By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Trump Buka Peluang Negosiasi Baru dengan Iran, Pakistan Jadi Opsi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Trump Buka Peluang Negosiasi Baru dengan Iran, Pakistan Jadi Opsi

Internasional

Trump Buka Peluang Negosiasi Baru dengan Iran, Pakistan Jadi Opsi

Jack
By
Jack
3 months ago
Share
3 Min Read
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Donald Trump menyampaikan optimisme terkait peluang dimulainya kembali dialog antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menyebutkan, proses negosiasi berpotensi dilanjutkan dalam waktu dekat, bahkan dalam dua hari ke depan, dengan Pakistan sebagai salah satu opsi lokasi.

“Sesuatu bisa terjadi dalam dua hari ke depan,” kata Trump dalam wawancara telepon dengan New York Post, Selasa.

Dalam upaya membuka kembali jalur komunikasi dengan Iran, Trump juga menyinggung peran Asim Munir. Sosok tersebut dinilai memiliki kedekatan dengan Trump, terutama saat membantu meredakan ketegangan antara Pakistan dan India pada tahun sebelumnya.

“Dia fantastis, dan karena itu kemungkinan besar kami akan kembali ke sana,” kata Trump.

Namun, pernyataan Trump tidak sepenuhnya konsisten. Sekitar satu jam sebelumnya, ia sempat mengindikasikan kemungkinan pemindahan lokasi perundingan ke tempat lain.

“Kami mungkin akan pergi ke lokasi lain. Kami sudah mulai memikirkan lokasi lain (untuk perundingan),” ujarnya dalam percakapan terpisah.

Perbedaan pernyataan tersebut menimbulkan ketidakjelasan mengenai arah pasti dari rencana negosiasi yang tengah disiapkan.

Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa pembicaraan lanjutan dengan Iran masih dalam tahap pertimbangan, terutama menjelang potensi berakhirnya gencatan senjata sementara dalam waktu dekat.

“Pembicaraan selanjutnya sedang dibahas tetapi belum ada yang dijadwalkan saat ini,” kata pejabat tersebut.

Baca Juga :

Kejurnas 2025 Semarang! Ajang Pembuktian Generasi Tangguh dan Berkarakter
Ketum PSSI Erick Thohir Buka Suara soal Kontrak Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Situasi geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel sebelumnya telah memberikan dampak signifikan terhadap pasar energi global. Ketegangan meningkat setelah Iran melakukan blokade di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia, yang berimbas pada lonjakan harga minyak.

Di sisi lain, upaya diplomasi juga sempat menemui jalan buntu. Perundingan awal antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Islamabad pada pekan lalu tidak menghasilkan kesepakatan konkret. Menyusul kegagalan tersebut, Trump disebut memerintahkan Angkatan Laut AS untuk melakukan langkah strategis terkait jalur pelayaran tersebut.

Trump juga melontarkan kritik terhadap sejumlah negara Eropa yang dinilai tidak memberikan dukungan dalam upaya membuka kembali akses di Selat Hormuz. Sebaliknya, para pemimpin Eropa justru menilai langkah militer AS terhadap Iran dilakukan tanpa koordinasi yang memadai dengan sekutu.

Dinamika ini memperlihatkan bahwa proses negosiasi masih menghadapi tantangan kompleks, baik dari sisi diplomasi maupun kepentingan geopolitik global.

You Might Also Like

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia
Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan
Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum
Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah
Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS
TAGGED:Amerika SerikatDonald TrumpIranKonflik Timur Tengah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Jonatan Christie Optimistis Indonesia Lolos Grup Piala Thomas 2026
Next Article Filipina Ajukan Tambahan Impor Minyak Rusia, Tunggu Restu AS
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiInternasional

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

2 weeks ago
Pildun 2026

Nestapa Iran! Sudah Berjuang, Tetap Tersingkir AFC Sisakan Jepang dan Australia

2 weeks ago
Pildun 2026Terkini

Pulang Terhormat, Turki Bungkam Amerika Serikat 3-2 di Laga Penutup

2 weeks ago
Internasional

Diduga Ada Bom Perang Dunia II, Operasional Bandara Labuan Malaysia Dihentikan

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index