INVERSI.ID – Kepolisian Resor Garut memperketat penerapan rekayasa lalu lintas sistem satu arah untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur mudik Bandung–Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Minggu.
Kapolres Garut, Yugi Bayu Hendarto, menyampaikan bahwa pengaturan arus lalu lintas dilakukan secara maksimal dan menyesuaikan kondisi di lapangan, khususnya di jalur utama yang menjadi lintasan pemudik.
“Pengaturan lalu lintas dilakukan secara maksimal dan situasional untuk mengurai kepadatan kendaraan, sehingga arus mudik dapat berjalan dengan lancar dan aman,” katanya.
Ia menjelaskan, jajaran Polres Garut bersama personel gabungan telah disiagakan melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026 guna memastikan perjalanan pemudik tetap tertib dan aman. Salah satu strategi yang diterapkan adalah sistem satu arah yang diberlakukan secara fleksibel, dengan prioritas kendaraan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya dan Garut.
Sepanjang periode pengamanan, sistem satu arah telah diterapkan sebanyak 29 kali, terdiri dari 16 kali di jalur nasional Limbangan–Malangbong dan 13 kali di jalur provinsi Kadungora–Leles–Tarogong, dengan durasi antara 15 hingga 45 menit.
“Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan volume kendaraan yang melintas di wilayah Garut,” katanya.
Pihak kepolisian juga memastikan kesiapan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama arus mudik berlangsung. Pemudik diimbau untuk mematuhi arahan petugas, menjaga keselamatan berkendara, serta memanfaatkan pos pelayanan jika mengalami kelelahan.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas secara situasional, termasuk penerapan ‘one way’ apabila terjadi peningkatan volume kendaraan,” katanya.