By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Modus Baru Penipuan PMI: Dijanjikan Kerja di UEA, Malah Dikirim ke Libya
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Modus Baru Penipuan PMI: Dijanjikan Kerja di UEA, Malah Dikirim ke Libya

Terkini

Modus Baru Penipuan PMI: Dijanjikan Kerja di UEA, Malah Dikirim ke Libya

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
4 Min Read
Ilustrasi pelaku penipuan sedang melakukan aksinya. (Foto: Freepik)
SHARE

INVERSI.ID – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan dalam perekrutan tenaga kerja ke luar negeri. Imbauan tersebut disampaikan menyusul masih maraknya kasus keberangkatan pekerja migran Indonesia (PMI) secara non-prosedural.

Direktur Jenderal Pelindungan P2MI Rinardi menegaskan bahwa calon pekerja migran harus memastikan seluruh proses penempatan kerja dilakukan sesuai prosedur resmi.

“Mengimbau calon pekerja migran Indonesia (PMI) untuk memastikan seluruh proses penempatan dilakukan secara prosedural,” kata Rinardi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat dapat memeriksa legalitas penempatan kerja serta job order melalui situs resmi pemerintah di laman siskop2mi.bp2mi.go.id. Langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa proses perekrutan dilakukan secara sah dan aman.

Rinardi juga menegaskan bahwa pemerintah hingga saat ini masih memberlakukan moratorium pengiriman pekerja migran sektor domestik ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Libya. Kebijakan ini diterapkan karena tingginya potensi masalah hukum serta kesulitan pemulangan pekerja migran dari negara tersebut.

Meski demikian, laporan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tripoli menunjukkan masih adanya peningkatan jumlah PMI yang berangkat secara non-prosedural ke negara tersebut.

Menurut Rinardi, sejumlah pekerja migran mengaku menjadi korban penipuan oleh agen perekrut. Mereka awalnya dijanjikan bekerja di negara lain, namun kenyataannya justru diberangkatkan ke Libya.

“Para pekerja ini umumnya dijanjikan bekerja di Uni Emirat Arab atau Turki. Namun, dalam praktiknya, mereka justru diterbangkan ke Libia tanpa pemahaman yang jelas mengenai kondisi kerja yang akan mereka hadapi,” katanya.

Ia menjelaskan, para calon pekerja migran biasanya diberangkatkan terlebih dahulu ke negara transit seperti Dubai atau Istanbul. Namun setelah tiba di lokasi transit, mereka justru dialihkan penerbangannya menuju kota Tripoli atau Benghazi di Libya.

Baca Juga :

PPKORI Soroti Dokter Gadungan yang Kelabui Klub Liga 1 dan Timnas Indonesia U19
Biodata dan Profil Cak Abid Lirboyo, Sosok yang Kerap Disebut oleh Ning Maghrib

Setibanya di negara tujuan, para pekerja migran kerap menghadapi berbagai persoalan dengan majikan, termasuk perlakuan yang tidak sesuai dengan kesepakatan kerja. Kondisi tersebut membuat sebagian dari mereka akhirnya mencari perlindungan ke KBRI Tripoli.

Selain persoalan ketenagakerjaan, para PMI tersebut juga mengalami kendala ketika ingin kembali ke Indonesia.

“Proses pemulangan tidak mudah karena harus memenuhi berbagai persyaratan administratif, seperti paspor, izin tinggal, hingga izin keluar dari negara tersebut. Selain itu, terdapat denda pajak warga asing sekitar 75 dinar Libia per bulan serta biaya exit permit sekitar 555 dinar,” katanya.

Rinardi menambahkan bahwa dalam beberapa kasus, pekerja migran yang memutus kontrak kerja sebelum masa dua tahun juga diminta membayar ganti rugi kepada majikan.

“Jika seluruh komponen biaya tersebut dihitung, maka total biaya yang diperlukan untuk pemulangan dapat mencapai lebih dari Rp100 juta per orang, termasuk denda, ganti rugi, dan tiket pesawat. Proses pemulangan bahkan dapat memakan waktu berbulan-bulan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, ia mengingatkan warga negara Indonesia yang sedang berada di bandara transit seperti Dubai atau Istanbul dan diminta melanjutkan perjalanan ke Libya agar segera menolak.

“Apabila mengalami situasi tersebut, kami mengimbau agar segera meminta bantuan kepada petugas bandara setempat untuk dihubungkan dengan KJRI di Dubai atau Istanbul guna mendapatkan perlindungan,” ujar Rinardi.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:Lowongan KerjamodusPenipuan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Dishub Bandung Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang
Next Article 14 Wakil Indonesia Siap Bertarung di Swiss Open 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index