By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Mubeng Benteng, Bukan Sekadar Jalan Kaki Tengah Malam, Tapi Tirakat ala Kraton Jogja
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mubeng Benteng, Bukan Sekadar Jalan Kaki Tengah Malam, Tapi Tirakat ala Kraton Jogja

Terkini

Mubeng Benteng, Bukan Sekadar Jalan Kaki Tengah Malam, Tapi Tirakat ala Kraton Jogja

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
1 year ago
Share
2 Min Read
SHARE

inversi.id – Tiap malam 1 Sura, Jogja bukan cuma tentang suasana mistis atau aura spiritual. Ada satu tradisi yang konsisten jadi highlight tiap tahunnya: Mubeng Beteng alias jalan kaki mengelilingi benteng Keraton Jogja. Tahun ini, prosesi itu akan digelar lagi pada Kamis, 26 Juni 2025, bertepatan dengan 1 Muharram 1447 H / 1 Sura Je 1959.

Mubeng Beteng bukan sekadar “malam-malam cari keringat”. Ini adalah bentuk tirakat dan perenungan diri, warisan budaya yang sarat makna.
Kraton Jogja menyebutnya sebagai “Hajad Kawula Dalem”, sebuah momen sakral untuk menyucikan batin dan meresapi perjalanan spiritual di awal tahun Jawa.

Tradisi ini dimulai dengan pembacaan macapat di Pelataran Kamandungan Lor (Keben), dan keberangkatan dilakukan dari Bangsal Ponconiti. Kalau kamu ikut, kamu literally akan berjalan kaki mengelilingi benteng keraton—total sekitar 5 km—dalam diam, larut malam, dengan penuh kesadaran diri.

Satu hal yang bikin tradisi ini beda dari sekadar night walk atau silent walk:

Pesertanya wajib diam. Total. No ngobrol, no bercanda, no TikTok-an.

Yup, selama prosesi, peserta diminta untuk tidak berbicara, menjaga ketertiban, dan memakai busana sopan (no celana pendek, no outfit nyentrik). Ini bukan parade, ini refleksi.

Kabar baiknya: kamu yang bukan abdi dalem juga boleh ikut! Tapi ingat: ini bukan event buat konten aesthetic atau pamer vibes mistis.
Tujuan utamanya tetap tirakat, alias menyepi sambil mikir:
“Sudah sejauh apa kita melangkah? Mau dibawa ke mana hidup ini?”

Di tengah dunia yang serba cepat dan bising, Mubeng Beteng jadi ruang untuk diam sejenak, merenung, dan menyambut tahun baru Jawa dengan hati yang lebih tenang.

Kalau kamu merasa perlu “pause” sebentar dari hiruk-pikuk sosial media dan overthinking harian, mungkin langkah sunyi keliling benteng bisa jadi titik balik kecil dalam hidupmu.

Baca Juga :

Fakta-fakta Pendeta Hindu di India, Serukan Pengikutnya Rebut Ka’bah dari Kaum Muslim
Perbedaan Penetapan Awal Ramadan 2025, Antara Indonesia dan Negara Tetangga

Jadi, siap jalan kaki dalam diam… sambil berdialog sama diri sendiri?

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:Jogja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article Zodiak Update Hari Ini Ramalan Zodiak Hari Ini: Masalah Cinta, Teman Toxic, dan Deadline Tugas Bikin Pusing
Next Article Kopi Merapi, Aroma Bangkit dari Abu, Rasa yang Lahir dari Lereng Gunung
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index