By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Sahur Jangan Dilewatkan, Kunci Berat Badan Tetap Ideal Saat Puasa
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Sahur Jangan Dilewatkan, Kunci Berat Badan Tetap Ideal Saat Puasa

Kesehatan

Sahur Jangan Dilewatkan, Kunci Berat Badan Tetap Ideal Saat Puasa

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
4 Min Read
Ilustrasi - Buka puasa bersama keluarga. (Foto: AI/ Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga lulusan Universitas Indonesia dr. Andi Kurniawan Sp.KO membagikan strategi menjaga berat badan tetap stabil selama bulan Ramadhan. Ia menekankan pentingnya mengatur pola makan saat berbuka dan tidak melewatkan sahur agar metabolisme tubuh tetap terjaga.

“Berbuka jangan langsung dengan makanan berat dalam porsi besar. Mulailah dengan 2–3 butir kurma ditambah air putih, lalu beri jeda 15–20 menit sebelum makan utama,” kata Andi.

Menurut Andi, lonjakan berat badan saat puasa kerap terjadi karena pola makan yang tidak terkontrol. Data menunjukkan sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan selama Ramadhan akibat konsumsi berlebihan saat berbuka. Risiko mengonsumsi gorengan tinggi lemak meningkat 1,9 kali, minuman manis 1,7 kali, serta kecenderungan kurang bergerak naik 1,6 kali.

Ia menjelaskan bahwa setelah 12–14 jam tanpa asupan, kadar ghrelin atau hormon pemicu rasa lapar meningkat tajam, sementara hormon leptin yang berperan dalam rasa kenyang justru menurun. Kondisi ini memicu dorongan makan yang sulit dikendalikan.

Dalam situasi tersebut, tubuh sebenarnya membutuhkan waktu sekitar 15–20 menit agar sinyal kenyang dari lambung ke otak bekerja optimal. Namun pada rentang waktu itu, banyak orang sudah terlanjur mengonsumsi kalori berlebihan.

Andi menegaskan bahwa memberi jeda sebelum makan besar membantu mengaktifkan hormon kenyang seperti leptin dan cholecystokinin, sehingga asupan makanan lebih terkendali dan tidak berlebihan. Strategi sederhana ini terbukti efektif menekan total kalori yang masuk saat berbuka.

Untuk menu utama, ia menyarankan fokus pada kualitas nutrisi. Komposisi ideal yang dianjurkan yakni setengah piring berisi sayur dan buah, seperempat protein seperti ayam, ikan, telur, tahu, atau tempe, serta seperempat lainnya karbohidrat kompleks.

“Protein sangat penting, ia memiliki thermic effect of food (TEF) tertinggi yang 20–30 persen dari kalorinya dibakar tubuh untuk mencerna dan memberikan rasa kenyang paling lama,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar membatasi minuman tinggi gula saat berbuka. Satu gelas es teh manis di warung bisa mengandung 150–250 kalori dengan nilai gizi minim, sehingga berkontribusi pada penambahan berat badan tanpa memberi efek kenyang.

Baca Juga :

Olahraga di Sekolah! Cetak Generasi Cerdas, Sehat, dan Berkarakter
4 Daftar Artis Indonesia yang Rayakan Idul Fitri di Luar Negeri

Menu khas berbuka dan sahur di Indonesia seperti kolak, gorengan, es buah bersirup, hingga takjil manis umumnya tinggi kalori. Dalam waktu singkat, seseorang dapat mengonsumsi 800–1.000 kalori hanya dari makanan pembuka, bahkan sebelum merasa kenyang.

Konsumsi makanan dalam jumlah besar pada malam hari juga berisiko lebih mudah disimpan sebagai lemak, karena secara biologis metabolisme tubuh cenderung melambat dibandingkan siang hari.

Selain mengatur pola berbuka, Andi menegaskan pentingnya sahur dengan asupan protein dan serat yang cukup. Langkah ini membantu menekan rasa lapar berlebihan menjelang berbuka serta mencegah kompensasi makan secara berlebihan di malam hari.

Aktivitas fisik juga tak kalah penting. Ia menyarankan target 7.000–10.000 langkah per hari, yang bisa dicapai melalui aktivitas ringan seperti berjalan ke masjid, lebih sering berdiri saat bekerja, atau latihan angkat beban ringan selama 15–20 menit setelah tarawih untuk menjaga metabolisme tetap aktif.

Tak kalah penting, kualitas tidur juga harus diperhatikan. Pengendalian berat badan selama Ramadhan memerlukan waktu istirahat minimal 6–7 jam per hari, yang bisa dipenuhi melalui kombinasi tidur malam dan tidur siang singkat sekitar 20 menit.

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:Berat Badan IdealPuasa SehatTips Ramadhan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Qasr Al Bahr, Abu Dhabi (Sumber : setkab.go.id) Presiden MBZ Komitmen Lipat Gandakan Investasi PEA di Indonesia
Next Article Rp6.569 Triliun Mengalir ke Korporasi Besar, Porsi UMKM Masih Minim
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

4 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
Kesehatan

IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index