By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Perang Timur Tengah Bikin Harga Plastik Terbang! Pelaku Industri: Kenaikan Bisa 60 Persen
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Perang Timur Tengah Bikin Harga Plastik Terbang! Pelaku Industri: Kenaikan Bisa 60 Persen

EkonomiTerkini

Perang Timur Tengah Bikin Harga Plastik Terbang! Pelaku Industri: Kenaikan Bisa 60 Persen

Nicholas
By
Nicholas
3 months ago
Share
4 Min Read
Seorang pembeli tengah berada di depan toko kelontong yang menjual bahan-bahan plastik di Pasar Mingu, Jakarta Selatan. (Foto, Inversi.id/Dede Isharrudin)
SHARE

JAKARTA – Konflik yang memanas di Timur Tengah ternyata tidak hanya mengguncang pasar energi global. Dampaknya kini merembet ke sektor yang tak disangka, industri plastik. Dalam beberapa pekan terakhir, harga plastik di Indonesia melonjak tajam hingga membuat pelaku industri dan pedagang kecil sama-sama kelimpungan.

Lonjakan ini terjadi karena terganggunya pasokan bahan baku petrokimia dunia yang sebagian besar berasal dari kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran serta negara-negara Barat memicu gangguan distribusi energi dan bahan baku industri plastik global.

Harga berbagai produk plastik pun langsung terdongkrak di pasar domestik. Seorang pedagang plastik di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, mengaku kenaikan harga sudah terasa sejak menjelang Idulfitri.

“Plastik naik Rp5 ribu dari Rp10.000 ke Rp15.000, yang jumbo dari Rp25.000 ke Rp50.000. Styrofoam dari Rp35.000 ke Rp55.000, gelas plastik dari Rp17.000 jadi Rp23.000,” kata Agus, pedagang toko kelontong tersebut.

Kenaikan harga bahan baku plastik turut memukul sektor industri yang sangat bergantung pada kemasan plastik, seperti industri makanan dan minuman.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman menyebut lonjakan harga kemasan sudah mencapai level yang cukup mengkhawatirkan. “Kenaikan harga kemasan plastik sudah mencapai sekitar 60 persen,” ujar Adhi di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa kenaikan tersebut dipicu oleh terganggunya produksi bahan baku plastik di Timur Tengah. Beberapa produk resin utama seperti polyethylene (PE) dan polypropylene (PP) dilaporkan mengalami penurunan pasokan hingga sekitar 30 persen dari kapasitas normal. Gangguan ini membuat biaya produksi industri hilir ikut melonjak.

Di tingkat global, konflik Timur Tengah memang memicu gangguan besar pada rantai pasok petrokimia. Harga berbagai plastik seperti polyethylene dan polypropylene melonjak seiring naiknya harga minyak mentah dan terbatasnya pasokan bahan baku.

Bahkan di sejumlah negara Asia, harga produk plastik sehari-hari seperti wadah, gelas, hingga kemasan makanan dilaporkan naik 10–20 persen akibat mahalnya bahan baku.

Baca Juga :

Profil dan Biodata Tengku Dewi Putri, Istri Andrew Andika Bongkar Perselingkuhan Suami
BGN Dorong Pembentukan Lembaga Sertifikasi MBG, Akademisi Tekankan Independensi

Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa banyak industri plastik global sangat bergantung pada bahan baku turunan minyak bumi seperti nafta,yang sebagian besar diproduksi di kawasan Timur Tengah. Ketika konflik mengganggu produksi dan jalur distribusi energi, termasuk rute penting seperti Selat Hormuz, pasokan bahan baku plastik langsung tersendat dan harga pun melonjak.

Industri Dunia Ikut Terguncang

Krisis plastik ini bahkan mengubah peta industri global. Di Amerika Serikat misalnya, produsen plastik justru menikmati lonjakan permintaan karena terganggunya produksi di Timur Tengah dan wilayah lain.

Sebaliknya, banyak perusahaan manufaktur di Asia dan Eropa harus menghadapi biaya produksi yang meningkat akibat mahalnya bahan baku plastik. Analis menilai kondisi ini menunjukkan betapa erat hubungan antara konflik geopolitik dan rantai pasok industri global.

Karena plastik digunakan hampir di semua sektor—mulai dari kemasan makanan, otomotif, elektronik, hingga konstruksi—kenaikan harga bahan baku ini berpotensi memicu efek domino di berbagai industri.

Jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut, pelaku usaha memperkirakan harga plastik dan produk turunannya masih akan tetap tinggi dalam waktu dekat. Bagi pelaku industri di dalam negeri, kondisi ini menjadi pengingat bahwa ketergantungan pada bahan baku impor masih sangat besar.

Sementara bagi pedagang kecil, lonjakan harga plastik kini terasa seperti pukulan tambahan di tengah tekanan biaya usaha yang terus meningkat.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
TAGGED:Harga plastikIndustri Makanan dan MinumanKonflik Timur Tengah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Ilustrasi Pasar Gede Solo (Sumber : Inversi.id) Program MBG Tingkatkan Penjualan Melon, Pedagang Pasar Gede Solo Rasakan Dampak Positif
Next Article Promosi Film ‘Aku Harus Mati’ Dikritik, Bisa Picu Dampak Psikologis
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

22 hours ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

22 hours ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index