BANGKA TENGAH– Aktivitas tambang timah rakyat di Air Risi, Padang Mulya, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, kini menjadi contoh bagaimana praktik pertambangan yang tertata dapat berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Kawasan tambang rakyat Air Risi tercatat berada di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk, dengan aktivitas masyarakat yang telah memenuhi ketentuan penambangan perusahaan. Skema ini tidak hanya memberi kepastian hukum, tetapi juga menjadi bagian dari penerapan good mining practice yang selaras dengan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Sekitar 600 orang terlibat langsung dalam aktivitas pertambangan di lokasi tersebut, sementara dampak ekonomi dirasakan oleh sekitar 1.800 warga, sehingga total penerima manfaat mencapai 2.400 masyarakat di sekitar wilayah tambang. Aktivitas ini juga berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat pesisir Desa Beriga–Perairan Laut Sampur, Tanjung Berikat, yang selama ini menggantungkan ekonomi pada sektor sumber daya alam.
Pengawas tambang (Wastam) di lokasi Air Risi, Andika, menegaskan bahwa seluruh aktivitas penambangan rakyat dilakukan dalam koridor hukum dan berada di bawah pengawasan.
“Yang kami kerjakan berada di dalam IUP PT Timah dan dalam penataan serta pengawasan. Kami bekerja mengikuti aturan dan dalam koridor hukum,” ujar Andika, Kamis (29/1/2026).
Ia menambahkan, kehadiran Satuan Tri Sakti TNIturut memperkuat stabilitas dan rasa aman di lapangan. “Kehadiran Satuan Tri Sakti TNI sangat membantu menciptakan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat,” katanya.
Pengelolaan tambang rakyat Air Risi dilakukan oleh CV Bangka Telaga Timah (BTT) sebagai mitra resmi PT Timah Tbk yang mengantongi Surat Perintah Kerja (SPK). Kehadiran CV BTT menjadi bagian dari upaya penataan aktivitas tambang agar berjalan lebih tertib, terukur, dan memberi manfaat jangka panjang.
Manajemen CV BTT menjelaskan bahwa peran mereka tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada aspek sosial dan keberlanjutan.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat dan negara dalam penataan tambang. Sebagai mitra resmi PT Timah Tbk, CV BTT berkomitmen memberikan solusi dan manfaat nyata. Setiap kegiatan yang kami lakukan selalu disertai dengan program-program yang berguna bagi masyarakat, baik dalam aspek penataan, pembinaan, maupun penguatan ekonomi lokal,” tegas manajemen CV BTT.
Pendekatan ini sejalan dengan komitmen CSR PT Timah yang mendorong pertambangan tidak hanya sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai investasi sosial jangka panjang bagi masyarakat di lingkar tambang, termasuk kawasan pesisir Laut Sampur.
Manajemen CV BTT menegaskan bahwa pendekatan sosial, ketertiban, dan keberlanjutan menjadi fondasi utama agar tambang rakyat dapat terus berjalan tanpa mengorbankan masa depan lingkungan dan masyarakat.
Sinergi antara PT Timah, CV BTT, Satuan Tri Sakti TNI, serta masyarakat penambang diharapkan mampu menjaga stabilitas yang telah terbangun, sehingga aktivitas ekonomi rakyat dapat berlangsung legal, tertib, dan berkelanjutan, sekaligus memberi manfaat luas bagi masyarakat Bangka Tengah.
Bagi masyarakat sekitar, keberadaan tambang rakyat yang tertata di bawah IUP PT Timah bukan sekadar soal hari ini, tetapi tentang keberlangsungan ekosistem, ekonomi, dan kehidupan social di masa depan.