INVERSI.ID – Selama ini penyakit Parkinson dikenal sebagai gangguan saraf yang menyerang kelompok lansia. Namun, tren gaya hidup yang semakin tak terkontrol di kalangan anak muda perlahan membuka jalan bagi kemunculan Young-Onset Parkinson’s Disease (YOPD) atau Parkinson usia muda—kondisi yang kini mulai sering ditemukan pada usia 20 hingga 40 tahun.
Dalam Talkshow Edukasi memperingati Hari Parkinson Sedunia beberapa waktu lalu, dr. Rizka Ibonita, Sp.N, dokter spesialis saraf dari RS Pusat Otak Nasional, menyampaikan bahwa faktor risiko Parkinson kini semakin dekat dengan keseharian generasi muda.
“Begadang, konsumsi alkohol, minuman keras, narkoba—semua itu bisa langsung menurunkan fungsi otak. Hormon, terutama dopamin, bisa terganggu. Belum lagi jika ada riwayat cedera kepala,” ujar dr. Rizka.
Parkinson Tak Lagi Soal Usia Tua
Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang menyerang sistem saraf pusat, khususnya area otak yang mengatur gerakan tubuh. Gejalanya meliputi tremor saat istirahat, kekakuan otot, lambatnya gerakan, hingga gangguan keseimbangan.
Namun pada kasus Parkinson usia muda, gejala awal sering kali tidak disadari. Keluhan seperti mudah lupa, halusinasi, depresi, atau penurunan motivasi kerap muncul jauh sebelum tremor terlihat.
“Kalau seseorang pernah mengalami benturan kepala, misalnya karena kecelakaan, gejalanya bisa muncul bertahun-tahun kemudian. Ini salah satu faktor yang memicu Parkinson,” jelas dr. Rizka.
Faktor lain yang meningkatkan risiko termasuk penggunaan obat antidepresan yang tidak sesuai, stres kronis, serta paparan bahan kimia industri atau pertanian.
Pentingnya Gaya Hidup Sehat Sejak Dini
Dr. Rizka menekankan bahwa pencegahan Parkinson usia muda bisa dilakukan dengan menjalani pola hidup sehat dan memperhatikan kondisi mental.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko:
- Hindari rokok, alkohol, dan narkoba
- Rutin berolahraga minimal 180 menit per minggu
- Tidur cukup dan berkualitas
- Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan bergizi
- Kelola stres dengan baik
“Kalau sudah ada gejala awal, sekecil apapun, seperti gangguan memori atau emosi yang tidak stabil, sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis saraf,” tambahnya.
Anak Muda, Saatnya Peduli Otak Sendiri
Kini, Parkinson bukan lagi penyakit yang hanya mengintai usia senja. Anak muda pun berisiko, terutama jika terus menjalani kebiasaan buruk tanpa menyadari dampak jangka panjangnya. Menjaga kesehatan otak sejak dini menjadi kunci untuk hidup berkualitas hingga tua nanti.***