By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: MBG Jadi Mesin Ekonomi Desa: Permintaan Ayam dan Telur Meledak
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » MBG Jadi Mesin Ekonomi Desa: Permintaan Ayam dan Telur Meledak

MBGTerkini

MBG Jadi Mesin Ekonomi Desa: Permintaan Ayam dan Telur Meledak

Nicholas
By
Nicholas
3 months ago
Share
5 Min Read
(Ilustrasi) Para pemilik peternakan ayam merasakan dampak ekonomi yang positif dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa peningkatan permintaan ayam sebagai salah satu menu makanan bergizi. (Foto, Dok/Kementan)
SHARE

YOGYAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah kini mulai menunjukkan dampak yang lebih luas dari sekadar pemenuhan gizi anak sekolah. Di berbagai daerah, program ini justru berkembang menjadi mesin penggerak ekonomi desa, menghidupkan rantai usaha mulai dari petani, peternak ayam, pemasok bahan pangan, hingga pekerja dapur lokal.

Lonjakan kebutuhan pangan yang dihasilkan dari program tersebut membuat permintaan ayam dan telur meningkat signifikan, membuka peluang besar bagi pelaku usaha peternakan di daerah.

Salah satu contoh datang dari emiten unggas berbasis Yogyakarta, PT Janu Putra Sejahtera Tbk yang saat ini memasok kebutuhan sekitar 50 dapur MBG di wilayah Solo dan Yogyakarta.

Direktur Utama perusahaan, Sri Mulyani, menjelaskan pihaknya memanfaatkan fasilitas Rumah Potong Ayam (RPA) untuk mendukung kebutuhan dapur-dapur program tersebut. “Untuk produk telur, kontribusi masih dalam tahap pengembangan dan belum sebesar ayam,” ujar Sri pada 17 Maret 2026 di Jogyakarta.

Perusahaan juga tengah meningkatkan kapasitas produksi telur melalui pengembangan layer baru yang dimulai sejak 2025 dan ditargetkan optimal pada 2026. “Kami memanfaatkan lokasi operasional Yogyakarta, yang berada di pusat kawasan permintaan MBG, untuk memperluas jangkauan distribusi dan pemenuhan kebutuhan ayam dan telur,” jelasnya.

Dengan meningkatnya permintaan dari program pemerintah, perusahaannya memproyeksikan laba bersih tahun buku 2026 tumbuh sekitar 6%–8% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini diperkirakan didorong oleh segmen Parent Stock (DOC) dengan potensi harga sekitar Rp7.000–Rp7.500 per DOC dan biaya produksi sekitar Rp4.600–Rp6.000.

Selain itu, perusahaan juga mulai mendorong kontribusi dari segmen Rumah Potong Ayam (RPA) sebagai sumber profit baru dalam beberapa tahun ke depan. “Segmen layer juga dipandang memiliki potensi profit yang stabil dalam jangka panjang,” kata Sri.

Ledakan Permintaan dari Program MBG

Lonjakan kebutuhan ayam dan telur tersebut tidak terlepas dari skala program MBG yang semakin besar. Saat ini jumlah penerima manfaat program tersebut telah mencapai 55,1 juta orang di seluruh Indonesia.

Baca Juga :

Polbangtan Malang Jemput Bintang Pertanian! Tes Jalur Prestasi 2025: Mencari Future Farmers yang Melek Teknologi & Siap Majukan Pangan!
Jadwal Tayang Private Bodyguard Episode 14-15

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan kebutuhan pangan untuk program ini sangat besar sehingga memicu peningkatan aktivitas ekonomi di sektor pertanian dan peternakan. “Karena yang menerima manfaat sudah 55,1 juta orang, kebutuhan rantai pasoknya menjadi sangat signifikan,” kata Dadan di Jakarta, Senin (23/3/2026).

Ia menambahkan, untuk menjaga ketersediaan telur saja, Indonesia membutuhkan tambahan minimal 1.500 peternak ayam petelur baru pada 2026. Oleh karenanya, BGN juga telah mengusulkan kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy agar ada tambahan sekitar 6 juta ayam petelur.

“Untuk telur ayam di 2026, kami sudah sampaikan agar ada minimal 6 juta ayam petelur baru, atau setara minimal 1.500 peternak baru agar kita bisa memberikan telur dua kali seminggu,” ujar Dadan.

Setiap Dapur Serap Ribuan Telur dan Ratusan Ayam

Kebutuhan bahan pangan untuk setiap dapur MBG juga sangat besar. Dalam satu kali proses memasak, satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar.

Dalam satu kali produksi makanan, satu dapur MBG membutuhkan sekitar, 3.000 butir telur, 350 ekor ayam, 350 kilogram sayuran, dan 450 liter susu. Besarnya kebutuhan tersebut membuat aktivitas ekonomi di tingkat lokal ikut meningkat.

Saat ini diperkirakan sekitar 700 ribu hingga 890 ribu orang telah terlibat langsung bekerja di dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia.

Selain itu, setiap dapur juga bekerja sama dengan sedikitnya 15 pemasok bahan pangan, mulai dari beras, minyak, telur, ayam, susu hingga bumbu dapur. Setiap pemasok biasanya melibatkan 2 hingga 15 tenaga kerja local.

“Produksi para petani, peternak, dan nelayan bisa diserap oleh setiap SPPG, sehingga gairah untuk meningkatkan produktivitas wilayah sekarang sudah mulai meningkat,” ujar Dadan.

Dari sisi anggaran, skala program MBG juga sangat besar. Distribusi program yang dimulai secara nasional sejak Januari 2025 membutuhkan dana sekitar Rp 855 miliar per hari. Jumlah tersebut bahkan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp1,2 triliun per hari seiring bertambahnya jumlah penerima manfaat.

Hal yang menarikn, sekitar 70% dana program MBG digunakan untuk pembelian bahan baku pangan, dan 95–99% di antaranya berasal dari produk pertanian dalam negeri. Skema ini membuat aliran dana dari pemerintah langsung menggerakkan ekonomi daerah di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

“Kalau kami informasikan satu hari kita makan daging sapi, maka 19.000 ekor sapi harus ada dalam satu kali masak. Itu dorongan ekonomi yang luar biasa terhadap pertanian dan peternakan,” kata Dadan.

Dengan skala permintaan yang sangat besar, program MBG kini tidak hanya dipandang sebagai kebijakan gizi nasional, tetapi juga sebagai mesin ekonomi baru di pedesaan yang mampu menggerakkan rantai produksi dari petani, peternak, dapur lokal hingga pekerja di daerah.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:MBGProgram Makan Bergizi GratisRumah Potong Ayam (RPA)Yogyakarta
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Taruhan Presiden Prabowo: Program MBG Jadi Penentu Masa Depan Generasi Indonesia
Next Article JTT Siapkan 26 Gardu Tol di Cikampek Utama Hadapi Puncak Arus Balik
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

19 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

20 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index