By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Pemerintah Tancap Gas Pulihkan Aceh: Internet dan Air Bersih Dikejar Normal Sebelum 2026
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Pemerintah Tancap Gas Pulihkan Aceh: Internet dan Air Bersih Dikejar Normal Sebelum 2026

Terkini

Pemerintah Tancap Gas Pulihkan Aceh: Internet dan Air Bersih Dikejar Normal Sebelum 2026

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
6 months ago
Share
3 Min Read
Menkomdigi RI Meutya Viada Hafid saat meninjau pengoperasian tower BTS yang pernah terdampak banjir di Desa Tanah Terban, Karang Baru, Aceh Tamiang, Minggu (28/12/2025). (Foto, Antara/Dede Harison)
SHARE

BANDA ACEH

Upaya pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh terus dikebut pemerintah menjelang pergantian tahun 2026. Tak hanya fokus pada perbaikan fisik, negara juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat—mulai dari konektivitas internet hingga air bersih—kembali tersedia agar proses pemulihan berjalan menyeluruh.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi RI) Meutya Viada Hafid menegaskan pemerintah menargetkan layanan komunikasi di Aceh dapat kembali normal sebelum tahun berganti. Langkah ini menjadi bagian dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto agar seluruh kementerian bergerak cepat sesuai sektor masing-masing dalam penanganan pascabencana.

“Untuk kami, tugas kami adalah memastikan koneksi internet kembali, seluler kembali pulih sebelum tahun berganti,” ujar Meutya saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu, (28/12/2025)

Kunjungan tersebut dilakukan bersama jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital serta para operator seluler seperti Telkomsel, XL, dan Indosat, termasuk lembaga penyiaran publik RRI, TVRI, dan ANTARA. Kolaborasi ini menjadi kunci percepatan pemulihan jaringan komunikasi yang sempat lumpuh akibat banjir.

Di Aceh Tamiang, Meutya meninjau langsung menara BTS yang rusak di Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru. Saat ini, sebagian besar infrastruktur telekomunikasi masih ditopang oleh genset dan baterai karena pasokan listrik PLN belum sepenuhnya pulih.

“Hasil peninjauan tadi, pemulihan BTS sudah di atas 90 bahkan 95 persen. Untuk Aceh secara umum sudah di atas 90 persen, meski Aceh Tamiang dan Gayo Lues masih menjadi pekerjaan rumah,” jelasnya.

Ia menyebut, masing-masing operator memiliki capaian berbeda. Telkomsel, misalnya, telah mendekati 80 persen pemulihan di Aceh Tamiang, sementara operator lain dipastikan menyusul dalam beberapa hari ke depan dengan skema berlapis menggunakan genset dan baterai.

Selain memastikan konektivitas, pemerintah juga menyalurkan bantuan kemanusiaan. Dari Medan, Menkomdigi mengungkapkan pihaknya telah mengirim 118 unit tangki air bersih, masing-masing berkapasitas 8.000 liter, untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh.

Baca Juga :

Resmi Cerai dengan Ammar Zoni, Irish Bella Dapatkan Hak Asuh Anak
Permintaan Maaf KSAD usai Kebakaran Gudang Amunisi Kodam Jaya, Bersyukur Tak Ada Korban Jiwa

“Bantuan ini akan berproses selama satu minggu. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam pemulihan pascabencana,” kata Meutya.

Tak hanya air bersih, bantuan logistik lain seperti obat-obatan, pakaian baru, perlengkapan ibadah, alat berat, hingga kebutuhan darurat lainnya juga disalurkan melalui mitra kerja Kemenkomdigi.

Menkomdigi pun mengapresiasi dedikasi para petugas dan operator seluler yang tetap bekerja di tengah situasi sulit, meski sebagian dari mereka juga terdampak bencana.

“Senang melihat warga sudah bisa video call, membaca berita, dan kembali terhubung. Informasi itu penting untuk bangkit,” ujar Meutya.

Dengan konektivitas yang telah pulih hingga 95 persen dan distribusi bantuan yang terus berjalan, pemerintah berharap proses pemulihan Aceh dapat berlanjut secara stabil hingga memasuki tahun 2026 dan seterusnya.

You Might Also Like

Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival
TAGGED:Aceh TamiangKomdigiMeutya Viada Hafid
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Studi: Perempuan Paling Rentan Tersingkir oleh AI, Risiko Dua Kali Lipat
Next Article Tragedi Labuan Bajo: Satu Jenazah Ditemukan, Pencarian 4 WNA Spanyol Masih Diintensifkan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

5 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Mo Salah Antar Mesir Puncaki Grup! Selangkah Lagi ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index