiang, seorang pengusaha berusia 30 tahun, dan cucu dari mantan presiden Jiang Zemin.

  • Profil: Lulusan Harvard yang berpengalaman sebagai analis di unit ekuitas swasta Goldman Sachs. Ia memulai Boyu Capital di Hong Kong pada usia 25 tahun dan dengan cepat menggalang dana miliaran dolar, membuktikan dirinya sebagai investor tersukses di China.
  • The Edge: Banyak pihak meyakini koneksi keluarga Jiang telah membantu Boyu terlibat dalam berbagai transaksi penting, mulai dari IPO Alibaba Group hingga Ant Group, bahkan mendapatkan akses ke sektor-sektor yang dikontrol ketat negara (seperti Sunrise Duty Free).

Alvin Jiang adalah bagian dari fenomena young tycoons di China yang mendominasi industri private equity. Aksinya mencerminkan jejak ayahnya, Jiang Mianheng, yang juga dikenal sebagai pionir private equity di Tiongkok.

Kesepakatan US$4 miliar ini adalah manuver strategis Starbucks untuk bertahan dalam coffee war di China. Dengan menggandeng kekuatan lokal, akses, dan skill set finansial Boyu Capital yang dipimpin Alvin Jiang, Starbucks berharap bisa menemukan kembali winning formula di pasar terbesarnya di Asia.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat
Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
TAGGED:ChinaDe-GlobalisasiMarketStarbucksStrategi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Guru & Siswa 'Smandalan' Smash ISIF & IRTC 2025 di Bali! Guru & Siswa ‘Smandalan’ Smash ISIF & IRTC 2025 di Bali!
Next Article Noor Dinar Noor Dinar Hadir di Tengah Lonjakan Harga Emas: Solusi Investasi Rasional dan Elegan untuk Masa Kini
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

4 days ago
EkonomiTerkini

PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu

4 days ago
EkonomiPildun 2026Terkini

Piala Dunia 2026 Diserbu Judol, Polisi Putar Otak Kejar Bandar

5 days ago
Ekonomi

Perang Reda, BBM Tetap Aman! Jurus Bahlil Ini Tuai Pujian

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index