INVERSI.ID – Produsen otomotif asal China, Changan melalui Changan Indonesia membagikan sejumlah tips bagi pengguna mobil listrik yang berencana melakukan perjalanan mudik Lebaran. Tips ini bertujuan agar perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan listrik tetap aman, nyaman, dan efisien.
CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengatakan bahwa momentum mudik menjadi salah satu perjalanan penting bagi masyarakat Indonesia, sehingga kendaraan listrik juga perlu dipastikan siap digunakan untuk perjalanan jauh.
“Kami melihat mudik Lebaran sebagai momen penting bagi masyarakat Indonesia. Changan ingin memastikan bahwa kendaraan listrik tidak hanya relevan untuk penggunaan harian, tetapi juga siap mendukung perjalanan jarak jauh dengan aman dan nyaman,” kata CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.
Sebelum memulai perjalanan mudik dengan mobil listrik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pengemudi agar performa kendaraan tetap optimal selama perjalanan.
Langkah pertama adalah memastikan kondisi kendaraan benar-benar prima. Pemilik mobil listrik disarankan melakukan pengecekan menyeluruh sebelum berangkat, mulai dari sistem pengereman, fitur keamanan, hingga kondisi ban kendaraan.
Selain itu, kondisi baterai juga harus diperhatikan. Pastikan baterai dalam keadaan optimal dan memiliki daya yang cukup sebelum memulai perjalanan jauh. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan selama perjalanan.
Perencanaan rute juga menjadi faktor penting saat mudik menggunakan mobil listrik. Pengemudi disarankan memetakan jalur perjalanan terlebih dahulu, terutama memastikan ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di sepanjang rute.
Dengan mengetahui lokasi SPKLU, pengemudi dapat mengatur waktu pengisian daya sehingga perjalanan tetap lancar tanpa khawatir kehabisan baterai di tengah jalan. Selain itu, pengemudi juga perlu mempertimbangkan jarak tempuh kendaraan yang digunakan.
Gaya berkendara juga berpengaruh terhadap efisiensi energi kendaraan listrik, terutama saat menghadapi kepadatan lalu lintas di jalur mudik.
Pengemudi dianjurkan menghindari akselerasi yang terlalu agresif dan memanfaatkan fitur regenerative braking untuk menjaga konsumsi energi tetap efisien.
Teknologi regenerative braking memungkinkan energi yang dihasilkan saat kendaraan melambat atau melakukan pengereman diubah kembali menjadi energi listrik dan disimpan ke dalam baterai. Sistem ini membantu meningkatkan efisiensi energi saat kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh.
Selain itu, pengemudi juga dapat memanfaatkan mode berkendara yang tersedia pada kendaraan listrik, seperti Eco Mode maupun Sport Mode, untuk menyesuaikan performa kendaraan sesuai kebutuhan perjalanan.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan beban kendaraan. Saat mudik, pengemudi biasanya membawa banyak barang atau oleh-oleh untuk keluarga.
Karena itu, pemilik kendaraan perlu memastikan muatan tidak melebihi kapasitas yang dianjurkan. Beban berlebih dapat membuat kendaraan bekerja lebih berat sehingga konsumsi energi meningkat dan jarak tempuh menjadi lebih pendek.
Dengan persiapan yang matang, perjalanan mudik menggunakan mobil listrik dapat dilakukan dengan aman, nyaman, dan tetap efisien.