INVERSI.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya semangat dan keberanian anak muda dalam membangun bangsa, seperti yang telah ditunjukkan para pejuang kemerdekaan di masa lalu. Pernyataan ini disampaikan saat acara Halal Bihalal Purnawirawan TNI AD yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (6/5).
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti keberanian para pemuda Angkatan 45 yang berjuang meski tanpa dukungan penuh dari negara yang saat itu masih dalam proses berdiri. Ia menyebut Panglima Besar Jenderal Soedirman, yang diangkat sebagai pemimpin TNI pada usia 29 tahun, dan Ignatius Slamet Riyadi, yang menjadi komandan brigade pada usia 22 tahun, sebagai contoh nyata kepemimpinan muda yang luar biasa.
“Mereka muda-muda, berani, dan banyak yang gugur di usia muda. Negara saat itu belum punya anggaran, organisasi, atau administrasi. Tapi mereka tetap mengambil sikap,” ujar Prabowo.
Pengorbanan Generasi Muda dan Warisan Keluarga
Prabowo juga membagikan kisah pribadi tentang pamannya yang gugur dalam perjuangan di Tangerang pada usia muda. Ia mengaku sejak kecil sudah diajak mengunjungi makam pamannya, dan nilai perjuangan tersebut melekat dalam hati hingga kini.
“Bangsa ini berdiri di atas darah, keringat, dan air mata anak-anak muda, juga air mata para ibu. Itu yang membentuk mental kita,” jelasnya.
Pernyataan ini mencerminkan penghargaan mendalam terhadap pengorbanan generasi muda dalam sejarah Indonesia, serta dorongan bagi generasi saat ini untuk melanjutkan semangat juang dalam menghadapi tantangan zaman.
Dinamika Politik: Desakan Purnawirawan untuk Evaluasi Kepemimpinan
Acara Halal Bihalal ini juga berlangsung di tengah dinamika politik yang memanas, di mana Forum Purnawirawan TNI-Polri menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Salah satu poin utama adalah usulan pencopotan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dari jabatannya.
Selain itu, forum tersebut juga mendesak reshuffle kabinet untuk menteri-menteri yang diduga terlibat dalam kasus korupsi, serta tindakan tegas terhadap aparat yang dinilai masih loyal terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Usulan ini disuarakan oleh forum yang beranggotakan tokoh-tokoh senior militer, termasuk 103 purnawirawan jenderal, 73 laksamana, 65 marsekal, dan 91 kolonel. Di antara penandatangan usulan tersebut terdapat Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi dan Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, mantan Panglima ABRI periode 1988–1993.
Refleksi untuk Generasi Muda
Di tengah situasi politik yang dinamis, pesan utama Prabowo tetap tertuju pada pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai kebangsaan.
Dengan sejarah sebagai pembelajaran, Presiden mengajak anak muda untuk berani tampil, bersuara, dan mengambil peran nyata dalam pembangunan bangsa, tidak hanya sebagai penonton, tetapi sebagai penggerak perubahan.***