By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Awal 2026 Stabil, Bapanas Pastikan Stok Beras Aman dan Harga Tetap Terkendali
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Awal 2026 Stabil, Bapanas Pastikan Stok Beras Aman dan Harga Tetap Terkendali

Ekonomi

Awal 2026 Stabil, Bapanas Pastikan Stok Beras Aman dan Harga Tetap Terkendali

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
5 months ago
Share
5 Min Read
Petugas memeriksa dan mengecek cadangan beras pemerintah yang akan disalurkan di gudang Perum Bulog Kanwil Aceh, Desa Siron, kabupaten Aceh Besar, Aceh. (Foto : ANTARA FOTO/Ampelsa)
Petugas memeriksa dan mengecek cadangan beras pemerintah yang akan disalurkan di gudang Perum Bulog Kanwil Aceh, Desa Siron, kabupaten Aceh Besar, Aceh. (Foto : ANTARA FOTO/Ampelsa)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Badan Pangan Nasional memastikan ketersediaan beras nasional pada awal tahun 2026 berada dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil di tingkat konsumen.

Kepastian ini didukung oleh posisi cadangan beras pemerintah yang kuat, keberhasilan capaian swasembada beras pada 2025, serta berjalannya berbagai program distribusi dan stabilisasi pangan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Direktur Distribusi Pangan Badan Pangan Nasional, Rachmi Widiriani, menyampaikan bahwa stok beras yang dikelola Perum Bulog per 12 Januari 2026 tercatat mencapai 3,36 juta ton.

Jumlah tersebut terdiri atas cadangan beras pemerintah sekitar 3,23 juta ton serta stok komersial sekitar 129 ribu ton. Menurutnya, posisi cadangan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa harus melakukan impor.

“Dengan posisi cadangan yang ada, pemerintah memastikan kebutuhan beras masyarakat dapat terpenuhi. Fokus utama kami saat ini adalah menjaga kelancaran distribusi serta memastikan harga tetap terkendali di tingkat konsumen,” ujar Rachmi di Jakarta, Senin.

Ia menegaskan bahwa penguatan distribusi menjadi kunci agar pasokan yang melimpah di tingkat nasional benar-benar dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah.

Pemerintah menilai capaian swasembada beras pada 2025 sebagai fondasi penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Produksi dan cadangan yang kuat memberikan ruang kebijakan yang lebih luas bagi pemerintah untuk mengendalikan harga, menekan potensi gejolak pasar, serta memastikan akses pangan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain menjaga kecukupan stok, pemerintah juga terus memperkuat langkah stabilisasi melalui penyaluran bantuan pangan dan intervensi pasar. Hingga 12 Januari 2026 dini hari, realisasi penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng untuk alokasi Oktober hingga November 2025 telah menjangkau sekitar 17,67 juta penerima bantuan pangan atau setara 96,71 persen dari total sasaran 18,27 juta penerima.

Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencakup sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng. Pemerintah terus mempercepat penyaluran sisa bantuan, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses distribusi.

Baca Juga :

KAI Klaim Ketepatan Waktu Keberangkatan Kereta Api Selama Lebaran 2024 Capai 99,6 Persen
Film Action Dengan Budget Rendah, Tapi Meledak di Pasaran

Langkah ini dilakukan agar manfaat bantuan dapat dirasakan secara merata dan tepat waktu.

Rachmi menjelaskan bahwa meskipun pasokan nasional berada dalam kondisi kuat, pergerakan harga di pasar tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di antaranya adalah kelancaran distribusi, pola permintaan musiman, serta kondisi spesifik di sejumlah wilayah.

Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya mengandalkan stok, tetapi juga melakukan pemantauan harga secara harian.

Menurutnya, swasembada beras mencerminkan kemampuan negara dalam menjamin ketersediaan pasokan. Namun, harga di tingkat konsumen tetap berpotensi mengalami fluktuasi. Untuk itu, pemerintah siap melakukan operasi pasar serta menyalurkan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan apabila diperlukan untuk menahan kenaikan harga yang tidak wajar.

Bapanas juga mencatat bahwa sebagian besar pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota, telah memiliki dan mengelola cadangan beras pemerintah daerah. Keberadaan cadangan ini menjadi lapisan pengaman tambahan dalam merespons gejolak harga maupun kondisi darurat di daerah, sehingga stabilitas pangan dapat dijaga secara lebih responsif.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan capaian swasembada beras nasional di Karawang, Jawa Barat, pada awal Januari 2026. Pengumuman tersebut menjadi tonggak penting kemandirian pangan nasional yang bersumber dari peningkatan produksi petani dalam negeri.

Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa produksi beras nasional sepanjang 2025 mencapai 34,71 juta ton. Angka tersebut menghasilkan surplus sekitar 3,52 juta ton dibandingkan kebutuhan konsumsi nasional yang diperkirakan sebesar 31,19 juta ton per tahun. Surplus ini menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pada 2026.

Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong penyerapan produksi dalam negeri, memperkuat distribusi dari sentra produksi ke wilayah konsumsi, serta memastikan program stabilisasi berjalan tepat sasaran. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan mendukung stabilitas inflasi pangan sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan Panel Harga Pangan yang dikelola Bapanas per 12 Januari, harga beras secara nasional menunjukkan tren penurunan. Harga beras premium tercatat sebesar Rp15.384 per kilogram, beras medium Rp13.609 per kilogram, beras SPHP Rp12.408 per kilogram, serta beras khusus lokal Rp15.569 per kilogram.

Penurunan harga ini menjadi indikasi awal bahwa kondisi pasokan dan stabilisasi pangan berjalan sesuai harapan pemerintah.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:BapanasBeras
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Kilang PERTAMINA Balikpapan (KPB. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Kilang PERTAMINA Internasional (KPI), Subholding Pengolahan dan Petrokimia milik PT PERTAMINA (Persero). (Foto : Dok. Kementerian ESDM) Bahlil Ungkap Dugaan Sabotase RDMP Balikpapan, Kilang Strategis yang Ancam Bisnis Impor BBM
Next Article Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Setyo Budiyanto memberikan keterangan di Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (Foto : ANTARA/Rio Feisal) KPK Geledah Kantor Ditjen Pajak, Penyidikan Suap Pemeriksaan Pajak Kian Menguat
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
EkonomiTerkini

Teka-teki Surplus Ekspor RI: Cetak Rekor US$223,9 Miliar, Mengapa Cadangan Devisa Hanya Naik US$15,7 Miliar?

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index