By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Update Terkini Situasi Venezuela: Maduro Ditangkap, AS Tekan Pemerintah Sementara
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Update Terkini Situasi Venezuela: Maduro Ditangkap, AS Tekan Pemerintah Sementara

PolitikTerkini

Update Terkini Situasi Venezuela: Maduro Ditangkap, AS Tekan Pemerintah Sementara

Adrian
By
Adrian
6 months ago
Share
6 Min Read
Foto : REUTERS (Sumber : cnbcindonesia.com)
Foto : REUTERS (Sumber : cnbcindonesia.com)
SHARE

Inversi Ketegangan politik dan keamanan di Venezuela masih menjadi sorotan dunia internasional menyusul penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh otoritas Amerika Serikat. Meski prospek pengambilalihan langsung Venezuela oleh Washington dinilai mulai mereda pada Minggu (4/1/2026), situasi di kawasan Karibia tetap berada dalam kondisi siaga tinggi.

Contents
Sikap Keras WashingtonRespons dari Dalam Negeri VenezuelaPenegasan AS soal PendudukanReaksi InternasionalDakwaan terhadap Maduro

Pemerintah Amerika Serikat menegaskan masih menempatkan sekitar 15.000 personel militer di kawasan tersebut dan tidak menutup kemungkinan melakukan intervensi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh pemerintahan sementara Venezuela.

Pasca-penangkapan Maduro pada Sabtu sebelumnya, Delcy Rodríguez ditetapkan sebagai presiden sementara Venezuela. Di hadapan publik, Rodríguez menunjukkan sikap tegas dan menentang keras tindakan Amerika Serikat. Ia menyebut penangkapan Maduro sebagai bentuk kekejaman dan pelanggaran kedaulatan negara.

Namun, hingga kini isi pembicaraan tertutup antara Rodríguez dan pejabat tinggi Amerika Serikat belum sepenuhnya terungkap ke publik.

Sikap Keras Washington

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyatakan bahwa negaranya akan “menjalankan” Venezuela, sebuah pernyataan yang memicu kekhawatiran akan terjadinya pendudukan langsung. Pada Minggu, Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Rodríguez.

Dalam wawancara dengan majalah The Atlantic, Trump menegaskan bahwa Rodríguez akan menghadapi konsekuensi berat jika tidak memenuhi tuntutan Washington. “Jika dia tidak melakukan apa yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih besar daripada Maduro,” ujar Trump.

Meski demikian, laporan The New York Times menyebutkan bahwa beberapa pekan sebelum penangkapan Maduro, pejabat pemerintahan Trump telah memandang Rodríguez sebagai figur potensial yang dapat diajak bekerja sama. Hubungannya dengan kalangan Wall Street dan perusahaan minyak internasional dinilai sebagai salah satu faktor utama.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dilaporkan telah melakukan komunikasi langsung dengan Rodríguez. Trump bahkan mengklaim bahwa Rodríguez menyatakan kesediaannya untuk memenuhi kebutuhan Washington. “Menurut saya, dia cukup ramah, tetapi sebenarnya dia tidak memiliki banyak pilihan,” kata Trump, sebagaimana dikutip The Guardian.

Respons dari Dalam Negeri Venezuela

Di Caracas, situasi politik menunjukkan dinamika yang kompleks. Sejumlah pejabat tinggi pemerintahan dan militer secara terbuka menuntut agar Maduro dipulangkan ke Venezuela. Namun, pada saat yang sama, mereka menyatakan dukungan terhadap Rodríguez sebagai pemimpin sementara demi menjaga stabilitas nasional.

Baca Juga :

Uzbekistan Bikin Geger, Tapi Kolombia dan Luis Diaz Pamer Kelas Dunia
MTsN Jayapura Buktikan Madrasah sebagai Pusat Excellence Karakter dan Sains

Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López dalam pidato yang disiarkan televisi menyerukan agar masyarakat kembali menjalani aktivitas normal. Ia meminta warga untuk tetap tenang dan melanjutkan kegiatan ekonomi, pekerjaan, serta pendidikan dalam beberapa hari ke depan.

