By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Tips Jaga Produksi ASI Saat Puasa Ramadhan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Tips Jaga Produksi ASI Saat Puasa Ramadhan

Kesehatan

Tips Jaga Produksi ASI Saat Puasa Ramadhan

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
4 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Ibu menyusui tetap dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan aman selama kebutuhan cairan dan energi terpenuhi dengan baik. Bidan dan doula pendiri Bumilpamil, Jamilatus Sadiyah, menegaskan pentingnya pengaturan asupan nutrisi agar produksi ASI tetap optimal selama berpuasa.

Menurutnya, puasa pada ibu menyusui pada dasarnya tidak serta-merta menurunkan kualitas kandungan utama ASI. Namun, kondisi dehidrasi dan kekurangan energi bisa berdampak pada volume ASI dan kondisi fisik ibu apabila tidak diantisipasi secara tepat.

“Beberapa studi menunjukkan bahwa puasa Ramadhan pada ibu menyusui umumnya tidak langsung menurunkan kualitas makronutrien ASI, namun dehidrasi dan defisit energi dapat memengaruhi volume ASI dan kondisi ibu jika tidak diantisipasi dengan baik,” kata lulusan Poltekkes Kemenkes Jakarta 3 pada Rabu.

Untuk menjaga produksi ASI selama puasa Ramadhan, Jamila menyarankan ibu menyusui memenuhi kebutuhan cairan sebanyak 2,5 hingga 3 liter mulai dari waktu berbuka hingga sahur. Kebutuhan ini bisa dipenuhi melalui konsumsi air putih, sup atau makanan berkuah, serta buah dengan kadar air tinggi seperti semangka dan jeruk.

Dari sisi energi, ibu menyusui dianjurkan menambah asupan kalori sekitar 400 sampai 500 kilokalori per hari saat sahur dan berbuka. Tambahan energi tersebut penting untuk menjaga stamina sekaligus mendukung produksi ASI selama menjalani puasa.

Ia juga mengingatkan pentingnya memilih makanan padat gizi. Sumber protein seperti telur, ikan, daging ayam, daging sapi, tempe, dan tahu berperan dalam proses sintesis ASI sekaligus membantu pemulihan tubuh ibu. Untuk menjaga kestabilan energi, ibu menyusui disarankan mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, kentang, dan roti gandum agar tubuh tidak mudah lemas di siang hari.

Selain itu, asupan lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun juga direkomendasikan guna menjaga konsistensi kandungan energi dalam ASI. Tidak hanya makronutrien, kebutuhan mikronutrien seperti vitamin dan mineral juga harus diperhatikan selama puasa.

Sumber kalsium dapat diperoleh dari susu, yoghurt, tempe, dan ikan teri. Sementara itu, zat besi bisa dipenuhi melalui konsumsi daging merah, hati, serta sayuran hijau seperti bayam.

“Bila perlu, suplementasi multivitamin khusus ibu menyusui dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga kesehatan, terutama jika asupan makanan sulit optimal saat puasa,” kata Jamila.

Baca Juga :

Viral Curhatan Bambang Susantono Tak Digaji 11 Bulan hingga Respons Kemenkeu
Pilpres 2024, Wakil Ketua MPR RI Ingatkan Masyarakat Pilih Pemimpin yang Pancasilais

Lebih lanjut, Jamila menekankan bahwa produksi ASI sangat dipengaruhi oleh frekuensi pengosongan payudara, baik melalui menyusui langsung atau direct breastfeeding maupun dengan memompa ASI secara rutin. Ia menyarankan ibu tetap menyusui sesuai kebutuhan bayi, termasuk pada malam hari dan menjelang sahur, karena kadar hormon prolaktin cenderung lebih tinggi pada waktu tersebut.

Selama berpuasa, ibu menyusui juga dianjurkan memompa ASI setiap dua hingga tiga jam untuk menjaga stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Selain asupan nutrisi dan pola menyusui, manajemen stres serta kecukupan istirahat menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Stres dan kelelahan dapat menghambat refleks oksitosin sehingga pengeluaran ASI terasa kurang lancar meskipun produksinya tetap berlangsung.

Dengan perencanaan nutrisi yang tepat, pola istirahat yang cukup, serta manajemen menyusui yang konsisten, ibu menyusui tetap dapat menjalankan puasa Ramadhan tanpa mengorbankan kesehatan diri maupun kebutuhan bayi.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:ASIIbu MenyusuiPuasa Ramadhan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Rekor Tercepat, dari Hutang Tunjangan Aneh Hingga Jadi Hakim MK dalam 6 Bulan
Next Article Puasa Ramadhan Tetap Olahraga? Jangan Tinggalkan Karbohidrat
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Foto : Kepala BGN, Dadan Hindayana (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Respons Kepala BGN Tegaskan Prioritas ASI & Batasi Opsi Susu Formula di Program MBG

1 month ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index