BANGKA BELITUNG — Kabar gembira bagi masyarakat pesisir Bangka Tengah. Rencana pembukaan aktivitas penambangan timah di wilayah perairan Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, dipastikan akan membawa angin segar bagi perekonomian lokal.
Program strategis yang akan dijalankan oleh PT Timah Tbk ini tidak hanya berorientasi pada produksi semata, melainkan dirancang khusus untuk memberdayakan dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir secara signifikan.
Dari kacamata ekonomi, kehadiran tambang di kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) DU 1584 ini dinilai berpotensi besar membuka keran pendapatan baru bagi masyarakat. Aktivitas pertambangan diproyeksikan akan menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal, terutama bagi warga yang bermukim di sekitar wilayah operasional.
PT Timah Tbk secara tegas menyatakan komitmennya untuk melibatkan masyarakat secara langsung melalui pola kemitraan yang inovatif. Department Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, menjelaskan bahwa perusahaan terus beradaptasi untuk menghadirkan pola kemitraan penambangan yang berpihak pada rakyat.
“Selain itu, masyarakat setempat juga akan dilibatkan secara langsung dalam pengelolaan tambang. Salah satu skema yang disiapkan adalah pemberian bantuan berupa paket alat ponton isap mini, yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam berpartisipasi pada sektor pertambangan,” jelas Anggi
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PT Timah juga berencana memberikan insentif secara berkala kepada setiap keluarga di wilayah terdampak. Program ini diharapkan dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat serta menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan dan warga.
Di sisi lain, aktivitas penambangan dipastikan tidak akan mengganggu jalur pelayaran nelayan maupun aktivitas ekonomi yang melintasi perairan Beriga. Perusahaan menyatakan bahwa operasional tambang akan diatur sedemikian rupa agar tetap menjamin kelancaran aktivitas nelayan.
Tak hanya itu, kehadiran tambang juga diyakini dapat mendorong tumbuhnya sektor usaha pendukung lainnya, seperti jasa logistik, perdagangan lokal, hingga usaha kecil dan menengah (UMKM) di sekitar wilayah tersebut.
Dukungan terhadap pola kemitraan ini juga datang dari pemerintah daerah. Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyambut baik inisiatif tata kelola tambang yang melibatkan masyarakat.
“Kita selaku pemerintah daerah menyambut baik rencana tata kelola ini. Kita tidak bisa pungkiri bahwa pertambangan masih menjadi komoditas yang penting bagi ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Algafry dalam sebuah kesempatan rapat koordinasi tata kelola tambang.
Dengan berbagai skema dan komitmen tersebut, rencana aktivitas pertambangan di Beriga diharapkan dapat berjalan selaras antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Ini bukan sekadar tentang menambang timah, melainkan tentang membangun masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan bagi masyarakat Bangka Belitung.