By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Tips Jaga Produksi ASI Saat Puasa Ramadhan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Tips Jaga Produksi ASI Saat Puasa Ramadhan

Kesehatan

Tips Jaga Produksi ASI Saat Puasa Ramadhan

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
4 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Ibu menyusui tetap dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan aman selama kebutuhan cairan dan energi terpenuhi dengan baik. Bidan dan doula pendiri Bumilpamil, Jamilatus Sadiyah, menegaskan pentingnya pengaturan asupan nutrisi agar produksi ASI tetap optimal selama berpuasa.

Menurutnya, puasa pada ibu menyusui pada dasarnya tidak serta-merta menurunkan kualitas kandungan utama ASI. Namun, kondisi dehidrasi dan kekurangan energi bisa berdampak pada volume ASI dan kondisi fisik ibu apabila tidak diantisipasi secara tepat.

“Beberapa studi menunjukkan bahwa puasa Ramadhan pada ibu menyusui umumnya tidak langsung menurunkan kualitas makronutrien ASI, namun dehidrasi dan defisit energi dapat memengaruhi volume ASI dan kondisi ibu jika tidak diantisipasi dengan baik,” kata lulusan Poltekkes Kemenkes Jakarta 3 pada Rabu.

Untuk menjaga produksi ASI selama puasa Ramadhan, Jamila menyarankan ibu menyusui memenuhi kebutuhan cairan sebanyak 2,5 hingga 3 liter mulai dari waktu berbuka hingga sahur. Kebutuhan ini bisa dipenuhi melalui konsumsi air putih, sup atau makanan berkuah, serta buah dengan kadar air tinggi seperti semangka dan jeruk.

Dari sisi energi, ibu menyusui dianjurkan menambah asupan kalori sekitar 400 sampai 500 kilokalori per hari saat sahur dan berbuka. Tambahan energi tersebut penting untuk menjaga stamina sekaligus mendukung produksi ASI selama menjalani puasa.

Ia juga mengingatkan pentingnya memilih makanan padat gizi. Sumber protein seperti telur, ikan, daging ayam, daging sapi, tempe, dan tahu berperan dalam proses sintesis ASI sekaligus membantu pemulihan tubuh ibu. Untuk menjaga kestabilan energi, ibu menyusui disarankan mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, kentang, dan roti gandum agar tubuh tidak mudah lemas di siang hari.

Selain itu, asupan lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun juga direkomendasikan guna menjaga konsistensi kandungan energi dalam ASI. Tidak hanya makronutrien, kebutuhan mikronutrien seperti vitamin dan mineral juga harus diperhatikan selama puasa.

Sumber kalsium dapat diperoleh dari susu, yoghurt, tempe, dan ikan teri. Sementara itu, zat besi bisa dipenuhi melalui konsumsi daging merah, hati, serta sayuran hijau seperti bayam.

“Bila perlu, suplementasi multivitamin khusus ibu menyusui dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga kesehatan, terutama jika asupan makanan sulit optimal saat puasa,” kata Jamila.

Baca Juga :

Ironi Generasi Terkoneksi, Gen Z dan Krisis Kesepian di Era Digital
608 Pelajar Jakbar Ramaikan Lomba Olahraga Tradisional, Bukti Budaya Bisa Sekeren Ini!

Lebih lanjut, Jamila menekankan bahwa produksi ASI sangat dipengaruhi oleh frekuensi pengosongan payudara, baik melalui menyusui langsung atau direct breastfeeding maupun dengan memompa ASI secara rutin. Ia menyarankan ibu tetap menyusui sesuai kebutuhan bayi, termasuk pada malam hari dan menjelang sahur, karena kadar hormon prolaktin cenderung lebih tinggi pada waktu tersebut.

Selama berpuasa, ibu menyusui juga dianjurkan memompa ASI setiap dua hingga tiga jam untuk menjaga stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Selain asupan nutrisi dan pola menyusui, manajemen stres serta kecukupan istirahat menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Stres dan kelelahan dapat menghambat refleks oksitosin sehingga pengeluaran ASI terasa kurang lancar meskipun produksinya tetap berlangsung.

Dengan perencanaan nutrisi yang tepat, pola istirahat yang cukup, serta manajemen menyusui yang konsisten, ibu menyusui tetap dapat menjalankan puasa Ramadhan tanpa mengorbankan kesehatan diri maupun kebutuhan bayi.

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:ASIIbu MenyusuiPuasa Ramadhan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Rekor Tercepat, dari Hutang Tunjangan Aneh Hingga Jadi Hakim MK dalam 6 Bulan
Next Article Puasa Ramadhan Tetap Olahraga? Jangan Tinggalkan Karbohidrat
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
Kesehatan

IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index