SILANGIT
Menko PMK Pratikno menyampaikan pesan tegas dan penuh empati dari Presiden Prabowo Subianto terkait bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam kondisi ribuan warga kehilangan rumah, akses jalan terputus, dan komunikasi banyak yang lumpuh, Presiden memerintahkan pengerahan seluruh kekuatan nasional, tanpa terkecuali.
“Presiden memerintahkan untuk menambah seluruh kekuatan nasional, fokus untuk penanganan tanggap darurat secepat-cepatnya… mengerahkan evakuasi, logistik, perlindungan pengungsi, tenaga kesehatan, hingga memulihkan infrastruktur,”* ujar Pratikno usai memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana, bersama Kepala BNPB, Jajaran TNI-Polri, dan Pemprov Sumatra Utara, di Bandar Udara Silangit, Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara,
Pratikno menjelaskan bahwa bantuan logistik terus mengalir, sementara proses evakuasi dipercepat agar warga di titik-titik terisolasi segera tertangani. “Ini seluruh kekuatan nasional dikerahkan untuk mempercepat tanggap darurat dan segera memulihkan semuanya,” katanya. Pemerintah juga telah memulihkan sebagian jaringan komunikasi di wilayah terparah, sambil memastikan bantuan lembaga pemerintah dan non-pemerintah menjangkau lokasi-lokasi yang sebelumnya tidak bisa diakses.
Pada saat bersamaan, pemerintah mulai menyiapkan langkah jangka panjang berupa rehabilitasi dan rekonstruksi. Namun fokus tetap pada penyelamatan warga dan penanganan darurat. “Kami juga menyiapkan skenario untuk pemulihan… tapi tahapan tanggap darurat tetap menjadi prioritas,”* tegas Pratikno.
Pemerintah kini mempercepat penyediaan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Pratikno juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparat dan relawan, “Terima kasih kepada personel TNI, Polri, pemda, dan relawan yang bekerja keras… hunian sementara dan rekonstruksi akan segera dilakukan.”
Di tengah duka yang menyelimuti Sumatera, pemerintah dengan usaha kerasnya memastikan satu hal, tidak ada warga yang dibiarkan berjuang sendirian.