By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Tawarkan Solusi Limbah Tekstil, Dua Siswi Smamda Surabaya Raih Prestasi Internasional
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Tawarkan Solusi Limbah Tekstil, Dua Siswi Smamda Surabaya Raih Prestasi Internasional

PendidikanTerkini

Tawarkan Solusi Limbah Tekstil, Dua Siswi Smamda Surabaya Raih Prestasi Internasional

Adrian
By
Adrian
6 months ago
Share
5 Min Read
Foto : Tim Smamda ketika melakukan penelitian di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Airlangga (Unair) (Sumber : klikmu.co)
Foto : Tim Smamda ketika melakukan penelitian di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Airlangga (Unair) (Sumber : klikmu.co)
SHARE

Inversi Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda). Dua siswi kelas XII, Fathiya Galuh Iswardani (kelas XII-1) dan Fatimah Khalila (kelas XII-3), berhasil meraih medali perak (silver medal) dalam ajang Indonesia International Applied Science Olympiad (I2ASPO).

Kompetisi riset internasional berbasis daring tersebut diikuti oleh pelajar dari berbagai negara dan menantang peserta untuk menghadirkan solusi sains terapan yang berdampak bagi masyarakat luas. Dalam ajang tersebut, Fathiya dan Fatimah mengusung karya ilmiah berjudul “PEARL: A Chitosan-Biochar Composite Hydrogel as an Eco-Friendly Absorbent for Textile Dye Removal”.

Penelitian ini berangkat dari kepedulian mereka terhadap persoalan pencemaran lingkungan akibat limbah industri tekstil, khususnya limbah zat warna yang masih menjadi masalah serius di berbagai daerah.

Melalui penelitian tersebut, keduanya menawarkan solusi ramah lingkungan berupa hidrogel berbasis kitosan dan biochar yang berfungsi sebagai penyerap zat warna tekstil. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengolahan limbah yang lebih aman, efektif, dan berkelanjutan dibandingkan metode konvensional yang berpotensi mencemari lingkungan.

“Penelitian ini memang kami rancang untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. Kami ingin memberikan kontribusi, bukan sekadar membuat karya untuk keperluan lomba,” ujar Fathiya Galuh Iswardani saat ditemui usai pengumuman hasil kompetisi.

Namun, perjalanan menuju pencapaian tersebut tidak berlangsung mudah. Pada tahap awal penelitian, Fathiya dan Fatimah sempat mengembangkan konsep yang lebih kompleks, yakni mengombinasikan hidrogel dengan konsorsium mikroba agar limbah tidak hanya terserap, tetapi juga dapat terurai secara biologis. Sayangnya, konsep tersebut harus ditinggalkan akibat faktor eksternal yang menyebabkan mikroba tidak dapat bertahan hidup.

Kegagalan tersebut berdampak besar terhadap proses penelitian. Selain menguras tenaga dan biaya, waktu yang tersisa untuk menyelesaikan riset juga sangat terbatas, yakni hanya sekitar satu hingga dua minggu menjelang batas akhir pengumpulan karya.

“Kami sempat merasa sangat terpuruk selama dua hari. Rasanya semua usaha yang sudah dilakukan seperti sia-sia,” ungkap Fatimah Khalila. Meski demikian, keduanya tidak menyerah. Mereka kemudian mengevaluasi ulang konsep penelitian dan menyusun strategi baru yang lebih realistis serta memungkinkan untuk diselesaikan dalam waktu singkat.

Tantangan berikutnya muncul saat hari presentasi. Pada waktu yang bersamaan, Fathiya dan Fatimah harus mengikuti kegiatan FISA, sehingga presentasi penelitian terpaksa dilakukan dalam kondisi yang jauh dari ideal. Mereka bahkan harus mempresentasikan karya ilmiah dari dalam bus saat jam istirahat makan siang, hanya menggunakan satu perangkat, dengan berbagai kendala teknis yang tidak terduga.

Baca Juga :

Gunung Semeru Catat 16 Kali Erupsi, Aktivitas Vulkanik Meningkat
Imbas Bencana di Sumatera, Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Lingkungan

“Kami menyadari presentasi kami tidak maksimal. Banyak hal yang di luar rencana. Mungkin itu juga yang membuat kami belum bisa meraih medali emas,” ujar keduanya. Meski demikian, mereka tetap bersyukur atas pencapaian yang diraih dan mengaku bangga dapat membawa pulang medali perak di ajang internasional.

Secara keseluruhan, proses penelitian memakan waktu sekitar satu setengah bulan, mulai dari eksplorasi ide, pengurusan izin penggunaan Laboratorium Mikrobiologi Universitas Airlangga (Unair), hingga pelaksanaan eksperimen akhir. Keduanya mengaku fase persiapan menjadi bagian paling berkesan karena diwarnai diskusi intensif, pertukaran ide, serta semangat untuk menghasilkan karya terbaik.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh orang tua dan pihak sekolah. Sejak awal, inisiatif penelitian mereka mendapat sambutan positif, baik dalam bentuk perizinan, pendampingan akademik, maupun dukungan moral.

Guru pembimbing, Eka Haris Prastiwi, menyampaikan apresiasinya atas ketekunan dan kedewasaan sikap yang ditunjukkan oleh Fathiya dan Fatimah selama proses penelitian. Menurutnya, pencapaian ini bukan semata-mata tentang perolehan medali, melainkan tentang proses pembelajaran yang bernilai tinggi.

“Mereka menunjukkan ketangguhan luar biasa. Setelah mengalami kegagalan besar di awal, mereka tidak berhenti, tetapi justru berani mengevaluasi dan mengubah strategi. Ini merupakan karakter peneliti sejati yang perlu terus dikembangkan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia juga menilai pengalaman ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis riset dan proyek mampu membentuk pola pikir kritis, kolaboratif, dan solutif pada peserta didik. Eka berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi siswa Smamda lainnya untuk berani mencoba dan tidak takut menghadapi kegagalan.

Bagi Fathiya dan Fatimah, capaian ini memiliki makna tersendiri karena menjadi kemenangan pertama mereka di ajang penelitian internasional, setelah sebelumnya sempat mengalami kegagalan dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).

“Rasanya sangat lega dan membahagiakan. Pengalaman ini mengajarkan kami bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya,” ujar mereka. Keduanya pun berpesan kepada rekan-rekan siswa yang memiliki minat di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) agar tidak ragu mengikuti kompetisi riset.

“Pengalaman penelitian seperti ini akan sangat berguna di dunia perkuliahan dan dunia kerja nanti. Ini adalah bekal yang sangat berharga,” pungkas mereka.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:Limbah TekstilPrestasi InternasionalsiswiSmamda SurabayaSolusiSurabaya
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Salah satu siswi TK Islam Internasional Al-Abidin Karanganyar Mayesha Khawla Ajma berhasil meraih Medali Perunggu Matematika Level TK pada ajang Semifinal Chaanakya Ekadanta Olympiad 2025 Tingkat Provinsi (Sumber : news.espos.id) Hebat Sejak Dini, Siswi TK Al-Abidin Karanganyar Ukir Prestasi di Olimpiade Matematika Provinsi
Next Article Foto : Presiden Prabowo mengumumkan Indonesia swasembada pangan di hadapan para petani, komunitas pertanian Indonesia, jajaran menteri dan wakil menteri, pimpinan lembaga, Jaksa Agung, Kapolri, Wakil Panglima TNI, kepala staf dari masing-masing tiga matra TNI, direktur-direktur utama BUMN (Sumber : antaranews.com) Presiden Prabowo Resmi Umumkan Indonesia Swasembada Pangan pada 2025
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

6 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

7 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index