By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Parkinson di Usia Muda, Ancaman Nyata di Balik Gaya Hidup Anak Muda
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Parkinson di Usia Muda, Ancaman Nyata di Balik Gaya Hidup Anak Muda

Kesehatan

Parkinson di Usia Muda, Ancaman Nyata di Balik Gaya Hidup Anak Muda

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Selama ini penyakit Parkinson dikenal sebagai gangguan saraf yang menyerang kelompok lansia. Namun, tren gaya hidup yang semakin tak terkontrol di kalangan anak muda perlahan membuka jalan bagi kemunculan Young-Onset Parkinson’s Disease (YOPD) atau Parkinson usia muda—kondisi yang kini mulai sering ditemukan pada usia 20 hingga 40 tahun.

Contents
Parkinson Tak Lagi Soal Usia TuaPentingnya Gaya Hidup Sehat Sejak DiniAnak Muda, Saatnya Peduli Otak Sendiri

Dalam Talkshow Edukasi memperingati Hari Parkinson Sedunia beberapa waktu lalu, dr. Rizka Ibonita, Sp.N, dokter spesialis saraf dari RS Pusat Otak Nasional, menyampaikan bahwa faktor risiko Parkinson kini semakin dekat dengan keseharian generasi muda.

“Begadang, konsumsi alkohol, minuman keras, narkoba—semua itu bisa langsung menurunkan fungsi otak. Hormon, terutama dopamin, bisa terganggu. Belum lagi jika ada riwayat cedera kepala,” ujar dr. Rizka.

Parkinson Tak Lagi Soal Usia Tua

Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang menyerang sistem saraf pusat, khususnya area otak yang mengatur gerakan tubuh. Gejalanya meliputi tremor saat istirahat, kekakuan otot, lambatnya gerakan, hingga gangguan keseimbangan.

Namun pada kasus Parkinson usia muda, gejala awal sering kali tidak disadari. Keluhan seperti mudah lupa, halusinasi, depresi, atau penurunan motivasi kerap muncul jauh sebelum tremor terlihat.

“Kalau seseorang pernah mengalami benturan kepala, misalnya karena kecelakaan, gejalanya bisa muncul bertahun-tahun kemudian. Ini salah satu faktor yang memicu Parkinson,” jelas dr. Rizka.

Faktor lain yang meningkatkan risiko termasuk penggunaan obat antidepresan yang tidak sesuai, stres kronis, serta paparan bahan kimia industri atau pertanian.

Pentingnya Gaya Hidup Sehat Sejak Dini

Dr. Rizka menekankan bahwa pencegahan Parkinson usia muda bisa dilakukan dengan menjalani pola hidup sehat dan memperhatikan kondisi mental.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko:

Baca Juga :

7 Fakta Menarik Drama Korea Blood Free
New Vibe, New Weekend! Ini Motivasi Biar Kamu Gak Cuma Rebahan tapi Beraksi
  • Hindari rokok, alkohol, dan narkoba
  • Rutin berolahraga minimal 180 menit per minggu
  • Tidur cukup dan berkualitas
  • Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan bergizi
  • Kelola stres dengan baik

“Kalau sudah ada gejala awal, sekecil apapun, seperti gangguan memori atau emosi yang tidak stabil, sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis saraf,” tambahnya.

Anak Muda, Saatnya Peduli Otak Sendiri

Kini, Parkinson bukan lagi penyakit yang hanya mengintai usia senja. Anak muda pun berisiko, terutama jika terus menjalani kebiasaan buruk tanpa menyadari dampak jangka panjangnya. Menjaga kesehatan otak sejak dini menjadi kunci untuk hidup berkualitas hingga tua nanti.***

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:Anak MudaGaya hidupParkinson
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article 50 Desainer Muda Berlaga di Semifinal IYFDC 2025, Bawa Spirit Jakarta ke Panggung Mode Nasional
Next Article Minat Anak Muda Indonesia Kulia di Swedia Meningkat Tajam, Lebih dari 900 Diterima di 2025
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index