By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Pemkot Semarang Uji Coba “Bola Pelacak” GPS untuk Deteksi Sumbatan Drainase di Simpang Lima
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Pemkot Semarang Uji Coba “Bola Pelacak” GPS untuk Deteksi Sumbatan Drainase di Simpang Lima

Terkini

Pemkot Semarang Uji Coba “Bola Pelacak” GPS untuk Deteksi Sumbatan Drainase di Simpang Lima

Tribroto
By
Tribroto
6 months ago
Share
3 Min Read
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng terapkan "bola GPS" pintar guna deteksi sumbatan Drainase di Simpang Lima. (Foto: Pemkot Semarang)
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng terapkan "bola GPS" pintar guna deteksi sumbatan Drainase di Simpang Lima. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

SEMARANG, INVERSI – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai menerapkan teknologi inovatif berupa GPS Drifter atau bola pelacak bercip GPS guna mendeteksi dan memetakan titik sumbatan pada saluran drainase di kawasan Simpang Lima. Terobosan ini diharapkan dapat mengatasi kesulitan mendeteksi penyumbatan secara visual yang selama ini kerap menjadi penyebab banjir setempat.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari mitigasi dini sebelum datangnya hujan ekstrem.

“Kami mitigasi lebih awal sebelum hujan ekstrem datang. Kalau Simpang Lima banjir, warga tidak bisa menikmati ruang publik dengan nyaman. Maka hari ini kami mencari tahu, apa penyebab banjir itu,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (14/12/2025).

Dalam pelaksanaannya, bola yang dilengkapi chip GPS dihanyutkan ke dalam saluran. Pergerakannya dipantau langsung oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melalui gawai. Jika bola berhenti lebih lama dari estimasi waktu normal (sekitar setengah jam), titik itu didentifikasi sebagai lokasi sumbatan.

“Dalam durasi setengah jam seharusnya bergerak, tetapi malah berhenti berarti ada kendala di titik itu. Dari situ pasukan katak DPU turun untuk memastikan apa yang menyumbat. Bisa kasur, ban, sampah, atau gundukan sedimen,” jelas Agustina.

Ia menegaskan bahwa setiap temuan di lapangan langsung ditindaklanjuti saat itu juga. Selain sampah, tim juga menemukan kendala teknis berupa penyempitan “Saluran Gendong” yang tertutup cor beton tebal serta kurangnya jumlah saluran pembuangan menuju sungai.

Atas temuan tersebut, ia telah memerintahkan DPU untuk segera membongkar cor beton penghalang dan mengizinkan pembuatan saluran tambahan sebelum 30 Desember. Tujuannya agar aliran air dari hulu dapat lebih cepat mengalir ke sungai.

Lebih lanjut, Agustina juga menekankan bahwa penanganan banjir di Kota Semarang dilakukan secara komprehensif dan berlapis.

“Penanganan banjir memang dilakukan berlapis. Ada tim-timnya sehingga ketika di Simpang Lima sudah teratasi, tetapi tetap banjir, kami akan tangani hulunya pula. Oleh karena itu ada tim yang menangani hilir, hulu, dan titik-titik lain agar aliran air terkendali,” pungkasnya.

Baca Juga :

Jadwal Tayang, Sinopsis dan Daftar Pemain Film Kukejar Mimpi
Kereta Indo Bikin WNA Melongo, Kata Prabowo “Nggak Kalah Sama Eropa”

Uji coba teknologi ini merupakan upaya proaktif Pemkot Semarang dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda kawasan strategis tersebut, terutama pada puncak musim hujan.

Baca Juga : https://inversi.id/pemkot-semarang-bergerak-cepat-tangani-tanggul-plumbon-jebol-alat-berat-dikerahkan/

You Might Also Like

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
TAGGED:Bola PelacakGPSPemkot SemarangSimpang Lima
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Ilustrasi aksi buruh di Surabaya. (Foto : Istimewa) Buruh Jawa Timur Tunggu Juknis Kemnaker Terkait UMP dan UMK 2026
Next Article Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: tangkapan layar) Mensesneg Pastikan Pangan Sampai Obat-obatan untuk Warga Sumut dan Aceh yang Terdampak Bencana Masih Aman
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

4 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Mo Salah Antar Mesir Puncaki Grup! Selangkah Lagi ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index