JAKARTA, INVERSI – Warga terdampak banjir di RT 05/RW 08, Jalan Jembatan Gantung, Pejaten Timur, Jakarta Selatan, menerima bantuan Makan Bergizi Gratis sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Bantuan tersebut dinilai sangat membantu, terutama bagi keluarga yang aktivitas ekonominya terganggu akibat banjir yang merendam kawasan permukiman sejak beberapa hari terakhir.
Salah seorang warga terdampak, Ade, menyampaikan bahwa bantuan Makan Bergizi Gratis sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, kondisi banjir membuat sebagian warga tidak dapat bekerja secara normal, sehingga pemenuhan kebutuhan pangan menjadi tantangan tersendiri. Bantuan makanan yang dibagikan pemerintah dinilai meringankan beban warga di tengah situasi sulit.
“MBG membantu, karena tidak semua orang memiliki keuangan yang cukup dan ada juga yang tidak bisa bekerja. Jadi bantuan ini benar-benar terasa manfaatnya,” ujar Ade saat ditemui di lokasi banjir, Jumat.
Ade menambahkan bahwa proses penerimaan bantuan tidak memerlukan syarat khusus. Bantuan tersebut diberikan secara langsung sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada warga yang terdampak banjir.
Paket makanan yang diterima berisi nasi, telur, tempe, serta sayur jagung yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga dalam kondisi darurat.
Selain persoalan ekonomi, banjir juga berdampak pada aktivitas pendidikan anak-anak. Ade mengungkapkan anaknya yang duduk di bangku kelas tujuh SMP saat ini menjalani pembelajaran jarak jauh. Namun, kondisi rumah yang terendam air membuat proses pendampingan belajar menjadi tidak optimal.
“Agak sulit memang. Saya sampai tidak bisa mendampingi pembelajaran jarak jauh, akhirnya hanya absen saja,” katanya.
Banjir yang melanda kawasan Pejaten Timur tercatat cukup parah. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, ketinggian air di RT 05/RW 08 Jalan Jembatan Gantung mencapai 260 sentimeter pada Jumat pagi. Bahkan sebelumnya, air sempat naik hingga sekitar 320 sentimeter pada pukul 05.00 WIB, sebelum berangsur surut.
BPBD DKI Jakarta juga mencatat bahwa banjir melanda sejumlah wilayah di Jakarta Selatan. Hingga Jumat siang, banjir tercatat menggenangi delapan RT di wilayah tersebut, antara lain satu RT di Tanjung Barat, satu RT di Pengadegan, dua RT di Rawajati, empat RT di Pejaten Timur, serta satu RT di Kebon Baru. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 350 sentimeter, dipicu oleh curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan Makan Bergizi Gratis menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana. Program ini juga menunjukkan peran aktif pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan asupan gizi yang layak meskipun berada dalam situasi darurat.
Program MBG sendiri merupakan salah satu inisiatif nasional yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional untuk menjamin pemenuhan gizi masyarakat, termasuk kelompok rentan dan warga terdampak bencana.
Dalam konteks banjir di Pejaten Timur, distribusi MBG diharapkan dapat membantu menjaga kondisi kesehatan warga sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan banjir, termasuk menyalurkan bantuan logistik dan memastikan keselamatan warga. Warga pun diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan air susulan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.