By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Bidik Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari, ESDM Genjot EOR dan Optimalisasi Sumur Rakyat
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bidik Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari, ESDM Genjot EOR dan Optimalisasi Sumur Rakyat

Ekonomi

Bidik Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari, ESDM Genjot EOR dan Optimalisasi Sumur Rakyat

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
6 months ago
Share
4 Min Read
Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman. (Foto : Detikcom/Heri Purnomo)
Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman. (Foto : Detikcom/Heri Purnomo)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Pemerintah menetapkan target lifting minyak nasional pada tahun 2026 sebesar 610 ribu barel per hari. Target tersebut meningkat dibandingkan sasaran tahun sebelumnya yang berada di angka 605 ribu barel per hari.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menilai peningkatan lifting minyak menjadi indikator krusial dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan penurunan produksi alamiah lapangan migas.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Laode Sulaeman menegaskan bahwa pemerintah akan mengerahkan berbagai strategi untuk memastikan target tersebut tercapai. Menurutnya, capaian lifting minyak tidak hanya berdampak pada pasokan energi, tetapi juga mencerminkan kekuatan nasional dalam mengelola sumber daya strategis.

“Kita tetap fokus pada lifting. Lifting minyak adalah hal paling penting karena indikator pertahanan energi kita ada di situ,” ujar Laode saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu 21 Januari 2026.

Laode menjelaskan bahwa strategi yang ditempuh untuk mencapai target 610 ribu barel per hari pada dasarnya merupakan kelanjutan dari berbagai upaya yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya. Pemerintah menilai langkah-langkah tersebut masih relevan dan perlu diperkuat agar mampu memberikan tambahan produksi yang signifikan.

Salah satu upaya utama yang terus didorong adalah penerapan Enhanced Oil Recovery atau EOR di sejumlah lapangan migas. Teknologi EOR dinilai efektif untuk meningkatkan perolehan minyak dari lapangan-lapangan tua yang secara alami mengalami penurunan produksi. Pemerintah berencana memperluas penerapan EOR ke beberapa wilayah potensial lainnya.

“Upaya-upaya tahun kemarin kita lanjutkan. EOR juga sudah dimulai dan akan kita lakukan lagi di beberapa lokasi agar target 610 ribu barel bisa tercapai,” kata Laode.

Selain EOR, Kementerian ESDM juga mendorong optimalisasi produksi dari sumur minyak masyarakat yang selama ini dinilai memiliki potensi besar untuk menambah lifting nasional. Pemerintah melihat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumur minyak dapat menjadi solusi tambahan di tengah keterbatasan penemuan cadangan baru.

“Kemudian sumur masyarakat sudah dimulai. Kita upayakan akan menambah lagi kontribusinya,” ujarnya.

Baca Juga :

(1) Kisi-Kisi Jelang Debat Keempat Pilpres 2024, Pengelolaan SDA Lewat Hilirisasi Diperkuat
Tantangan Ekonomi Gen Z: Utang Tinggi, Pendapatan Rendah, Harapan Tipis?

Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Kementerian ESDM telah menginventarisasi sekitar 45 ribu sumur minyak masyarakat. Pendataan ini dilakukan dengan melibatkan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota. Sumur-sumur tersebut direncanakan dikelola oleh masyarakat melalui koperasi, usaha mikro kecil dan menengah, serta badan usaha milik daerah yang direkomendasikan oleh kepala daerah setempat.

Sumur minyak masyarakat tersebut tersebar di enam provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pemerintah berharap pengelolaan yang lebih terstruktur dan legal dapat meningkatkan produksi sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah migas.

Dalam aturan terbaru, pemerintah juga menekankan pentingnya aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan dalam pengelolaan sumur minyak masyarakat. Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong perputaran ekonomi di daerah penghasil migas.

Melalui kombinasi penerapan teknologi EOR dan optimalisasi sumur minyak masyarakat, Kementerian ESDM optimistis target lifting minyak 610 ribu barel per hari pada 2026 dapat dicapai. Pemerintah menilai langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka menengah untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
TAGGED:Bahlil LahadaliaEnergiESDMKementerian ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Anggota Komisi XII dari Fraksi PKS DPR RI Ateng Sutisna. (Foto : ANTARA) PKS Apresiasi Langkah ESDM Hentikan Impor BBM, DPR Nilai Momentum Penting Kedaulatan Energi
Next Article Menteri ESDM Setujui Usulan 301 Blok Wilayah Pertambangan Rakyat di Sumbar. (Foto : Ist) Menteri ESDM Setujui 301 Blok Wilayah Pertambangan Rakyat di Sumbar, Pemprov Dorong Penertiban PETI
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

InternasionalTerkini

Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

7 days ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

1 week ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

1 week ago
PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index