INVERSI.ID – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Indonesia kini menembus angka 5 juta ton. Jumlah tersebut disebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia dan pencapaian terbesar sejak berdirinya Perum Bulog.
Menurut Sudaryono, capaian itu menjadi bukti keberhasilan kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan produksi beras dalam negeri.
“Tertinggi sepanjang sejarah, tertinggi sepanjang Bulog ada dan tertinggi sepanjang Republik ini berdiri,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono saat melakukan peninjauan ke Gudang Bulog Sukamaju di Palembang. Dalam kunjungan itu, ia memastikan langsung kondisi cadangan beras yang tersimpan di gudang pemerintah.
Wamentan yang akrab disapa Mas Dar menilai pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan keberhasilan itu tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat produksi hingga distribusi beras nasional.
Untuk memastikan data tersebut valid, Sudaryono mengaku telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah daerah bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, termasuk di Karawang, Jawa Barat.
“Tadi saya sudah keliling dengan kawan-kawan semua, termasuk Pak Mentan Andi Amran Sulaiman di Karawang, kita memastikan dan mengecek secara langsung hasil dan juga kondisi cadangan beras kita yang disimpan di Gudang Bulog,” katanya.
Dalam proses pengecekan itu, Sudaryono turut memeriksa kualitas beras secara acak. Bahkan, sejumlah karung beras yang masih tersegel dibuka untuk memastikan kondisi beras tetap layak dan tidak mengalami penurunan kualitas.
“Tadi kita cek kualitasnya bagus, ada yang satu tahun, ada yang enam bulan, semua dalam keadaan baik, tidak ada kutunya. Saya sudah cek random semua, dan yang disegel juga saya minta dibuka,” ujar dia.
Selain menjadi stok strategis nasional, cadangan beras tersebut nantinya juga akan dimanfaatkan untuk mendukung program bantuan pangan bagi masyarakat. Pemerintah menilai keberadaan Perum Bulog memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan harga beras di pasar.
“Ini Insya-Allah in-out (first in, first out) untuk disalurkan (sebagai) bantuan pangan. Jadi Bulog prima dalam menyimpan cadangan beras pemerintah,” ujar Sudaryono.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Produksi beras nasional tercatat meningkat 4,07 juta ton menjadi 34,69 juta ton atau naik sekitar 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut didorong oleh bertambahnya luas panen serta berbagai kebijakan penguatan sektor pertanian yang diterapkan pemerintah.
Sudaryono yang juga menjabat Ketua Umum DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencapaian tersebut, mulai dari petani, penyuluh pertanian, aparat TNI dan Polri, Kejaksaan, hingga pemerintah daerah.
“Selamat untuk pertanian, selamat untuk petani Indonesia. Prestasi ini harus kita jaga dan pertanggungjawabkan dengan baik di hadapan seluruh rakyat Indonesia,” kata Sudaryono.