By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Yogyakarta Diserbu Wisatawan Saat Nataru 2026, Warga Lokal Pilih Menepi dan Lebih Bersabar
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Yogyakarta Diserbu Wisatawan Saat Nataru 2026, Warga Lokal Pilih Menepi dan Lebih Bersabar

Terkini

Yogyakarta Diserbu Wisatawan Saat Nataru 2026, Warga Lokal Pilih Menepi dan Lebih Bersabar

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
7 months ago
Share
4 Min Read
Jalan Malioboro, Yogyakarta. (Foto : Antara/Andreas Fitri Atmoko)
Jalan Malioboro, Yogyakarta. (Foto : Antara/Andreas Fitri Atmoko)
SHARE

INVERSI.ID – Libur Natal dan Tahun Baru 2026 kembali menempatkan Yogyakarta sebagai salah satu destinasi wisata favorit wisatawan domestik. Daya tarik budaya, kuliner, serta kedekatan antarlokasi wisata membuat Kota Pelajar menjadi magnet utama selama periode libur panjang akhir tahun. Namun, di tengah membludaknya arus wisatawan, muncul fenomena menarik dari warga lokal yang justru memilih untuk menghindari pusat keramaian.

Berdasarkan prediksi Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, total pergerakan wisatawan menuju Daerah Istimewa Yogyakarta selama libur Nataru diperkirakan mencapai 9,38 juta orang.

Dari jumlah tersebut, sekitar 7 juta orang diproyeksikan masuk ke wilayah Kota Yogyakarta. Lonjakan ini berdampak langsung pada kepadatan lalu lintas di berbagai ruas jalan utama serta meningkatnya aktivitas di kawasan wisata unggulan.

Tingginya antusiasme wisatawan membuat sejumlah titik di Yogyakarta mengalami kemacetan, terutama di pusat kota dan kawasan belanja serta destinasi ikonik. Kondisi ini memengaruhi pola liburan warga setempat yang harus menyesuaikan aktivitas mereka selama masa libur Nataru.

Sebagian warga Yogyakarta memilih untuk berlibur ke luar kota guna menghindari kepadatan. Hasan, seorang pegawai pemerintahan, mengaku telah merencanakan perjalanan ke Ngawi, Jawa Timur, untuk mengunjungi keluarga.

Namun, rencana tersebut masih menunggu kepastian kebijakan work from anywhere dari instansi tempatnya bekerja. Jika kebijakan tersebut tidak memungkinkan, Hasan dan keluarganya memilih untuk tetap berada di rumah.

“Kalau misalnya tidak jadi ke luar kota, ya di rumah saja. Untuk menghindari kemacetan,” ujar Hasan. Ia menilai kondisi jalanan saat Nataru tidak ideal untuk bepergian, terutama bagi warga yang setiap hari sudah terbiasa dengan mobilitas dalam kota.

Pilihan serupa juga disampaikan oleh Azwar Adam. Ia memutuskan untuk tidak melakukan perjalanan ke mana pun selama libur Natal dan Tahun Baru. Menurutnya, kepadatan lalu lintas di Yogyakarta selama musim liburan kerap menyita waktu dan energi.

“Lagi pula jalannya lagi macet. Kita kan tidak biasa dengan yang macet-macet. Kalau habis waktu di jalan, mending di rumah,” tuturnya.

Baca Juga :

384 Kelas Padat, Pemprov Jabar Siapkan Ruang Baru dan AC untuk SMA dan SMK Negeri
Cuti Bersama Hari Ini, BMKG Prediksi Hujan Guyur Wilayah Jakarta

Azwar menambahkan bahwa menghabiskan waktu di rumah sudah menjadi kebiasaan keluarganya setiap kali libur Lebaran maupun Nataru. Ia hanya akan keluar rumah jika ada keperluan yang benar-benar penting.

“Kalau tidak mendesak, ya tidak ke luar rumah,” katanya.

Sementara itu, Imam memilih alternatif lain dengan tetap beraktivitas di dalam wilayah Yogyakarta, namun menjauh dari kawasan favorit wisatawan. Ia berencana mengantar anak-anaknya berkunjung ke rumah nenek dan kakek di Sleman. Di sana, keluarganya akan menikmati wisata sederhana seperti berenang atau menonton film bersama.

“Nanti di sana wisata lokal saja. Intinya menghindari macet,” ujar Imam.

Ia juga menyebutkan bahwa keluarganya masih akan berwisata di Yogyakarta, tetapi dengan memilih lokasi yang tidak ramai pengunjung luar daerah. Destinasi populer seperti Malioboro, Keraton Yogyakarta, Kaliurang, dan kawasan pantai sengaja dihindari selama libur Nataru.

Di sisi lain, kawasan Malioboro justru menjadi pusat keramaian wisatawan. Pantauan pada Senin, 22 Desember, menunjukkan arus kendaraan di sekitar Malioboro padat merayap. Beragam pelat kendaraan dari luar daerah terlihat mendominasi, mulai dari wilayah Jakarta dan sekitarnya hingga Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Aktivitas wisatawan juga memadati Pasar Beringharjo, yang ramai dikunjungi pelancong untuk membeli oleh-oleh makanan dan pakaian.

Wirawan, wisatawan asal Cilegon, mengatakan bahwa Yogyakarta menjadi tujuan liburannya karena memiliki keluarga di Gunungkidul. Selain berkunjung ke Malioboro, ia juga menyempatkan diri menjelajahi sejumlah pantai di kawasan Gunungkidul.

“Ada Pantai Drini dan masih banyak lagi kalau di Gunungkidul,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan kontras antara euforia wisatawan dan strategi adaptif warga lokal. Ketika Yogyakarta menjadi tujuan utama liburan nasional, sebagian warganya justru memilih menepi, menghindari pusat keramaian, dan mencari kenyamanan dengan berlibur sederhana atau tinggal di rumah.

Pilihan tersebut menjadi cara warga menjaga kualitas waktu libur di tengah padatnya arus wisatawan Nataru.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:JogjaNataruWisatawanYogyakarta
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Area Head PGN SOR III Surabaya, Arief Nurrachman saat menyampaikan paparan di Surabaya, Jumat (19/12/2025). (Foto : Dok PGN SOR III) Investor China Masuk KEK Gresik, PGN Komitmen Amankan Pasokan Gas
Next Article FIBA Kembali Gulirkan She Calls Game 2026, Perluas Peran Perempuan di Media Basket Dunia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index