JAKARTA, INVERSI – Presiden Prabowo Subianto menegaskan masih besarnya tantangan pemenuhan kebutuhan hunian nasional, menyusul fakta bahwa sekitar 29 juta warga Indonesia hingga kini belum memiliki rumah. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menyaksikan pelaksanaan akad massal 50.030 Kredit Perumahan Rakyat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau KPR FLPP di Serang, Banten, Sabtu.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa program perumahan rakyat tidak dapat dijalankan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama seluruh jajaran pemerintah. Ia secara khusus menyoroti peran Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dalam mengakselerasi penyediaan rumah layak bagi masyarakat.
“Hari ini saya merasa gembira, walaupun saya sadar perjalanan masih jauh, cita cita kita masih jauh. Dua puluh sembilan juta rakyat kita masih belum punya rumah. Jadi Pak Ara kerja keras, semua menteri kita kompak, kita cari jalannya. Kalau ada kehendak, pasti ada jalan,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menilai pemenuhan kebutuhan dasar seperti hunian memiliki dampak langsung terhadap penguatan ekonomi nasional. Ia sejalan dengan pandangan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman yang menyampaikan bahwa kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling lemah justru memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda perekonomian apabila diberdayakan secara tepat. Oleh karena itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk menghapus kemiskinan melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dalam konteks tersebut, Presiden juga menyinggung pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih sebagai fondasi utama pembangunan. Ia menyatakan tekadnya untuk menghentikan praktik penyelewengan, korupsi, serta berbagai bentuk penipuan yang dinilai menghambat upaya negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program perumahan sangat bergantung pada integritas dan komitmen seluruh aparat negara.
Prabowo turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan akad massal KPR FLPP tahun 2025 yang melibatkan lebih dari 50 ribu penerima manfaat. Ia menyebut capaian tersebut sebagai prestasi luar biasa yang merupakan hasil kesinambungan kebijakan lintas pemerintahan. Presiden menegaskan bahwa program rumah subsidi telah dimulai sejak era Presiden ke 6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, dilanjutkan pada masa Presiden ke 7 Joko Widodo, dan kini diteruskan serta ditingkatkan pada pemerintahannya.
“Prestasi luar biasa, lima puluh ribu lebih akad massal rumah subsidi. Program ini dimulai dari Presiden SBY, diteruskan oleh Pak Jokowi, saya teruskan, saya tingkatkan. Tidak ada pembangunan bangsa yang tidak dilakukan pada periode yang panjang,” kata Prabowo.
Dalam acara tersebut, Presiden secara simbolis menyerahkan kunci rumah subsidi kepada sepuluh masyarakat berpenghasilan rendah dari berbagai daerah. Para penerima berasal dari latar belakang profesi yang beragam, mulai dari guru honorer, penyandang disabilitas netra, pedagang kecil, pengemudi ojek daring, buruh, nelayan, hingga pekerja sektor informal lainnya. Penyerahan ini menjadi simbol bahwa program perumahan menyasar langsung kelompok masyarakat yang selama ini paling membutuhkan.
Akad massal KPR FLPP turut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, hingga Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti.
Melalui program ini, pemerintah berharap akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah semakin terbuka, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mengurangi kesenjangan sosial dan memperkuat fondasi kesejahteraan nasional secara berkelanjutan.
Baca Juga : https://inversi.id/prabowo-apresiasi-prestasi-atlet-indonesia-91-emas-di-sea-games-2025-catat-sejarah-baru/