By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Sebut Ada Kecurangan dalam Lima Pemilu Terakhir, Mahfud MD: Modusnya yang Berbeda
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Sebut Ada Kecurangan dalam Lima Pemilu Terakhir, Mahfud MD: Modusnya yang Berbeda

Terkini

Sebut Ada Kecurangan dalam Lima Pemilu Terakhir, Mahfud MD: Modusnya yang Berbeda

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD sebut ada kecurangan yang terjadi dalam pemilu terakhir yang terjadi di Indonesia. Hanya saja, berbeda modusnya. Termasuk, adanya potensi kecurangan dalam Pemilu 2024.

Contents
Modus BerbedaAwal Mula MK

Menurut Mahfud MD, kecurangan memang terjadi dalam lima kali penyelenggaraan Pemilu terakhir.

“Karena sudah lima kali Pemilu kita 1999, 2004, 2009, 2014, dan 2019 curang terus. Tetapi beda saudara yang curang sekarang itu adalah peserta pemilu sendiri, bukan pemerintah,” kata Mahfud MD saat menjadi pembicara kunci seminar “Literasi Media dan Politik Jelang Pemilu 2024: Mitigasi Konflik SARA dan Penguatan Partisipasi Warga” di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 23 Mei 2023.

Modus Berbeda

Mahfud MD soal kecurangan dalam lima Pemilu di Indonesia, jauh berbeda jika dibandingkan semasa Orde Baru berkuasa. Saat itu, sudah menjadi rahasia umum bahwa Pemilu kerap kali sudah diatur siapa pemenangnya dan partai apa mendapat berapa banyak suara.

Sementara dalam lima kali Pemilu terakhir, Mahfud MD, menyebut kecurangan terjadi antara rakyat dengan rakyat dan dilakukan oleh peserta Pemilu, dengan modus kecurangan yang terjadi yang dilakukan oleh peserta pemilu membayar orang tertentu di tempat pemungutan suara (TPS) untuk memalsukan hasil pemungutan suara yang diserahkan ke kelurahan, kecamatan dan seterusnya hingga mendapatkan suara akhir demi sebuah kemenangan.

“Kalau dulu jaman Orde Baru itu ndak bisa dibantah, yang curang pemerintah terhadap rakyat. Pokoknya yang menang harus Golkar, pemilu besok yang Golkar dapat sekian, PPP sekian, PDI sekian, sudah diatur. Itu bukan berita bohong, memang iya,” jelas Mahfud MD.

“Sudah diakali sedemikian rupa, masih saja terjadi kasus-kasus seperti itu,” lanjutnya.

Awal Mula MK

Untuk mengatasinya, pemerintah sejak 2003 secara resmi membentuk Mahkamah Konstitusi (MK) yang punya tugas untuk menyelesaikan perselisihan hasil pemilu.

“Karena kalau keputusannya tidak terbuka dan independen, itu bisa jadi masalah politik yang besar,” ujar mantan Ketua MK 2009-2013.

Baca Juga :

SD Negeri 3 Kendari! Meski Serba Terbatas, Siswa Auto Semangat Ukir Prestasi Karate Nasional!
Profil dan Biodata Gisellma Firmansyah, Pemeran Linda di Film Vina: Sebelum 7 Hari

“Pemilu pasti diwarnai kecurangan, yang kemarin dan yang besok. Oleh sebab itu saya bilang ke Pak Hasyim dan Bawaslu ketika datang ke kantor saya untuk siap-siap digugat karena Pemilu curang. Karena Pemilu itu adalah taruhan kita bagi masa depan bangsa ini” tutupnya.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Resmi Jadi WNI, Erick Thohir Berharap Rafael Struick dan Ivar Jenner Bisa Beri Dampak Positif untuk Timnas Indonesia
Next Article Kasus KDRT Bukhori Yusuf Resmi Dilimpahkan ke Bareskrim Polri, PKS: Sudah Masyarakat Biasa
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

9 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

11 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index