Psikolog menekankan pentingnya peningkatan kemampuan komunikasi anak sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya perundungan. Kemampuan ini dinilai krusial agar anak mampu membela diri dan menyuarakan haknya secara tepat dalam berbagai situasi sosial.
“Bangun keterampilan, kemampuan bicara asertif, berani memperjuangkan atau menyuarakan haknya atau hak orang lain yang ditindas tanpa mengganggu hak orang lain,” kata Saskia Rosita Indasari M.Psi. Psikolog.
Peran Keterampilan Komunikasi dalam Mencegah Perundungan
Psikolog pendidikan dari Universitas Indonesia itu menjelaskan bahwa anak perlu dibekali pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam relasi sosial. Selain itu, anak juga perlu didorong untuk memiliki buddy system atau lingkar pertemanan yang sehat, sehingga mereka memiliki teman dekat yang dapat memberikan perlindungan dan bantuan saat dibutuhkan.
Menurut Saskia, keberadaan teman yang dipercaya dapat membantu anak merasa lebih aman dan tidak sendirian ketika menghadapi situasi tidak menyenangkan di lingkungan sosialnya.
Membangun Kepercayaan Diri Anak Sejak Dini
Di samping dukungan dari teman sebaya, peran orang tua juga sangat penting dalam membangun kepercayaan diri anak. Orang tua dapat melibatkan anak dalam berbagai kegiatan komunitas, hobi, atau organisasi yang sesuai dengan minat mereka.
Selain itu, anak perlu diajarkan cara menyelesaikan masalah secara sehat agar mampu menghadapi konflik tanpa kekerasan atau tekanan emosional.
Tanda Perundungan dan Pentingnya Komunikasi Orang Tua
Saskia mengungkapkan bahwa indikasi perundungan pada anak dapat terlihat dari perubahan perilaku, menurunnya semangat belajar, hingga penurunan prestasi akademik.
“Untuk menyadari ini, orang tua perlu punya waktu bersama anak, mengamati dan cek kondisi anak setiap hari dan dekat dengan anak,” katanya.
Ia menegaskan bahwa komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi kunci agar anak merasa aman untuk bercerita, termasuk ketika mengalami gangguan atau perundungan dari teman sebaya. Jika anak menunjukkan tanda-tanda seperti sering murung, menolak berangkat ke sekolah, atau merasa takut berada di lingkungan sekolah meski sudah mendapatkan dukungan dari guru dan orang tua, Saskia menyarankan agar orang tua segera berkonsultasi dengan psikolog.