By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Waspada Obesitas! Bisa Picu PCOS, Jantung hingga Alzheimer
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Waspada Obesitas! Bisa Picu PCOS, Jantung hingga Alzheimer

KesehatanOlahraga

Waspada Obesitas! Bisa Picu PCOS, Jantung hingga Alzheimer

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
4 Min Read
Dokter spesialis penyakit dalam dr. M. Vardian Mahardika, M.Biomed, Sp.PD, AIFO-K menyampaikan bahaya obesitas dalam diskusi kesehatan bersama Novo Nordisk Indonesia, di Jakarta, Rabu (4/3/2026). (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Obesitas tidak hanya berdampak pada penampilan fisik, tetapi juga berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan serius. Kondisi kelebihan berat badan ini bahkan dapat memengaruhi sistem reproduksi hingga meningkatkan risiko penyakit kronis.

Dokter spesialis penyakit dalam dr. M. Vardian Mahardika, M.Biomed, Sp.PD, AIFO-K menjelaskan bahwa obesitas dapat mengganggu keseimbangan hormon, khususnya pada perempuan. Ketidakseimbangan hormon ini berpotensi memicu gangguan kesehatan reproduksi.

“Obesitas itu banyak banget datang tiba-tiba dengan fertilitas, misalnya PCOS. Kemudian endometriosis, itu juga bisa terjadi karena kondisi obesitas. Jadi perempuan-perempuan mulai harus lebih aware dengan yang namanya obesitas,” kata Vardian, saat ditemui media di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa gangguan seperti Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) dan endometriosis kerap dikaitkan dengan kondisi obesitas. Kedua gangguan tersebut dapat memengaruhi kesuburan perempuan apabila tidak ditangani dengan baik.

Dokter yang menyelesaikan pendidikan spesialis penyakit dalam di Universitas Brawijaya itu juga menyoroti perubahan kondisi tubuh perempuan saat memasuki masa perimenopause. Pada fase yang umumnya terjadi pada usia 45 hingga 50 tahun ke atas tersebut, kadar hormon mulai menurun secara alami.

Ketika kondisi ini terjadi, berbagai penyakit lebih mudah muncul, terutama pada perempuan yang sebelumnya mengalami obesitas.

Selain itu, Vardian mengingatkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai obesitas masih sering keliru. Banyak orang hanya mengandalkan angka berat badan atau indeks massa tubuh (BMI/IMT) sebagai indikator utama.

Padahal, menurutnya, BMI belum tentu mampu menggambarkan kondisi lemak tubuh secara menyeluruh, termasuk distribusi lemak di berbagai bagian tubuh.

“Makanya banyak orang yang badannya kelihatannya tidak obesitas, tapi ketika kita cek lingkar perutnya, perbandingan lingkar perut dengan lingkar paha, tinggi badan, ternyata lemaknya sudah tinggi dan masuk ke kategori obesitas,” tutur dia.

Baca Juga :

SDN Pakujajar CBM Sukabumi! Sekolah & Rumah Fondasi Intelektual
Resep dan Cara Memasak Orak Arik Telur Dicampur Wortel dan Kol

Lebih lanjut, Vardian mengungkapkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 2022 telah menetapkan obesitas sebagai penyakit kronis. Hal ini karena obesitas sering kali disertai berbagai penyakit lain yang dapat memperburuk kondisi kesehatan seseorang.

Beberapa di antaranya bahkan berkaitan dengan gangguan kognitif seperti demensia dan Alzheimer.

“Kalau orang dibiarkan obesitas terus menerus, potensi terjadinya pikun atau Alzheimer itu akan meningkat. Turun ke pernapasan, orang obesitas biasanya masuk ke sleep apnea (henti napas saat tidur), ngorok,” ujar dia.

Risiko lain yang juga meningkat akibat obesitas adalah penyakit jantung dan stroke. Pada organ jantung, kondisi obesitas dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya serangan jantung hingga gagal jantung.

Selain itu, obesitas juga menjadi salah satu faktor risiko utama munculnya diabetes tipe 2. Kondisi ini juga berkaitan dengan fatty liver yang dalam jangka panjang berpotensi berkembang menjadi sirosis hingga kanker hati.

Masalah kesehatan lain yang juga bisa muncul akibat obesitas antara lain batu empedu, penurunan libido akibat perubahan hormon, serta gangguan pada sendi karena meningkatnya beban tubuh.

“Kompleks banget kalau kita ngomongin obesitas. WHO sudah meng-highlight obesitas bukan hanya faktor risiko tapi penyakit kronis. Penanganannya tidak bisa niat aja, olahraga, makan dikurangi. Enggak sesimpel itu. Harus ada peran dokter, lifestyle modification, farmakologi (obat-obatan), dan mungkin operasi bariatrik,” imbuh dia.

Melihat berbagai risiko tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan pola hidup sehat sejak dini. Menjaga berat badan ideal melalui pola makan seimbang, aktivitas fisik yang cukup, serta konsultasi medis jika diperlukan menjadi langkah penting untuk mencegah dampak jangka panjang obesitas.

You Might Also Like

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Asian Boxing U19 dan U23 2026: Enam Petinju Indonesia Hadapi Laga Penentuan
Muchova vs Noskova, Final Impian Ceko Tersaji di Wimbledon 2026
TAGGED:Gaya Hidup SehatObesitas
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Dunia Bergejolak, BBM Subsidi Tetap! Prabowo–Bahlil Pasang “Bantalan Sosial” agar Lebaran Rakyat Tenang
Next Article Marak Hoaks dan Penipuan Online, Pemerintah Sidak Kantor Meta di Jakarta
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Olahraga

Djokovic vs Sinner, Duel Generasi Berebut Tiket Final Wimbledon 2026

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
Olahraga

Erick Thohir Resmikan Festival Grassroots Piala Presiden 2026, Dorong Pembinaan Sepak Bola dari Usia Dini

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index