By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Prabowo Bahas Eskalasi Perang Teluk 3,5 Jam di Istana, Ini Dampaknya untuk Indonesia
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Prabowo Bahas Eskalasi Perang Teluk 3,5 Jam di Istana, Ini Dampaknya untuk Indonesia

Politik

Prabowo Bahas Eskalasi Perang Teluk 3,5 Jam di Istana, Ini Dampaknya untuk Indonesia

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
4 Min Read
Menteri Luar Negeri Periode 2001-2009 Noer Hassan Wirajuda. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi intensif selama 3,5 jam membahas eskalasi konflik di kawasan Teluk, Timur Tengah, serta dampaknya terhadap Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3) malam, dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, mulai dari mantan presiden, mantan wakil presiden, eks menteri luar negeri, hingga pimpinan partai politik.

Menteri Luar Negeri periode 2001–2009, Noer Hassan Wirajuda, yang turut hadir dalam forum itu menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memaparkan perkembangan geopolitik terbaru. Kepala Negara menyoroti dinamika serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, respons balasan dari Iran, serta potensi eskalasi di negara-negara kawasan Teluk.

“Didiskusikan (situasi di Iran, red.), implikasinya apa terhadap kita, terhadap dunia. Ketika tatanan dunia sudah tidak lagi efektif dan tidak ada lagi peluang kepada negara yang menjadi korban serangan militer untuk mengadu kepada siapa, karena PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa, red.) sudah tidak berperan dan aturan atau ‘rule-based order’ hanya ‘on paper’ dan memang tidak ada kekuatan pemaksa, apalagi kalau itu berkaitan dengan negara-negara besar,” kata Hassan saat jumpa pers selepas agenda itu di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa malam.

Menurut Hassan, Presiden Prabowo juga mengajak para tokoh yang hadir untuk memikirkan secara matang posisi Indonesia di tengah situasi global yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa dampak konflik di Teluk bukan hanya menyentuh aspek keamanan dan perdamaian dunia, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global.

“Bapak Presiden menggambarkan bagaimana kita harus menavigasi hidup kita, bukan hanya dua karang, tetapi sekarang beberapa karang dan itu tidak mudah, karena itu didiskusikan tentang implikasinya ini terhadap keseluruhan masalah keamanan dan perdamaian dunia, tetapi juga potensi efek dari perang ini terhadap ekonomi dunia, khususnya yang menyangkut ‘supply oil’, minyak dan gas,” ujar Hassan, yang pernah menjabat sebagai menteri luar negeri pada era Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam pembahasan tersebut, turut disinggung kemungkinan konflik berlangsung lebih lama dari perkiraan. Hal itu berkaitan dengan potensi keterlibatan pasukan darat Amerika Serikat, meski sebelumnya Presiden AS Donald J. Trump menyebut perang bisa selesai dalam hitungan hari.

“Kalau juga misalnya Amerika akan menggelar pasukan darat, bisa jadi (perang) lebih panjang dan reaksi perlawanan di sekitar negara-negara Timur Tengah juga akan besar, membesar dan karena itu perang akan berlangsung lama,” kata Hassan.

Ia menilai dampak ketegangan di kawasan Teluk tidak hanya dirasakan Indonesia, melainkan juga berbagai negara lain yang memiliki ketergantungan terhadap stabilitas kawasan tersebut, terutama dalam sektor energi.

“Karena itu, Presiden menganggap penting untuk mengomunikasikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah, dihadapi oleh Presiden, kepada kita yang diminta datang pada malam hari ini,” kata Hassan.

Baca Juga :

Kata Hari Ini 22 Juli 2025! Jangan Cuma Baca, Mari Resapi: Upgrade Mindset Kamu, Brother and Sister!
KESDM Buka Coaching Clinic RKAB Demi Tambang Sehat dan Transparan

Forum diskusi itu turut dihadiri Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Joko Widodo. Selain itu, hadir pula Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 KH Ma’ruf Amin.

Tak hanya tokoh nasional, sejumlah ketua umum partai politik yang memiliki kursi di DPR RI, perwakilan dunia usaha, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, hingga pimpinan lembaga negara juga ambil bagian dalam pembahasan strategis tersebut.

You Might Also Like

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP
Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”
Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah
Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus
TAGGED:Konflik Timur Tengahperang telukPrabowo
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Iran Tegaskan Perang dengan AS dan Israel Berakhir Jika Agresi Dihentikan
Next Article Perang Timur Tengah Guncang Dunia, RI Siapkan Jurus Darurat Impor Minyak
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional

7 days ago
Internasional

Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum

7 days ago
PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
Foto : Apresiasi kepada Polri atas dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : Inversi.id)
MBG

Presiden Prabowo Apresiasi Dapur MBG Polri: Terbaik di Indonesia”

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index