By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Mengenal Anemia: Penyakit Tersembunyi pada Remaja
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mengenal Anemia: Penyakit Tersembunyi pada Remaja

LifeStyle

Mengenal Anemia: Penyakit Tersembunyi pada Remaja

Jack
By
Jack
11 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Banyak remaja sering merasa cepat lelah, sulit berkonsentrasi, atau bahkan mengalami pusing tanpa sebab yang jelas. Keluhan ini sering dianggap sebagai efek dari kurang tidur atau aktivitas yang padat, padahal bisa jadi itu merupakan tanda-tanda anemia. Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Remaja, terutama perempuan, lebih rentan mengalami anemia. Salah satu penyebab utamanya adalah menstruasi yang membuat tubuh kehilangan darah secara rutin. Selain itu, pola makan yang kurang sehat juga menjadi faktor besar.

Banyak remaja yang lebih memilih makanan cepat saji yang rendah zat besi dan nutrisi penting lainnya, atau menjalani diet ketat tanpa memperhatikan asupan gizi yang cukup. Dalam masa pertumbuhan yang pesat, tubuh membutuhkan lebih banyak zat besi untuk mendukung produksi sel darah merah. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, anemia bisa terjadi tanpa disadari.

Gejala anemia sering muncul perlahan dan tidak selalu terasa langsung. Tubuh yang mudah lelah, kulit terlihat lebih pucat dari biasanya, sering merasa pusing atau melayang, hingga sulit fokus dalam belajar adalah beberapa tanda yang perlu diwaspadai. Dalam beberapa kasus, anemia juga bisa menyebabkan rambut rontok, kuku menjadi lebih rapuh, serta jantung berdebar lebih cepat meskipun tidak sedang melakukan aktivitas berat.

Jika anemia dibiarkan tanpa penanganan, dampaknya bisa cukup serius. Selain menurunkan daya tahan tubuh, anemia juga bisa berpengaruh pada performa akademik karena tubuh yang lemah membuat sulit untuk fokus dan beraktivitas dengan maksimal. Dalam jangka panjang, anemia kronis dapat meningkatkan risiko gangguan jantung karena jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.

Untuk mencegah anemia, penting untuk memastikan asupan nutrisi yang cukup setiap hari. Makanan kaya zat besi seperti daging merah, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan telur sangat membantu dalam menjaga kadar hemoglobin tetap normal. Mengonsumsi buah-buahan yang kaya vitamin C juga bisa membantu penyerapan zat besi dengan lebih baik.

Sebaliknya, beberapa kebiasaan seperti minum teh atau kopi setelah makan bisa menghambat penyerapan zat besi, sehingga perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan menyarankan suplemen zat besi jika anemia sudah terjadi.

Anemia memang sering tidak disadari karena gejalanya cenderung ringan dan berkembang perlahan. Namun, kondisi ini bukan sesuatu yang bisa diabaikan. Dengan pola makan sehat dan kebiasaan yang tepat, remaja bisa tetap aktif, bertenaga, dan terhindar dari dampak negatif anemia dalam jangka panjang.***

Baca Juga :

Dembélé Hattrick, Haaland Tak Berkutik, Les Bleus Kirim Sinyal Paling Serius
Bidik Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari, ESDM Genjot EOR dan Optimalisasi Sumur Rakyat

You Might Also Like

Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Komdigi: Akun Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam Judi Online di Media Sosial
WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Bagikan Nomor Telepon
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal
TAGGED:Anemiakesehatanremaja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Deretan Anime dengan Viewer Terbanyak Menghipnotis Jutaan Penonton
Next Article Waspadai Aplikasi Android Berkedok Game: Ancaman Keamanan yang Mengintai
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Pemerintah Jepang Resmi Usulkan Sistem Dua Ibu Kota untuk Kurangi Sentralisasi Tokyo

3 weeks ago
Travel

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

3 weeks ago
Travel

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027

4 weeks ago
Travel

Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index