INVERSI.ID – Gojek menjatuhkan sanksi tegas dengan memblokir permanen akun penumpang yang diduga melakukan tindakan asusila saat menggunakan layanan taksi daring di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (10/2) malam.
Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan melakukan investigasi internal atas laporan yang diterima dari mitra pengemudi terkait dugaan pelanggaran dalam layanan GoCar.
“Berdasarkan investigasi tersebut, terbukti penumpang melakukan pelanggaran, akun penumpang tersebut telah kami lakukan suspend atau pemblokiran permanen,” kata Head of Corporate Affairs ODS Rosel Lavina dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Rosel menjelaskan bahwa investigasi lanjutan dilakukan untuk memastikan fakta di lapangan sekaligus menjaga standar keamanan dalam ekosistem Gojek. Menurutnya, langkah tegas diperlukan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Ia menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, baik bagi pelanggan maupun mitra pengemudi. Karena itu, segala bentuk pelanggaran, termasuk tindakan asusila, akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.
“Melalui kesempatan ini, kami juga mengimbau kepada mitra driver untuk dapat melaporkan adanya pelanggaran melalui kanal resmi, salah satunya halaman bantuan di aplikasi Gojek Driver,” tutur Rosel.
Dalam kondisi darurat, lanjut dia, mitra pengemudi maupun pelanggan dapat memanfaatkan fitur tombol darurat di aplikasi yang terhubung langsung dengan Unit Darurat atau Satgas Gojek selama 24 jam.
“Gojek berkomitmen menghadirkan ekosistem yang aman untuk pelanggan maupun mitra driver. Hal ini diwujudkan lewat serangkaian langkah preventif serta penindakan yang tegas atas pelaku pelanggaran,” ungkap Rosel.
Sementara itu, pihak kepolisian juga tengah menyelidiki dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh sepasang muda-mudi di dalam mobil taksi daring di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Aparat berkoordinasi dengan pengemudi untuk mengidentifikasi pelaku.
Namun, proses identifikasi masih berlangsung lantaran kondisi lokasi saat kejadian dalam keadaan gelap sehingga identitas pasangan tersebut belum dapat dipastikan.
Sebelumnya, rekaman video yang memperlihatkan dugaan tindakan tidak pantas di dalam mobil taksi daring viral di media sosial. Dalam video tersebut, sopir terdengar menegur keras pasangan penumpang yang diduga melakukan perbuatan asusila.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga etika dan keamanan selama menggunakan layanan transportasi daring, demi kenyamanan bersama di ruang publik.