JAKARTA – Setelah berjalan kurang lebih 1,5 tahun, roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan tren yang solid. Berdasarkan rilis terbaru dari lembaga survei Poltracking Indonesia, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah saat ini berada di angka yang cukup impresif, yakni 75,1%.
Hasil survei yang dilakukan pada medio Maret 2026 ini menunjukkan bahwa di tengah gempuran isu geopolitik global yang tidak menentu, persepsi masyarakat terhadap stabilitas nasional masih sangat positif.
Program MBG Sebagai Pendongkrak Utama
Menariknya, variabel terbesar yang memicu kepuasan ini bukanlah sekadar janji politik, melainkan realisasi program unggulan: Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Penyumbang Kepuasan: Sekitar 23% responden menyebutkan bahwa MBG adalah alasan utama mereka merasa puas dengan kinerja pemerintah.
- Popularitas: Program ini mencatatkan tingkat pengenalan (awareness) yang sangat tinggi, mencapai 88%.
- Efek Ekonomi: Selain aspek nutrisi, masyarakat menilai program ini membantu meringankan beban ekonomi keluarga, terutama di lapisan masyarakat menengah ke bawah.
Angka-Angka Kunci Survei Poltracking
Poltracking membedah kepuasan publik ke dalam beberapa kategori utama:
| Kategori Kepuasan | Persentase |
| Kepercayaan terhadap Pemerintah | 75,1% |
| Kinerja Prabowo sebagai Presiden | 74,9% |
| Kinerja Pemerintahan (Prabowo-Gibran) | 74,1% |
| Stabilitas Harmoni Beragama | 77,8% |
Masduri Amrawi, Peneliti Utama Poltracking, menyebutkan bahwa angka di atas 70% ini merupakan modal politik yang sangat kuat. Selain program MBG, gaya kepemimpinan Prabowo yang dianggap tegas dan berwibawa menjadi alasan pendukung bagi 10,2% responden lainnya.
Meski angkanya tergolong tinggi, bukan berarti pemerintah tanpa tantangan. Survei ini juga mencatat adanya dinamika perdebatan publik terkait implementasi program, di mana sekitar 35,8% responden memberikan catatan kritis. Namun, secara keseluruhan, kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan (69,9%) dan persatuan nasional (69,4%) masih mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat.
Metodologi survei ini menggunakan multistage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden di seluruh Indonesia, serta memiliki margin of error sebesar +/- 2,9%.