SEMARANG, INVERSI – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai menerapkan teknologi inovatif berupa GPS Drifter atau bola pelacak bercip GPS guna mendeteksi dan memetakan titik sumbatan pada saluran drainase di kawasan Simpang Lima. Terobosan ini diharapkan dapat mengatasi kesulitan mendeteksi penyumbatan secara visual yang selama ini kerap menjadi penyebab banjir setempat.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari mitigasi dini sebelum datangnya hujan ekstrem.
“Kami mitigasi lebih awal sebelum hujan ekstrem datang. Kalau Simpang Lima banjir, warga tidak bisa menikmati ruang publik dengan nyaman. Maka hari ini kami mencari tahu, apa penyebab banjir itu,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (14/12/2025).
Dalam pelaksanaannya, bola yang dilengkapi chip GPS dihanyutkan ke dalam saluran. Pergerakannya dipantau langsung oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melalui gawai. Jika bola berhenti lebih lama dari estimasi waktu normal (sekitar setengah jam), titik itu didentifikasi sebagai lokasi sumbatan.
“Dalam durasi setengah jam seharusnya bergerak, tetapi malah berhenti berarti ada kendala di titik itu. Dari situ pasukan katak DPU turun untuk memastikan apa yang menyumbat. Bisa kasur, ban, sampah, atau gundukan sedimen,” jelas Agustina.
Ia menegaskan bahwa setiap temuan di lapangan langsung ditindaklanjuti saat itu juga. Selain sampah, tim juga menemukan kendala teknis berupa penyempitan “Saluran Gendong” yang tertutup cor beton tebal serta kurangnya jumlah saluran pembuangan menuju sungai.
Atas temuan tersebut, ia telah memerintahkan DPU untuk segera membongkar cor beton penghalang dan mengizinkan pembuatan saluran tambahan sebelum 30 Desember. Tujuannya agar aliran air dari hulu dapat lebih cepat mengalir ke sungai.
Lebih lanjut, Agustina juga menekankan bahwa penanganan banjir di Kota Semarang dilakukan secara komprehensif dan berlapis.
“Penanganan banjir memang dilakukan berlapis. Ada tim-timnya sehingga ketika di Simpang Lima sudah teratasi, tetapi tetap banjir, kami akan tangani hulunya pula. Oleh karena itu ada tim yang menangani hilir, hulu, dan titik-titik lain agar aliran air terkendali,” pungkasnya.
Uji coba teknologi ini merupakan upaya proaktif Pemkot Semarang dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda kawasan strategis tersebut, terutama pada puncak musim hujan.
Baca Juga : https://inversi.id/pemkot-semarang-bergerak-cepat-tangani-tanggul-plumbon-jebol-alat-berat-dikerahkan/