inversi.id – Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) resmi menyepakati kolaborasi strategis guna mendorong pemanfaatan energi nuklir yang aman dan damai di kawasan Asia dan Pasifik. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Presiden ADB Masato Kanda dan Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi pada Selasa (25/11).
Kerja sama ini dirancang sebagai landasan bagi kedua lembaga untuk mendampingi negara-negara anggota yang berniat menjajaki opsi tenaga nuklir. Langkah ini mencakup eksplorasi teknologi terkini seperti reaktor modular kecil (Small Modular Reactors), demi memperluas akses serta memperkokoh ketahanan energi nasional.
Dalam kerangka MoU tersebut, ADB dan IAEA akan bersinergi meningkatkan kapasitas teknis dan pengetahuan negara mitra. Fokus utamanya meliputi perencanaan energi yang matang, manajemen siklus hidup fasilitas nuklir, hingga pengelolaan limbah radioaktif dan bahan bakar.
Presiden ADB, Masato Kanda, menegaskan bahwa kebijakan energi ADB kini telah mengakui nuklir sebagai solusi alternatif pengganti bahan bakar fosil untuk kebutuhan beban dasar (baseload).
“Perjanjian ini menjadi jaminan bahwa negara berkembang anggota ADB yang memilih jalur nuklir dapat menjalankannya dengan standar perlindungan tinggi, tata kelola yang transparan, serta komitmen keberlanjutan yang nyata,” ungkap Kanda.
Di sisi lain, IAEA akan berperan vital dalam memberikan panduan teknis terkait aspek keselamatan (safety), keamanan (security), dan pelibatan pemangku kepentingan dalam setiap pengambilan keputusan.