By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Zoho dan Filosofi Kantor Manusiawi di Tengah Industri Teknologi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Zoho dan Filosofi Kantor Manusiawi di Tengah Industri Teknologi

LifeStyle

Zoho dan Filosofi Kantor Manusiawi di Tengah Industri Teknologi

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
6 Min Read
Kantor Zoho and ManageEngine Campus India. (Foto: Zoho Corp)
SHARE

INVERSI.ID – Bagi sebagian orang, kantor kerap identik dengan rutinitas yang menguras energi. Namun bagi sejumlah perusahaan, kantor justru dimaknai sebagai ruang hidup, tempat manusia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja, berinteraksi, sekaligus berpikir.

Contents
Kantor sebagai ruang hidupDekat dengan pelanggan dan teknologi

Seiring berubahnya pola kerja dan meningkatnya perhatian terhadap kesejahteraan karyawan, fungsi kantor kembali dipertanyakan. Apakah sekadar ruang produktivitas, atau seharusnya menjadi tempat yang lebih manusiawi?

Pandangan ini tercermin dalam filosofi kerja Zoho Corporation, perusahaan teknologi asal India yang menempatkan manusia sebagai pusat pertumbuhan bisnisnya. Zoho dikenal sebagai pengembang perangkat lunak bisnis yang digunakan jutaan pelanggan di berbagai negara dan tumbuh tanpa bergantung pada pendanaan eksternal. Dengan sekitar 18.000 karyawan di seluruh dunia, perusahaan ini menanamkan cara berpikir jangka panjang sebagai fondasi utamanya.

Filosofi tersebut disampaikan langsung oleh CEO dan Co-Founder Zoho Corporation, Shailesh Kumar Davey, saat berbincang dengan ANTARA di Chennai, India (21/1). Ia menegaskan bahwa kantor bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang di mana sebagian besar kehidupan profesional dijalani.

“Salah satu faktanya adalah sebagian besar dari kita menghabiskan 80 persen waktu terjaga di kantor. Karena itu, kami percaya kantor harus menjadi tempat yang baik, tempat Anda merasa ingin datang, bekerja bersama rekan, berbicara dengan mereka, bertukar ide, dan dalam beberapa hal merasa segar kembali.”

Kantor sebagai ruang hidup

Keyakinan tersebut diwujudkan Zoho melalui pendekatan berbeda dalam merancang lingkungan kerja. Alih-alih memilih kawasan pusat kota yang padat, perusahaan ini justru membangun kantor di area yang relatif jauh dari hiruk pikuk urban. Ruang yang lebih lapang memungkinkan terciptanya suasana kerja yang terbuka, tenang, dan lebih ramah bagi manusia.

Bangunan dengan langit-langit tinggi, jalur pejalan kaki, serta area yang menghadirkan ketenangan bukan sekadar elemen estetika. Semua dirancang agar karyawan tidak merasa terjebak dalam rutinitas monoton, sekaligus memiliki ruang untuk berinteraksi dan memulihkan energi mental.

Menurut Shailesh, pendekatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang telah dijalankan selama lebih dari satu dekade. Tujuannya menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan karyawan secara berkelanjutan.

Filosofi tersebut juga terlihat dari kebijakan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dasar karyawan di lingkungan kerja. Mulai dari sarapan hingga makan malam, termasuk makanan bagi karyawan yang bekerja hingga larut malam, disediakan langsung oleh perusahaan.

Baca Juga :

SDN Karang Satria 04 Tunjukkan Setiap Murid Punya Potensi Hebat!
Mandiri Institute: Pola Belanja Masyarakat Mulai Normal Usai Lebaran 2026

“Kami selalu memiliki pendekatan menyediakan makanan gratis, sarapan, makan siang, makan malam, bahkan hingga larut malam untuk karyawan shift malam,” kata Shailesh.

Tak hanya itu, Zoho juga memperluas perhatian pada kehidupan keluarga karyawan. Di sekitar kawasan kantor, tersedia fasilitas penitipan anak serta sekolah yang dibangun berdekatan dengan area kerja. Langkah ini diambil agar urusan keluarga tidak sepenuhnya terpisah dari aktivitas profesional, sekaligus memberikan rasa tenang bagi karyawan.

