By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Bukan dari India, Ini Sejarah Penamaan Virus Nipah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bukan dari India, Ini Sejarah Penamaan Virus Nipah

Kesehatan

Bukan dari India, Ini Sejarah Penamaan Virus Nipah

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
ilustrasi virus nipah. (foto: freepik)
SHARE

INVERSI.ID – Adjunct Professor Griffith University Prof. Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan asal-usul penamaan penyakit virus Nipah yang belakangan kembali ramai diperbincangkan masyarakat seiring munculnya kasus di India.

“Kita dan juga dunia mengikuti dengan waspada perkembangan penyakit akibat Virus Nipah, yang pada saat ini kasusnya ada di India. Tentu nama virus ini, Nipah, bukanlah bahasa India, ini adalah bahasa Melayu yang kita kenal bersama,” kata Prof. Tjandra dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, berdasarkan penyelidikan epidemiologi secara menyeluruh, klaster awal kasus virus tersebut pertama kali teridentifikasi pada akhir September 1998 di sekitar Kota Ipoh, Negara Bagian Perak, Malaysia. Setelah itu, klaster kedua muncul di sekitar Kota Sikamat, Negara Bagian Negeri Sembilan, pada Desember 1998 hingga Januari 1999.

Pada masa awal kemunculannya, penyakit ini belum dikenali sebagai virus baru. Bahkan, kasus-kasus tersebut sempat diduga sebagai penyakit Japanese Encephalitis (JE) karena kesamaan gejala yang ditimbulkan, terutama radang otak atau ensefalitis.

Selain JE, penyakit tersebut juga pernah dicurigai sebagai penyakit Hendra. Dugaan ini sejalan dengan publikasi ilmiah dalam jurnal Morbidity Mortality Weekly Report (MMWR) berjudul “Outbreak of Hendra-Like Virus—Malaysia and Singapore, 1998–1999” yang terbit pada April 1999.

Perkembangan signifikan terjadi ketika klaster ketiga muncul dan menjadi wabah terbesar. Klaster ini berlokasi di Kampung Sungai Nipah dan Bukit Pelandok beserta wilayah sekitarnya di daerah Port Dickson, Negara Bagian Negeri Sembilan, yang mulai terdeteksi sejak Desember 1998. Kampung Sungai Nipah saat itu bahkan diberlakukan lockdown oleh pemerintah setempat.

Dari data epidemiologis yang dikumpulkan di Kampung Sungai Nipah inilah kemudian dilakukan penelitian mendalam. Hasilnya menyimpulkan bahwa wabah tersebut disebabkan oleh virus baru yang selanjutnya diberi nama virus Nipah, merujuk pada lokasi pertama kali virus itu diidentifikasi secara resmi.

“Buku Nipah Virus Infection terbitan WHO Southeast Asia Regional Office (SEARO) tahun 2008 juga menyebutkan bahwa penamaan virus ini menunjukkan pada desa di Malaysia di mana virus ini resmi ditemukan ,” ujar mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu.

Prof. Tjandra yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan mantan Kepala Badan Litbang Kesehatan menambahkan, pada awalnya penyakit ini disangka sebagai Japanese Encephalitis karena kesamaan manifestasi klinis berupa ensefalitis pada pasien.

Baca Juga :

14 Siswa Smamita Dapat Beasiswa SPP Gratis 5 Bulan, Total Nilainya Fantastis!
Tips Agar Tetap Semangat dalam Bekerja, Meski Mood Berantakan

Ia menjelaskan, dugaan sebagai penyakit Hendra muncul karena kemiripan gejala serta kedekatan asal-usul virus. Pada akhirnya, virus Nipah bersama virus Hendra kemudian dikelompokkan dalam genus virus yang sama, yakni Henipavirus, yang merupakan gabungan dari nama Hendra dan Nipah. Genus ini termasuk dalam famili virus Paramyxoviridae.

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:SejarahVirus Nipah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Prabowo Tegaskan Indonesia Punya Opsi Keluar dari Board of Peace
Next Article Foto : Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan perkembangan terbaru kinerja penerimaan negara hingga akhir Januari 2026 dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta (Sumber : www.kemenkeu.go.id) Pajak Januari 2026 Melonjak 30,8 Persen, Sinyal Kuat Kebangkitan Ekonomi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
Kesehatan

IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index