By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: KPK Geledah Kantor Ditjen Pajak, Penyidikan Suap Pemeriksaan Pajak Kian Menguat
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » KPK Geledah Kantor Ditjen Pajak, Penyidikan Suap Pemeriksaan Pajak Kian Menguat

Terkini

KPK Geledah Kantor Ditjen Pajak, Penyidikan Suap Pemeriksaan Pajak Kian Menguat

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
5 months ago
Share
4 Min Read
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Setyo Budiyanto memberikan keterangan di Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (Foto : ANTARA/Rio Feisal)
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Setyo Budiyanto memberikan keterangan di Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (Foto : ANTARA/Rio Feisal)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melangkah dalam pengusutan dugaan suap pemeriksaan pajak dengan menggeledah Kantor Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan di Jakarta.

Penggeledahan ini menandai eskalasi penyidikan terhadap praktik pengaturan pajak yang diduga terjadi di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada periode 2021 hingga 2026.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Setyo Budiyanto, mengonfirmasi langsung langkah penyidik tersebut.

“Benar, satuan tugas sedang melakukan penggeledahan di Kantor Direktorat Jenderal Pajak,” ujar Setyo kepada jurnalis di Jakarta, Selasa.

Ia menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari rangkaian penyidikan yang tengah berjalan.

Penggeledahan di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dilakukan untuk menelusuri dan mengamankan dokumen maupun barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara suap pemeriksaan pajak.

Kasus ini sebelumnya telah menyeret sejumlah pejabat pajak di KPP Madya Jakarta Utara serta pihak swasta yang diduga menjadi pemberi suap.

Dalam rangkaian penyidikan pekan ini, KPK juga telah menggeledah Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada 12 Januari 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memperdalam konstruksi perkara serta menelusuri alur pengambilan keputusan dalam proses pemeriksaan pajak yang diduga telah dimanipulasi.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada 9 hingga 10 Januari 2026. Dalam operasi pertama KPK pada tahun ini, penyidik mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam praktik pengaturan pajak di sektor pertambangan. OTT tersebut menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk membongkar dugaan suap yang lebih luas di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.

Baca Juga :

13 Jabatan Dengan Potensi Korupsi Tertinggi Murut KPK
Prabowo Ingin Anak Indonesia Fasih Bahasa Portugis. Mendikdasmen: Tunggu Kesiapan Guru

Pada 11 Januari 2026, KPK secara resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah Kepala KPP Madya Jakarta Utara Dwi Budi, Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi KPP Madya Jakarta Utara Agus Syaifudin, anggota Tim Penilai KPP Madya Jakarta Utara Askob Bahtiar, konsultan pajak Abdul Kadim Sahbudin, serta staf perusahaan PT Wanatiara Persada, Edy Yulianto.

Penyidik menduga Edy Yulianto berperan sebagai pihak pemberi suap kepada pegawai KPP Madya Jakarta Utara. Suap tersebut diduga diberikan untuk menurunkan nilai kewajiban pajak bumi dan bangunan PT Wanatiara Persada pada periode pajak 2023. Nilai pajak yang semula diperkirakan sekitar Rp75 miliar diduga ditekan menjadi Rp15,7 miliar setelah adanya kesepakatan ilegal.

Dalam konstruksi perkara, KPK menilai praktik tersebut merugikan keuangan negara dalam jumlah signifikan serta mencederai integritas sistem perpajakan. Penyidik menduga uang suap yang diberikan mencapai sekitar Rp4 miliar, dengan tujuan mempengaruhi hasil pemeriksaan pajak agar menguntungkan pihak perusahaan.

Penggeledahan di kantor Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan ini dinilai penting untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain serta memastikan apakah praktik serupa terjadi secara sistematis. KPK menegaskan bahwa penyidikan tidak berhenti pada aktor-aktor yang telah ditetapkan sebagai tersangka, melainkan akan terus berkembang seiring ditemukannya bukti baru.

KPK juga memastikan bahwa proses penegakan hukum dilakukan secara profesional dan independen. Lembaga antirasuah berkomitmen mengusut tuntas perkara ini demi menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan nasional. Setyo Budiyanto menegaskan bahwa tidak ada institusi atau individu yang kebal hukum apabila terbukti terlibat dalam tindak pidana korupsi.

Kasus dugaan suap pemeriksaan pajak ini menjadi perhatian luas masyarakat karena menyangkut sektor strategis dan penerimaan negara. KPK berharap langkah-langkah penindakan yang dilakukan dapat menjadi peringatan keras sekaligus momentum perbaikan tata kelola perpajakan.

Dengan penggeledahan di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, KPK menegaskan komitmennya untuk membersihkan praktik korupsi di sektor perpajakan demi mewujudkan sistem yang adil, transparan, dan berintegritas.

Baca Juga : https://inversi.id/kasus-suap-pajak-pt-wanatiara-persada-bergulir-gubernur-sherly-masuk-radar-kpk/

You Might Also Like

Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah
Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
TAGGED:Ditjen PajakKPK
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Petugas memeriksa dan mengecek cadangan beras pemerintah yang akan disalurkan di gudang Perum Bulog Kanwil Aceh, Desa Siron, kabupaten Aceh Besar, Aceh. (Foto : ANTARA FOTO/Ampelsa) Awal 2026 Stabil, Bapanas Pastikan Stok Beras Aman dan Harga Tetap Terkendali
Next Article Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Dewan Pengurus Gates Foundation. (Foto : ANTARA/Aprillio Akbar) Eks Menkeu Sri Mulyani Masuk Dewan Pengurus Gates Foundation
1 Comment
  • Pingback: OTT KPK Soroti Integritas Aparat Pajak, DPR Ingatkan Reformasi Total Demi Jaga Penerimaan Negara - inversiid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Pendidikan

KPK Bongkar Modus Pungli dan Titipan Siswa dalam SPMB 2026

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
EkonomiTerkini

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index