By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Stop Stigma Negatif Pangan Olahan, Kualitas Gizi Lebih dari Sekadar Istilah UPF
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Stop Stigma Negatif Pangan Olahan, Kualitas Gizi Lebih dari Sekadar Istilah UPF

MBGTerkini

Stop Stigma Negatif Pangan Olahan, Kualitas Gizi Lebih dari Sekadar Istilah UPF

Adrian
By
Adrian
5 months ago
Share
5 Min Read
Foto : Forum diskusi nasional mengenai miskonsepsi Ultra Processed Food (UPF) (Sumber : bgn.go.id)
Foto : Forum diskusi nasional mengenai miskonsepsi Ultra Processed Food (UPF) (Sumber : bgn.go.id)
SHARE

Inversi Perkembangan industri pangan global tahun 2026 menuntut masyarakat untuk memiliki literasi gizi yang lebih komprehensif, terutama mengenai klasifikasi pangan olahan.

Contents
Meluruskan Miskonsepsi Pangan OlahanPangan Olahan Sebagai Solusi Gizi Terjangkau dan AmanRekomendasi Komunikasi Berbasis Sains dan Edukasi PublikMemperkuat Fondasi Literasi Gizi Nasional

Dalam forum diskusi nasional yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat (13/2/2026), para pakar merekomendasikan perlunya pergeseran paradigma dalam komunikasi publik terkait istilah Ultra-Processed Food (UPF).

Fokus Utama dari Focus Group Discussion (FGD) tersebut menyoroti bahwa penggunaan terminologi UPF di ruang publik sering kali memicu miskonsepsi dan stigma negatif yang tidak proporsional terhadap seluruh kategori pangan olahan.

Forum ini menekankan bahwa narasi pangan harus dikembalikan pada basis sains demi menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional dan efektivitas program intervensi gizi pemerintah.

Meluruskan Miskonsepsi Pangan Olahan

Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Sri Raharjo, dalam pemaparannya menegaskan bahwa proses pengolahan pangan (food processing) merupakan bagian integral dari upaya menjamin keamanan, umur simpan, dan aksesibilitas nutrisi. Menurut beliau, klasifikasi pangan berdasarkan tingkat pemrosesan sering kali mengaburkan nilai gizi aktual yang terkandung dalam produk tersebut.

“Pangan olahan tidak seharusnya dipandang secara peyoratif hanya karena melalui serangkaian proses teknologi. Kualitas suatu produk pangan ditentukan oleh profil komposisi nutrisi, pengawasan standar keamanan yang ketat, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan gizi spesifik individu,” jelas Prof. Sri Raharjo.

Beliau menambahkan bahwa istilah UPF yang kerap digunakan secara generalis dapat menimbulkan salah persepsi di tengah masyarakat. Stigma bahwa semua pangan olahan bersifat buruk bagi kesehatan dapat menghambat pemanfaatan teknologi pangan yang sebenarnya diperlukan untuk mengatasi masalah malnutrisi dan stunting.

Pangan Olahan Sebagai Solusi Gizi Terjangkau dan Aman

Forum FGD UGM tersebut juga menyepakati bahwa pangan olahan tetap memegang peranan krusial sebagai solusi dalam penyediaan gizi yang aman, stabil, dan terjangkau bagi populasi yang luas.

Dalam konteks Indonesia tahun 2026, di mana distribusi pangan menghadapi tantangan geografis yang kompleks, teknologi pengolahan pangan menjadi kunci agar nutrisi dapat menjangkau wilayah pelosok tanpa mengurangi kualitas keamanan hayatinya.

Baca Juga :

Lawan Bali United di Kandang Persib akan Tampil dengan Kekuatan Penuh
Toxic or True? Gini Lho Bedanya Teman Sejati vs Teman Musiman di Sekolah, biar Circle Kamu Nggak Kaleng-Kaleng!

Para ahli di forum tersebut menegaskan bahwa selama produk pangan tersebut diformulasikan dengan pengawasan ketat dari otoritas terkait seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan mengikuti standar Codex Alimentarius, maka produk tersebut layak menjadi bagian dari diet masyarakat. Keamanan pangan olahan didukung oleh:

  • Fortifikasi Pangan: Penambahan mikronutrien penting (seperti vitamin dan mineral) yang sering kali hilang pada pangan segar atau diperlukan untuk mengatasi defisiensi gizi spesifik.
  • Standarisasi Mutu: Pengawasan proses produksi yang meminimalisasi risiko kontaminasi biologis dan kimiawi.
  • Keterjangkauan Ekonomi: Memungkinkan penyediaan protein dan kalori berkualitas dengan harga yang kompetitif bagi lapisan masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Rekomendasi Komunikasi Berbasis Sains dan Edukasi Publik

Salah satu luaran strategis dari diskusi ini adalah desakan bagi pemerintah, akademisi, dan praktisi kesehatan untuk menggunakan istilah komunikasi yang lebih tepat dan deskriptif.

Penggunaan label “olahan” tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai profil gizi (seperti kadar gula, garam, dan lemak atau GGL) dinilai kurang edukatif dan cenderung bersifat reduksionis. Kedepannya, hasil FGD di UGM ini akan dijadikan bahan dasar bagi penyusunan rekomendasi kebijakan nasional.

Strategi edukasi publik akan difokuskan pada:

  • Penerapan Label Gizi yang Informatif: Mendorong masyarakat untuk membaca label fakta nutrisi ketimbang hanya melihat jenis pengolahan produk.
  • Literasi Gizi Berimbang: Mengedukasi pola makan berkelanjutan yang mengombinasikan pangan segar dan pangan olahan secara proporsional.
  • Dukungan Program MBG: Memastikan bahwa pasokan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) didukung oleh produk pangan olahan yang telah tervalidasi keamanannya secara sains guna menjamin efisiensi logistik nasional.

Memperkuat Fondasi Literasi Gizi Nasional

Menutup diskusi tersebut, para pakar menekankan bahwa tujuan akhir dari pelurusan istilah UPF ini adalah untuk menciptakan masyarakat yang berdaya dalam menentukan pilihan pangan mereka secara objektif.

Tanpa stigma dan ketakutan yang tidak berdasar, masyarakat dapat memanfaatkan kemajuan teknologi pangan untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Literasi pangan yang berbasis sains akan menjadi pilar pendukung keberhasilan program-program kesehatan pemerintah dalam jangka panjang.

Dengan komunikasi publik yang akurat dan transparan, Indonesia optimistis dapat mewujudkan ketahanan gizi yang tangguh menuju visi Indonesia Emas 2045.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:Kualitas GiziPangan OlahanStigma NegatifStopUPF
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : bgn.go.id) SPPG Pejuang Pakem Perkuat Rantai Pasok Pangan Berbasis Potensi Lokal Sleman
Next Article Killing Me Inside RE:UNION Rilis Single bertajuk Senyawa dan Candu
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index