Di balik kebijakan tersebut, terdapat pemahaman sederhana: semakin sedikit energi yang terkuras untuk urusan logistik sehari-hari, semakin besar fokus yang dapat dicurahkan untuk bekerja dan berkolaborasi.

Namun demikian, Shailesh menekankan bahwa fasilitas bukanlah tujuan utama. Yang ingin dibangun adalah budaya kerja. Loyalitas, menurutnya, tidak tumbuh hanya dari kenyamanan fisik, tetapi dari cara perusahaan memperlakukan karyawan, tingkat kepercayaan yang diberikan, ruang untuk bereksperimen, serta makna dari tanggung jawab yang diemban.

Dalam jangka panjang, pendekatan ini berdampak pada tingkat retensi karyawan. Banyak pekerja bertahan bertahun-tahun dalam satu bidang, membangun pemahaman mendalam yang kemudian berkontribusi pada kualitas produk dan layanan perusahaan.

Dekat dengan pelanggan dan teknologi

Cara berpikir jangka panjang tersebut juga tercermin dalam strategi pengembangan produk. Di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang, kedekatan dengan pengguna menjadi prinsip utama dalam proses inovasi.

“Kami ingin selalu dekat dengan pelanggan, memahami masalah mereka, berbicara dengan mereka, dan melihat bagaimana kami dapat menanganinya dengan sebaik mungkin.”

Mendengarkan pelanggan bukan sekadar slogan. Bahkan ketika sebuah produk membutuhkan waktu panjang untuk matang, Zoho tetap memilih pendekatan bertahap, merilis lebih awal, memantau respons, lalu menyempurnakan produk berdasarkan masukan pengguna.

Pendekatan serupa diterapkan dalam pemanfaatan kecerdasan buatan. Meski telah mengembangkan AI selama lebih dari satu dekade, teknologi tersebut tidak digunakan secara berlebihan atau sekadar mengikuti tren.

“Tidak semua masalah membutuhkan generative AI. Berdasarkan masalahnya, kami menggunakan teknik yang tepat tanpa terbawa tren,” kata Shailesh.

Bagi Zoho, teknologi harus relevan dan kontekstual. Prinsip kehati-hatian juga diterapkan dalam isu privasi, di mana data pelanggan sepenuhnya diposisikan sebagai milik pelanggan dan tidak digunakan untuk melatih model AI. Meski tidak selalu menguntungkan dalam jangka pendek, sikap ini dipandang sebagai investasi kepercayaan jangka panjang.

Selain efisiensi, pemanfaatan AI juga dikaitkan dengan tanggung jawab. Teknologi ini tidak hanya dipandang sebagai alat, tetapi harus digunakan secara terkontrol, dengan batasan yang jelas agar selaras dengan kebutuhan bisnis dan nilai perusahaan.

Pada akhirnya, filosofi yang disampaikan Shailesh menunjukkan bahwa perusahaan teknologi tidak hanya membangun produk, tetapi juga merancang lingkungan tempat manusia bekerja dan bertumbuh. Kantor tidak semata menjadi ruang mengejar target, melainkan tempat bertemunya ide, tumbuhnya kolaborasi, dan terjaganya keseimbangan hidup.

Di tengah industri teknologi yang bergerak cepat, pendekatan ini menegaskan satu keyakinan: ketika manusia ditempatkan sebagai pusat cara kerja, bisnis memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk bertahan dalam jangka panjang.

You Might Also Like

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027
Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta
Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos
Harga Avtur Melonjak, Kemenpar dan Kemenhub Cari Cara Jaga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau
Tak Hanya Bali, Kemenpar Genjot 10 Destinasi Prioritas untuk Tarik Wisatawan Mancanegara
TAGGED:Budaya KerjaTeknologi Manusia
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Buah Bekas Kelelawar Berisiko Tularkan Virus Nipah ke Anak
Next Article Visi Panjang IUP PT Timah, Dari Penambangan Menjadi Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Beda dengan Wisata Kuliner, Gastronomi Tawarkan Cerita dan Warisan Budaya Nusantara

1 week ago
Travel

Tak Mau Tertinggal dari Vietnam, Indonesia Siapkan Jurus Baru Dongkrak Pariwisata

1 week ago
Travel

Instalasi Sunflower Angel Jadi Magnet Baru di Candi Prambanan, Pengunjung Membludak

2 weeks ago
Travel

Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Layani Lebih dari 1,2 Juta Penumpang

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index