By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Survei Deloitte 2025: Gen Z Ingin Kantor yang Ramah Lingkungan dan Beretika
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Survei Deloitte 2025: Gen Z Ingin Kantor yang Ramah Lingkungan dan Beretika

Terkini

Survei Deloitte 2025: Gen Z Ingin Kantor yang Ramah Lingkungan dan Beretika

Jack
By
Jack
11 months ago
Share
5 Min Read
Anak Muda
SHARE

INVERSI.ID – Survei global yang melibatkan lebih dari 23.000 responden dari 44 negara ini menyoroti bagaimana dua generasi terbesar yakni Generasi Z (Gen Z) dan milenial, di dunia kerja saat ini memandang pentingnya keberlanjutan dalam karier mereka.

Contents
Generasi Baru dengan Prioritas BaruEtika Lingkungan Jadi PenentuBukan Sekadar di Kantor, Tapi Juga di RumahImplikasi bagi Dunia UsahaMasa Depan yang Hijau dan Inklusif

Gen Z dan Millennial diprediksi akan mendominasi angkatan kerja dunia pada tahun 2030, mencapai 74 persen dari total tenaga kerja. Hal ini membuat suara mereka semakin penting bagi arah kebijakan perusahaan. Deloitte melalui survei yang telah berjalan selama 14 tahun ini mengkaji pandangan mereka tentang prioritas, kekhawatiran, dan nilai-nilai yang mereka bawa ke dunia kerja.

Laporan terbaru ini menunjukkan bahwa Gen Z dan Millennial semakin memilih bekerja di perusahaan yang sejalan dengan nilai etika dan prinsip keberlanjutan mereka. Bahkan, sebagian besar rela meninggalkan pekerjaan atau menolak tawaran jika perusahaan dinilai abai terhadap isu lingkungan.

Generasi Baru dengan Prioritas Baru

Deloitte menemukan bahwa Gen Z dan Millennial menempatkan pertumbuhan diri, gaji yang layak, tujuan hidup yang bermakna, dan kesejahteraan sebagai prioritas utama. Namun, yang mengejutkan adalah keberlanjutan kini masuk dalam daftar pertimbangan penting mereka saat memilih pekerjaan.

Menurut laporan yang dikutip dari Sustainability Magazine (17/7/2025), sekitar 70 persen responden menyatakan bahwa kebijakan lingkungan perusahaan memengaruhi keputusan mereka saat melamar kerja. Bahkan, 15 persen menyatakan siap pindah kerja jika perusahaan tidak sesuai dengan prinsip keberlanjutan yang mereka pegang.

“Dunia berada di titik balik kritis. Risiko dari krisis lingkungan, ekonomi, dan sosial meningkat, dan kita kehabisan waktu untuk bertindak,” kata Mattias Medert, Kepala Global Keberlanjutan SAP, menanggapi hasil survei Deloitte.

Etika Lingkungan Jadi Penentu

Selain memperhatikan gaji dan jenjang karier, Gen Z dan Millennial kini memeriksa rekam jejak lingkungan perusahaan sebelum melamar. Sebanyak 40 persen responden mengaku pernah berhenti atau menolak pekerjaan karena nilai perusahaan bertentangan dengan nilai pribadi mereka, terutama terkait isu keberlanjutan.

Lebih dari 50 persen juga mengaku sudah menyuarakan tuntutan kepada perusahaan mereka untuk lebih serius menangani isu lingkungan.

“Ini menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya ingin perubahan, tetapi mereka siap menjadi katalisnya,” ujar Mattias.

Baca Juga :

Kisah Ibu Relawan MBG! Bangkit Sambil Merawat Anak Disabilitas
Pemkot Depok Catat Transaksi Belanja Online LKPP Terbesar di Jabar, Tembus Rp 48 M

Bukan Sekadar di Kantor, Tapi Juga di Rumah

Kesadaran lingkungan Generasi Z dan Millennial tidak berhenti di lingkungan kerja. Laporan Deloitte menunjukkan bahwa mereka juga menerapkan praktik keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagian besar responden mengaku mulai menggunakan peralatan hemat energi, merencanakan pembelian kendaraan listrik atau hibrida, dan bersedia membayar lebih untuk produk atau layanan yang berkelanjutan. Sebanyak 25 persen menyatakan selalu memeriksa dampak lingkungan dari perusahaan sebelum membeli produk mereka.

Selain itu, lebih dari 65 persen responden merasa cemas terhadap kondisi lingkungan saat ini, sementara 70 persen mengaku pernah mengalami langsung dampak cuaca ekstrem dalam setahun terakhir.

Implikasi bagi Dunia Usaha

Hasil survei ini memberikan pesan kuat bagi para pelaku usaha. Dalam era dominasi Gen Z dan Millennial di dunia kerja, isu keberlanjutan tidak lagi bisa dianggap sekadar tren, melainkan sebagai strategi inti perusahaan.

“Tujuan yang berani dan tindakan nyata dalam hal iklim, inklusi, hak asasi manusia, dan bisnis berkelanjutan bukan hanya hal yang benar, tetapi juga cara untuk memenangkan kepercayaan generasi berikutnya. Terutama saat kita masuk ke era AI dan inovasi digital.” kata Mattias menegaskan.

Perusahaan yang gagal menyesuaikan diri dengan nilai-nilai ini berisiko kehilangan talenta terbaik dan kehilangan daya saing di mata konsumen yang semakin sadar lingkungan.

Masa Depan yang Hijau dan Inklusif

Survei tahunan Deloitte menegaskan kembali bahwa Gen Z dan Millennial membawa gelombang perubahan dalam dunia kerja. Mereka tidak hanya mencari pekerjaan untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk memberi makna dan berdampak positif bagi dunia.

Dengan populasi mereka yang akan mendominasi tenaga kerja global dalam lima tahun ke depan, perusahaan wajib bertransformasi menjadi lebih ramah lingkungan, inklusif, dan berkelanjutan. Masa depan dunia kerja tidak lagi hanya soal profit, tetapi juga tentang keberlanjutan bumi yang kita tinggali bersama.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:gen zkerjamilenial
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Media Asing Soroti Krisis Pengangguran Gen Z di Indonesia, Sarjana Babak Belur Cari Kerja
Next Article Juara dari Pariaman! Wako Yota Balad Tutup GSI & O2SN 2025: Pesan Nge-Gas Buat Siswa Berprestasi, Siap-Siap Jadi Bintang Nasional!
1 Comment
  • Pingback: 3 Kebiasaan Sehat yang Wajib Gen Z Coba

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

15 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

16 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index