Seruan tersebut dimaksudkan untuk mencegah kepanikan dan menjaga ketertiban sosial di tengah ketidakpastian politik yang masih berlangsung.

Penegasan AS soal Pendudukan

Menanggapi spekulasi luas mengenai invasi atau pendudukan Venezuela, Marco Rubio berupaya meredam kekhawatiran publik internasional. Dalam sejumlah wawancara, ia menegaskan bahwa tindakan AS bukan merupakan perang terhadap Venezuela sebagai negara.

“Ini bukan perang. Kami berperang melawan organisasi perdagangan narkoba, bukan melawan Venezuela. Kami tidak memiliki pasukan AS di darat,” kata Rubio kepada NBC. Rubio menjelaskan bahwa keberadaan pasukan AS di Caracas berlangsung singkat dan bersifat penegakan hukum, sehingga tidak memerlukan persetujuan Kongres.

Ia juga menegaskan bahwa AS akan mempertahankan “karantina” terhadap Venezuela untuk membatasi keluar-masuk kapal tanker minyak yang terkena sanksi, sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintahan penerus Maduro. “Kami akan menilai berdasarkan tindakan mereka, bukan pernyataan publik semata,” ujarnya.

Reaksi Internasional

Respons dunia internasional terhadap tindakan AS pun beragam. Pemerintah Spanyol, Brasil, Cile, Kolombia, Meksiko, dan Uruguay dalam pernyataan bersama menyebut langkah Amerika Serikat sebagai preseden berbahaya yang mengancam perdamaian dan keamanan kawasan serta membahayakan warga sipil.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa negaranya tidak terlibat dalam operasi tersebut, meskipun ia menolak untuk secara terbuka mengecam tindakan Washington. Sementara itu, hampir seluruh negara Uni Eropa, kecuali Hungaria, menyerukan penahanan diri semua pihak dan penghormatan terhadap kehendak rakyat Venezuela demi pemulihan demokrasi.

Kekhawatiran juga muncul di Kolombia. Presiden Gustavo Petro memerintahkan pengerahan 30.000 tentara ke perbatasan timur untuk mengantisipasi potensi konflik dan gelombang pengungsi.

Dakwaan terhadap Maduro

Gedung Putih merilis rekaman yang memperlihatkan Maduro dalam kondisi diborgol saat digiring ke kantor Badan Penegakan Narkoba AS (DEA) di New York, sebelum dipindahkan ke Metropolitan Detention Center di Brooklyn. Otoritas AS membuka dakwaan empat poin terhadap Maduro, termasuk tuduhan narkoterorisme dan konspirasi impor kokain.

Dakwaan tersebut juga menyeret beberapa pejabat Venezuela serta seorang pemimpin geng Tren de Aragua yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris. Maduro dijadwalkan menjalani sidang pendahuluan di pengadilan federal Manhattan.

Proses hukum ini memperumit posisi Rodríguez, yang kini harus menyeimbangkan tuntutan Washington dengan tekanan dari loyalis Maduro. Situasi tersebut menambah kompleksitas transisi politik di Venezuela, yang hingga kini masih berada di persimpangan antara stabilitas, tekanan internasional, dan harapan akan perubahan demokratis.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:AsMaduroSementaraUpdate TerkiniVenezuela
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian menggelar rapat untuk penunjukan John Hermand sebagai pelatih Timnas Indonesia di Gedung DRP RI, Senin (5/1). (Foto : Dok. DPR RI) Sambut John Herdman, Komisi X DPR: Jangan Hanya Kejar Hasil Instan, Bangun Sistem!
Next Article Foto : Pemerintah Kabupaten Kudus mendorong untuk segera menyelesaikan pengisian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) (Sumber : isknews.com) Pelaporan LHKPN di Kudus Dipercepat, Helpdesk Dibuka dan Progres Capai 40 Persen
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index