By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Rp6.569 Triliun Mengalir ke Korporasi Besar, Porsi UMKM Masih Minim
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Rp6.569 Triliun Mengalir ke Korporasi Besar, Porsi UMKM Masih Minim

EkonomiTerkini

Rp6.569 Triliun Mengalir ke Korporasi Besar, Porsi UMKM Masih Minim

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
3 Min Read
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman berbicara dalam diskusi media di Jakarta, Jumat (27/2/2026). (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa penyaluran kredit perbankan untuk sektor UMKM di luar skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2025 masih belum optimal. Dari total alokasi kredit nasional, porsinya baru menyentuh 19,4 persen.

Dalam diskusi media yang digelar Forum Wartawan UMKM di Jakarta, Jumat, Maman memaparkan bahwa total kredit perbankan nasional tahun 2025 mencapai Rp8.149 triliun. Namun, dana yang benar-benar mengalir ke pelaku UMKM hanya sekitar Rp1.580 triliun.

Capaian tersebut masih tertinggal dari target 25 persen yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Jika mengacu pada target itu, seharusnya pembiayaan untuk UMKM bisa menembus Rp2.100 triliun.

“Realisasi baru 19,4 persen, artinya masih ada sekitar 6 persen yang belum mampu kita penuhi,” ujar dia.

Di sisi lain, Maman menyebutkan bahwa sekitar Rp6.569 triliun atau setara 80,6 persen kredit justru terserap oleh kurang lebih 50 korporasi besar. Ketimpangan ini menjadi perhatian serius pemerintah karena UMKM dinilai sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Ia menegaskan evaluasi terhadap penyaluran kredit non-KUR akan menjadi fokus pembenahan ke depan. Langkah ini bertujuan agar pembiayaan perbankan benar-benar mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah secara lebih merata.

Selain itu, pemerintah tetap mengandalkan KUR sebagai instrumen strategis untuk memperkuat daya saing UMKM. Pada 2026, target penyaluran KUR dipatok sebesar Rp295 triliun dengan tambahan 1,37 juta debitur baru.

Sementara itu, realisasi KUR sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp270 triliun dengan total 4,58 juta debitur. Rinciannya meliputi 2,75 juta debitur baru dan 1,54 juta debitur graduasi. Dari angka tersebut, sebesar Rp163,9 triliun tersalurkan ke sektor produktif.

Dalam forum yang sama, Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero menilai penyerapan KUR di lapangan belum sepenuhnya sesuai harapan. Ia menyebut masih ada sejumlah kendala yang dihadapi pelaku usaha, terutama terkait persyaratan administratif.

Baca Juga :

Viral Aplikasi Madsaz, Penerjemah Tangisan Bayi Ciptaan Dosen IPB
Serial Harry Potter Terbaru: Hogwarts Bangkit Lagi dengan Skala Lebih Epik

Salah satu persoalan utama adalah ketentuan agunan. Padahal, regulasi pemerintah menyebutkan pinjaman di bawah Rp100 juta tidak mensyaratkan jaminan. Namun, praktik di lapangan dinilai berbeda.

“Ketika administrasi dan laporan keuangan sudah beres, tetapi kemudian ditanya sertifikatnya (agunan). Jadi sudah lah, bahasanya peraturan pemerintah 100 juta tanpa jaminan, tapi di lapangan tetap ditanya agunan,” ujar Edy.

Ia juga menyoroti peran perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara). Menurutnya, kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM masih perlu ditingkatkan agar selaras dengan semangat regulasi. Bagi pelaku usaha, percepatan akses kredit dinilai jauh lebih mendesak dibanding sekadar penawaran bunga rendah.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan dan memperluas akses pembiayaan UMKM, agar sektor ini dapat tumbuh lebih kuat dan berkontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:Ekonomi NasionalUMKM Indonesia
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Sahur Jangan Dilewatkan, Kunci Berat Badan Tetap Ideal Saat Puasa
Next Article Medvedev Tumbangkan Auger-Aliassime, Melaju ke Final Dubai 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

21 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index